Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Lari Dari Rumah


__ADS_3

"Burhan, kamu sudah tertipu olehnya! Baru juga beberapa hari ia menikah dengan keluarga ini, ia sudah mulai bertingkah dan menunjukkan sifat aslinya!" Aldo berbicara dengan nada merendahkan.


..."Memang apa yang sudah dilakukan oleh nyonya Aira sehingga tuan bicara seperti itu?" Burhan mulai merasa tuannya ada salah paham pada Aira....


..."Dia meminta uang seratus juta!" Aldo tertawa meremehkan....


"Kepolosan dan kesuciannya hanyalah tameng belaka! Dia sama dengan perempuan Jahan lainnya, kini ia ingin bermain trik kejar-kejaran dengan ku! Huh dasar licik!" Aldo bicara dalam hati sambil menatap Aira yang telah melewati pagar rumahnya sambil berlari.


"Sejak insiden kecelakaan itu terjadi, tuan Aldo selalu mengasingkan diri dan tak pernah percaya pada siapapun lagi! Dia jadi bersikap dingin dan kejam pada siapapun" Burhan bicara dalam hati sambil saling tukar pandang dengan Lina.


..."Bahkan kesucian dan kepolosan nyonya Aira ia anggap sebuah trik kotor dan tindakan jahat olehnya! Jika seperti ini tidak mungkin hati tuan bisa luluh oleh nyonya Aira!" Burhan dan Lina saling melirik dan bicara dalam hati masing-masing....


"Meski begitu, Nyonya Aira adalah istri mu yang sah secara agama dan negara tuan! Kau tak bisa mengabaikannya begitu saja" Burhan tak ingin menyerah meski Aldo begitu keras kepala.


..."Benar juga, aku kan masih punya sertifikat pernikahan ditangan ku!" Aldo diam-diam tertawa penuh kemenangan dalam hatinya....


"Cukup, aku tahu! Aku akan mencarinya, kalian dilarang menceritakan tentang kejadian ini pada Aldi! Siapapun yang berani mengatakannya pada Aldi, kalian akan merasakan konsekuensinya!" Aldo berlalu keluar dari rumah untuk mencari Aira yang lari dalam keadaan hujan lebat dan juga sudah larut malam.


..."Sayang sekali, nyonya Aira adalah gadis yang baik! Nasibnya benar-benar malang!" Burhan bicara dengan Lina sambil menatap kepergian Aldo....


"Aku percaya, nyonya pasti bisa meluluhkan hati tuan Aldo! Suatu saat nanti tuan Aldo pasti bisa mencintai nyonya Aira dengan sepenuh hatinya!" Lina menepuk bahu Burhan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku tidak yakin akan hal itu, jika tuan Aldo sendiri tak mau membuka hatinya dan membuat perubahan akan sifatnya itu!" Burhan menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafas dengan berat.


"Dingin sekali, bagaimana ini? Aku harus kemana? Aku lupa membawa ponsel dan dompet ku!" Aira menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Aku tidak mau kembali ke rumah itu lagi! Aku tak mau bertemu dengan si brengsek itu! Lebih baik aku mati kedinginan dan kelaparan di jalanan daripada bertemu dengannya!" Aira terus saja berjalan di tengah gelapnya malam dan derasnya hujan.


Tubuh Aira menggigil kedinginan, badannya lemas karena dari tadi pagi belum sempat makan apapun. Ia tak tahu harus pergi kemana, tiba-tiba saja dari arah berlawanan muncul tiga orang pria yang sedang mabuk.


..."Hey cantik, sendirian aja! Temani kita-kita ini yuk!" Salah seorang pria mulai mendekati Aira, bau alkohol begitu menyengat dari tubuh mereka....


"Ayo bersenang-senang dengan kami! Kami tak akan mengecewakan mu!" Mereka bertiga semakin mendekati Aira.


"Jangan mendekat! Pergi, menjauhkan dari ku!" Aira berusaha melangkah mundur menjauh dari mereka, tapi mereka semakin mendekatinya.


"Aku harus berlari ke jalan atau tempat yang banyak orang!" Saat Aira hendak berlari, para pria itu telah menangkapnya.


"Jangan lari manis" Ucap pria yang memegangi tangan Aira.


"Benar, kamu nggak boleh pergi sebelum kami puas bersenang-senang dengan mu! Tenang saja, kami pasti membayar mu" Ucap pria lainnya lagi.


..."Siapapun tolong aku! Ada orang jahat, tolong....!" Aira berteriak sekeras yang ia bisa, ia berharap ada yang mau menolongnya....

__ADS_1


"Celaka, dasar wanita bodoh! Diam jangan berteriak lagi!" Seorang lagi mengeluarkan pisau dari balik saku celananya.


Aira terkejut dan ketakutan, ia menangis, tubuhnya bergetar menahan rasa takut. Ia berharap ada seseorang yang datang untuk menolongnya, meski tahu tak ada siapapun yang akan peduli padanya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


***Terasa berat menitih beban hidup sendirian


Tak ada kawan, tak ada kasih


Miris hati, tersadar akan hidup ini


Hidup tiada bahagia ataupun cinta


Tak adakah bahagia untuk ku


Tak pantaskah diri ini untuk mencinta


Kotorkah diri ini untuk di cinta


Ku benci diri ku

__ADS_1


Ku benci akan ketidakberdayaan ini


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***


__ADS_2