
"Tidak ...tidak ruangan yang kecil dan sempit juga cukup buat ku, tak masalah asal aku bisa ikut!" Dona tetap kekeh ingin ikut bersama mereka.
..."Dona, cukup! Diam dan masuk ke kamar mu, jangan macam-macam!" Gisel memperingati anak keduanya itu. Ia tak ingin rencana Lita gagal akibat ulah Dona....
Aldo, Aira dan Lita pergi keluar meninggalkan mereka. Dona yang baru menyadari kepergian mereka merasa ibunya tak adil.
"Sial, Lita selalu saja ingin bersaing dengan ku! Bahkan dalam urusan pria sekalipun ia ingin berebut dengan ku! Ibu juga selalu membantunya!" Dona mengepalkan tangannya, memandang kepergian mereka bertiga dengan penuh amarah.
..."Huh, dasar genit! Apa kamu nggak bisa melihat, Aldo tak suka dengan wanita genit dan agresif seperti mu!" Sinta mengejek Dona dari arah belakang....
"Diam kamu! Anak kecil nggak tau apapun seperti mu nggak usah banyak bicara!" Dona membentak Sinta.
..."Anak kecil seperti ku saja tau bagaimana caranya bersikap anggun dan lembut!" Bukannya takut Sinta semakin memancing amarah Dona.๐...
..."Sinta....!!!" Dona berteriak sambil mengejar Sinta ingin memukulnya.๐คฌ...
"Akhirnya mereka telah tumbuh dewasa! Suatu saat nanti mereka semua akan meninggalkan aku sendirian dan ikut dengan pria yang mereka cintai, huft!" Andra menghembuskan nafasnya dengan berat saat melihat sikap anak-anaknya. ๐ฎโ๐จ
Aira naik mobil sendiri dengan Lita, sementara Aldo mengikuti mobil mereka dari belakang dengan mobilnya. Lita selalu melirik ke arah spion mobilnya.
..."Dia adalah pria yang ditakdirkan tuhan untuk menjadi jodoh ku!" Lita tak fokus menyetir, ia terus memperhatikan mobil Aldo dari spion sambil bicara dalam hati.โบ๏ธ...
"Lita, awas lampu merah! Tolong pelan-pelan saja dan fokuslah!" Aira memperingatkan Kita karena ia lihat sudah mendekati lampu merah tapi Lita tak mengurangi kecepatan mobilnya sama sekali.
"Ah, ha.ha.ha sepertinya aku melamun dan tak fokus!" Lita mulai mengurangi kecepatan mobilnya.
"Aira, apa Aldo baik pada mu? Apa kau tahu apa makanan kesukaannya dan juga hobinya! Kau kan istri kakaknya, ku dengar ia begitu menyayangi kakaknya! Pasti ia juga sangat baik pada mu!" Lita mulai mencari informasi tentang Aldo.
__ADS_1
..."Meski aku mengatakan yang sebarnya, Lita dan keluarga Sanjaya juga tak bisa melakukan apapun!" Aira bicara dalam hatinya....
"Dia begitu tampan, aku begitu tertarik padanya! bisakah kau memberitahukan hal apapun yang kau ketahui tentangnya!" Lita terlihat begitu bersemangat.
"Huh, kerjaannya hanyalah mengganggu kakak iparnya, dia itu orang yang menyebalkan! Oh Lita jangan tertipu oleh wajahnya!" Aira bicara dalam hati karena tak mungkin ia bicara begitu pada Lita.
..."Hmm itu.." Aira bingung harus menjawab apa, melihat Lita begitu bersemangat....
"Oh aku lupa, kau baru beberapa hari menikah! mungkin kamu belum mengenal Aldo sejauh itu! Jadi apakah mudah bagi mu untuk beradaptasi dengan keluarga Pangestu?" Lita terlihat begitu berbinar.
..."Aku harus tetap tenang huft!" Aira bicara dalam hati sambil mengatur nafasnya agar tak emosi....
"Ku pikir begitu, semua orang tahu kau begitu cantik dan elegan! Dia begitu tampan dan hebat, kalian berdua terlihat begitu serasi!" Aira mencoba tersenyum.
..."Kau memang saudara ku yang paling baik!" Lita merona malu....
"Aku khawatir ia terlalu sempurna, hingga ia tak akan mungkin menyukai ku!" Lita terlihat sedikit minder.
..."Sepertinya ia benar-benar jatuh cinta pada pria brengsek itu! Ya mau gimana lagi, aku juga tak bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta!" ๐ฎโ๐จAira melihat ke arah luar jendela mobil....
Mobil Lita dan Aldo memasuki halaman rumah ๐ keluarga Pangestu, Aldo langsung memasukkan mobilnya di garansi. Lita dan Aira turun dari mobil, mereka bergandengan tangan.
"Nona Lita, terima kasih sudah mengantarkan Aira! Ini sudah larut malam ๐ sebaiknya kamu cepat kembali!" Aldo menghampiri Lita dan Aira sambil mempersilahkannya untuk pulang.
Lita pikir Aldo akan mempersilahkannya masuk, namun ia justru di usir secara halus oleh Aldo tanpa di sambut masuk ke rumah Pangestu.
..."Tidak masalah, Aira aku harus pulang! Jaga diri mu baik-baik!" Lita terlihat murung dan sedih.๐...
__ADS_1
"Lita, jangan pergi! Ini sudah larut malam, tetaplah tinggal di sini, ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu!" Aira merasa tak enak hati melihat Lita yang di usir secara halus oleh Aldo.
...Saat Lita membalikkan badan, Aldo sudah lebih dulu menggenggam tangan Aira dengan erat hingga ia merasakan sakit di pergelangan tangannya....
"Kamu bisa bicara dengannya besok! Ini sudah malam ๐, tak baik bagi wanita yang belum menikah untuk tinggal di rumah orang! Menurutlah Aira!" Aldo tersenyum melihat ke arah Lita.
..."Hem dasar pria brengsek!!" Aira berusaha menahan amarahnya, setidaknya hingga Lita sudah pergi.๐คฌ...
" Tuan Aldo benar Aira! Sampai jumpa besok dan selamat malam" Lita bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan keluarga Pangestu, meski sebenarnya ia tak rela melangkah pergi dari sana. Hari ini rencananya benar-benar gagal total.
"Cukup Aldo! Aku mau kembali ke rumah ini hanya demi Aldi, kali ini aku akan memaafkan mu karena dia! Dia sudah mengorbankan dirinya demi menyelamatkan mu, tapi apa yang sudah kau lakukan pada ku dan dia hah!" Aira berteriak mengeluarkan semua kekesalan dan emosinya.๐คฌ
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
***Terperdaya oleh tampilan manis mu
Terbelenggu indahnya cinta mu
Terbang melayang merasakan cinta kasih mu
Kini ku terjatuh ke jurang terdalam
Kau hempaskan ku hingga jatuh
Berkali-kali mencoba bangkit
Berkali-kali pula kau jatuhkan ku
__ADS_1
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น***