Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Perhatian Aldo


__ADS_3

Aira bermain dengan anak-anak panti hingga pukul 4 sore, ia bergegas mencari bus untuk pulang. Saat di dalam bus Aira masih memikirkan keadaan Aldi, ia tak tahu harus bagaimana untuk bisa membantu suaminya.


..."Ini pak uangnya!" Aira memberikan selembar uang limapuluh ribuan pada sopir bus....


"Kembaliannya mbak" Sopir bus mengulurkan uang tiga puluh ribu sebagai kembalian pada Aira.


"Nggak usah pak, anggap aja rejeki bapak!" Aira bergegas turun dari bis. Ia masih harus berjalan kaki menuju mansion, jaraknya lumayan masih jauh.


...Kendaraan umum dilarang memasuki area tanah milik keluarga Pangestu, Aira hanya tak ingin merepotkan pak Burhan yang sudah pasti memiliki banyak pekerjaan lain yang harus ia kerjakan....


"Assalamualaikum!" Aira memasuki rumah.


"Ya ampun nyonya, kenapa tidak menunggu saya menjemput nyonya saja! Kenapa nyonya malah pulang sendiri?" Pak Burhan bergegas menghampiri Aira dengan begitu paniknya.


..."Tidak apa-apa, pak Burhan lanjutkan pekerjaan bapak saja!" Aira tersenyum ramah....


"Bibi, apa kamu sedang menyiapkan makan malam? Biarkan aku membantu mu ya!" Aira bergegas menuju dapur tempat bibi Lina sedang sibuk menyiapkan makan malam.


..."Wah, nyonya sedang membuat salat buah kiwi ya! Tuan Aldo sangat menyukai buah kiwi, ia pasti senang!" Lina bicara sambil tersenyum....


"Ini untuk Aldi bi, suami ku pasti suka kan bi?" Aira begitu antusias.


..."Idih siapa juga yang mau buat salad untuk Aldo! Kalau dia mau bisa buat sendiri, nggak ada urusannya sama aku!" Aira bicara dalam hatinya sambil memutar bola matanya malas mendengar nama Aldo....

__ADS_1


"Ngomong-ngomong apa nggak sebaiknya kita bawa Aldi ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif! Dari pada terbaring di rumah hanya untuk mempertahankan hidupnya saja?" Aira mencoba menyampaikan pendapatnya pada Lina.


"Dia sudah hampir menyerah pada hidupnya saat mendapatkan berita tentang kematian nona Serly! Tak peduli bagaimana tuan Aldo membujuknya atau memaksanya ia tetap tak mau keluar dari kamarnya!" Lina mendesah merasa pilu dengan keadaan Aldi sekarang.


..."Jadi Aldi sudah memiliki gadis yang ia cintai, apakah ia menikahi ku juga karena dipaksa seperti aku saat ini?" Aira menerka-nerka dalam hatinya....


"Aku akan bawa ini ke kamar Aldi sekarang!" Aira berjalan menuju tangga.


..."Wah..wah kau membuat salad buah kiwi kesukaan ku hanya untuk mengambil hati ku ya?" Dengan pedenya Aldo tersenyum dan hendak mengambil salad buah dari tangan Aira....


"Apa dia bilang tadi? Dasar cowok nggak tahu malu! Kepedean" Aira menggerutu dalam hatinya.


..."Jangan mimpi! Salad ini ku buat kusus untuk Aldi jadi menyingkirlah! Kau menghalangi jalan ku!" Ucap Aira ketus sambil menepis tangan Aldo yang hampir menyentuh piring berisi salad buatannya....


..."Hmm, sayangnya kakak ku tercinta nggak bisa makan buah-buahan yang mewah itu tuh!" Aldo tertawa sinis....


"Ini bukanlah hal yang mewah, ini hanya buah-buahan dan aku hanya ingin kakak mu merasa senang juga bisa menambah nafsu makannya!" Aira mulai kesal dengan Aldo.


Aldo tak menghiraukan Aira yang berteriak kesal padanya, ia justru dengan tenangnya mengambil sepotong buah kiwi di salad itu lalu memakannya.


..."Dasar brengsek!" Pekik Aira yang semakin kesal padanya. Saat Aldo mengulurkan tangan hendak mengambil potongan salad lagi, Aira bergegas menyingkirkannya ke samping kanannya agar Aldo tak bisa menjangkaunya....


"Sato potong saja, sudah ku bilang ini untuk Aldi!" Aira mulai merendahkan suaranya. Aldo tertegun mendengar ucapan Aira.

__ADS_1


..."Hanya makanan cair yang bisa ia makan untuk saat ini!" Aldo juga berbicara dengan lembut pada Aira saat ini....


"Uhg, maaf aku..aku akan menghancurkannya hingga halus kalau begitu!" Aira merasa tak enak hati saat mengetahui hal itu.


..."Tidak masalah, biarkan aku membawanya! Mungkin kakak ku akan merasa bahagia hanya dengan melihat hasil karya mu ini!" Aldo mengambil alih piring berisi salad buah itu lalu membawanya ke lantai atas....


Jantung Aira berdetak kencang, ini pertama kalinya Aira melihat Aldo bersikap begitu lembut dan baik sejak pertama kali mereka bertemu hingga kini.


"Dia begitu baik dan perhatian pada kakaknya, mungkin benar apa yang di ucapkan Lina, ia pasti bisa menjaga dan merawat Aldi dengan baik jika ia tetap tinggal di rumah ini!" Aira tersenyum simpul melihat kepergian Aldo.


"Tapi jika ia sudah menikah nanti, akulah yang bertanggung jawab menjaga dan merawat Aldi!" Aira memegangi dadanya yang merasa hangat saat melihat perlakuan Aldo pada kakaknya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Perasaan yang tak menentu


Perlakuan yang berbeda


Rasa yang singgah hanya untuk sesaat


Memori masa lalu hadir kembali


Hadirkan luka yang tak terelakkan

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2