Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Hancur


__ADS_3

"Apa yang ku pikirkan? Di dunia ini tak ada yang peduli pada ku!" Aira bicara dalam hati sambil menahan rasa takutnya.


..."Hahaha...jika kau berteriak lagi, pisau ini akan menembus dan mengoyak isi perut mu itu!" Ancam seorang pria yang tengah memegang pisau di tangannya....


Para pria itu mulai mendekati Aira dengan tawa menjijikan, Aira berusaha melangkah mundur meski sulit karena tubuhnya yang bergetar ketakutan. Tiba-tiba pria itu mengayunkan pisau itu ke arah Aira.


"Zrasss"


Suara pisau itu mengenai sesuatu, Aira memejamkan matanya. Ia tak merasakan apapun, Aira memberanikan diri membuka matanya.


"Deg"


"Deg"


Suara detak jantung Aira saat melihat seseorang di depannya berdarah lengan kanannya akibat pisau yang di arahkan ke Aira mengenai lengan orang itu.


..."Aldo.... kenapa ia ada di sini?" Aira melihat Aldo terluka karena menahan pisau....


Aldo menghempaskan pisau itu dan memukul mereka. Pertarungan tak seimbang dua lawan satu, namun bisa di lihat Aldo lebih lihai dan unggul dari mereka berdua. Satu orang lagi ingin menangkap Aira, dengan sigap Aira mengambil batang kayu disisi kanan jalan lalu memukuli pria satunya lagi.


...Setelah melumpuhkan pria itu Aira berlari memanggil taksi meninggalkan Aldo yang masih bertarung dengan dua orang yang menyerangnya tadi....


"Apakah dia hanya lewat atau sengaja menunggu hal ini terjadi" Aira bicara dalam hati sambil memperhatikan Aldo dari jendela taksi.


..."Humf, biarkan saja! Bagaimanapun juga ia tak berniat untuk menyelamatkan ku!" Aira memalingkan wajahnya....


Aldo yang menyadari kepergian Aira bergegas menaiki mobilnya. Ia mengikuti taksi yang di naiki Aira diam-diam. Saat mengingat kejadian Aira memukuli preman tadi tiba-tiba saja Aldo tertawa keras, ia merasa tingkah Aira benar-benar lucu.

__ADS_1


..."Puft, hahaha....." Aldo berhenti tertawa saat taksi itu berhenti tepat di depan rumah keluarga Sanjaya....


Aldo tidak juga turun, ia terus memperhatikan gerak-gerik Aira.


..."Paman, bibi aku pulang!" Aira membuka pintu perlahan....


"Aira kenapa kamu pulang larut malam begini? Apa yang terjadi?" Paman Aira bergegas mendekati Aira.


..."Kenapa kamu menangis?" Andra terlihat begitu mengkhawatirkan Aira....


"Aku tak apa-apa paman! Aku lelah, aku akan pergi ke kamar untuk istirahat!" Aira berlari menaiki tangga ke kamar yang dulu ia tempati.


..."Ada apa dengannya?" Andra duduk di samping Gisel istrinya di ruang tamu....


"Mungkin ini karena uang!" Gisel terlihat sedikit salah tingkah.


"Apa? Sinta jangan bicara sembarangan!" Andra mulai merasa resah.


"Itu kan mungkin aja terjadi pada orang yang cacat! Bahkan sering ada kasusnya!" Sinta masih bicara sambil mengintip dari balik tembok. Hanya kepalanya saja yang terlihat.


..."Apa benar Aldo depresi dan menjadikan Aira sebagai pelampiasan! Jika benar Aira pasti tersiksa di sana!" Andra merasa bersalah pada keponakannya itu ...


Aira membanting tubuhnya di kasur, ia meringkuk dan menangis. Ia mengingat setiap kata dan perlakuan Aldo padanya. Hatinya benar-benar hancur, di hina dan dipermalukan oleh Aldo.


"Tok"


"Tok"

__ADS_1


Suara pintu di ketuk dari luar.


"Aira, kau tak apa nak? Paman masuk ya sayang!" Paman Aira yang merasa khawatir datang membawa teh hangat dan sepotong kue tart kesukaan Aira.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


***Rindu yang tak tersampaikan


Cinta yang tak tergapai


Rasa yang tak terbalaskan


Terbiasa dalam asa


Membawa cinta tiada akhir


Membawa rasa tanpa ada yang peduli


Rasa ku tak tersampaikan


Kau pergi tanpa jawaban


Tak ada kepastian akan perasaan ku


Kau gantung ku antara harapan dan luka


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***

__ADS_1


__ADS_2