Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Tingkah Aira dan Aldo


__ADS_3

Aira bergegas bangun dan membersihkan diri, saat selesai ia menoleh ke arah tempat tidur yang berantakan akibat ia yang terus bergeser menjauhi Aldi. Aira merapikan tempat tidur dengan senang ia mengerjakannya sendiri, tak sengaja ia menemukan benda aneh di bawah bantal milik Aldi.


🙍" Apa ini? Kenapa ada di bawah bantal milik Aldi?" Aira membawanya turun ke lantai bawah.


...🙍" Bibi apakah Aldi sudah sarapan?" Aira langsung menghampiri Lina yang sedang membersihkan dapur....


...🧑‍🦰" Tuan Aldi sudah selesai sarapan, ia di bantu oleh tuan Aldo!" Lina tersenyum melihat Aira yang malu karena telat bangun....


🙍" Ugh, ini karena aku bangun kesiangan!" Aira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


...🙍" Oh iya, pak Burhan apa kamu tahu ini benda apa?" Aira menunjukkan benda yang ia temukan di bawah bantal milik Aldo....


🧑‍🦳" Eh, ini kan alat perubah suara milik tuan Aldo! Jika ini terjatuh di tempat tidur, apakah itu berarti mereka berdua sudah tidur bersama?" Burhan berkata dalam hati dan senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan benda yang baru saja di berikan Aira.


...🙍" Apakah kamu tahu? Aku takut itu semacam alat penyadap yang di gunakan untuk memata-matai Aldi....


Aira terlihat gelisah sementara Burhan masih tersenyum sambil memperhatikan alat itu. Tiba-tiba saja Aldo datang dan mengambil alat itu dari tangan Burhan. Burhan terkejut sambil menoleh ke arah Aldo.


...🧑‍🦱" Aku akan menyelidikinya!" Aldo bicara sambil berjalan ke arah meja makan....


...🙍" Baiklah!" Aira hanya bisa pasrah....


Bagi Aira mungkin akan lebih aman jika Aldo yang menyelidiki benda apa itu, karena ini berhubungan dengan keamanan dan keselamatan Aldi dan seluruh anggota keluarga Pangestu.

__ADS_1


...🧑‍🦱" Kakak ku akan melakukan perawatan yang lebih lanjut dan intensif, lebih baik kamu jangan mengganggunya dulu! Dan bersikap baiklah, jangan membuat masalah untuk keluarga Pangestu!" Aldo bicara sambil makan tanpa menoleh ke arah Aira....


🙎" Dasar brengsek, bagaimana bisa ia menyebut ku sebagai pembuat masalah! Dasar, kalau mau ngomong harusnya ia ngaca dulu, dialah yang selalu membuat masalah dengan ku" Aira merasa kesal dalam hatinya.


...🙎" Aldo! Orang yang selalu membuat masalah itu kamu, seharusnya kamu lebih bisa menghargai dan menghormati ku sebagai kakak ipar mu!" Karena tak tahan dengan kata-kata Aldo, Aira pun berteriak padanya....


🧑‍🦱" Kemaren malam begitu lemah lembut, kenapa sekarang sikapnya berubah jadi seperti 🐅 harimau liar lagi!" Aldo menggerutu dalam hati mencoba sebisa mungkin agar tak terpancing emosinya.


...🧑‍🦱" Huft, dengarkan aku baik-baik! Aku tak pernah menganggap mu sebagai KAKAK IPAR jadi berhentilah mengklaim bahwa kamu adalah KAKAK IPAR ku!" Aldo menekankan kata kakak ipar pada Aira....


Aira benar-benar marah mendengar penuturan Aldo, sepertinya Aira merasa Aldo tak bisa menerimanya sebagai kakak iparnya. Bahkan Aldo dengan jelas menekan kata-katanya saat bicara. Aira begitu marah, namun Aldo begitu santai dan tetap melanjutkan sarapannya meski ia sedang ditatap tajam oleh Aira.


🤦" Kemaren aku berjanji pada Aldi akan bersikap baik pada Aldo, tapi bagaimana bisa aku melakukannya sementara Aldo selalu mencari masalah dengan ku!" Kemarahan Aira hampir meledak.


...🧑‍🦱" Ambil ini, dalam kartu itu ada beberapa ratus juta! Kau bisa menggunakannya sesuka mu!" Aldo bicara sambil melirik ke arah Aira....


...🙎" Setelah apa yang ia lakukan pada ku, kini ia berpura-pura baik dan memberikan ku uang! Apa maksudnya? Apa dia sengaja ingin mempermalukan ku lagi?" Aira masih berfikir....


...🙎" Terima kasih atas kebaikan tuan Aldo yang terhormat, tapi aku sudah tidak membutuhkan uang itu lagi!" Aira mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam mata Aldo yang mulai tersulut emosi....


🧑‍🦱😡" Kembalikan uang itu pada keluarga Sanjaya! Apa kau ingin mempermalukan keluarga Pangestu? Sadarlah siapa diri mu sekarang!" Kini Aldo benar-benar emosi.


🙍" Darimana ia tahu kalau aku meminjam uang pada keluarga Sanjaya? Tapi bagus juga jika aku mengambil uangnya, anggap saja aku sedang membantunya melakukan hal baik! Dia kan begitu arogan dan dingin, sekalian saja aku habiskan biar dia dapat sedikit pelajaran!" Aira bicara dalam hatinya sambil melirik ke arah Ald.

__ADS_1


Akhirnya Aira mengambil kartu itu dari tangan Aldo, Aldo yang melihat Aira mengambil kartu itu pun tersenyum sambil memperhatikan Aira.


🧑‍🦱" Kamu bisa menggunakannya sesuka mu! Tak perlu berhemat karena memikirkan ku! Kedepannya bersikap baiklah!" Aldo tersenyum menatap mata Aira.


🙍" Aku hanya akan mengambil dua ratus juta saja!" Aira bergegas berbalik dan mengalihkan pandangannya.


Wajah Aira memerah karena malu, Aldo terus saja menatapnya, membuatnya kian salah tingkah. Aldo masih saja memperhatikan gerak gerik Aira. Burhan dan Lina yang sedari tadi melihat pertengkaran serta tingkah konyol mereka berdua hanya bisa menghela nafas sambil mengelus dada mereka.


...🧑‍🦱" Heem, dua ratus juta! Apa ia pikir aku percaya? Dia kira aku anak TK apa dengan mudah percaya kata-katanya." Aldo bicara dalam hati....


🤦" Kenapa aku selalu merasa sesak, seakan tak bisa bernafas saat berada dekat dengannya? Dan jantung ku kenapa juga berdetak cepat banget? Huft.." Aira berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, ia berusaha menenangkan dirinya.


🧑‍🦱" Halo, oke aku segera ke sana!" Aldo menjawab sebuah panggilan masuk dan langsung bergegas pergi meninggalkan rumah menuju suatu tempat dimana seseorang yang menelfonnya berada.


Burhan dan Lina saling pandang merasa bingung dengan tingkah mereka berdua. Akhirnya mereka berdua sama-sama mengangkat tangan tanda tak mengerti, kini mereka pun bergegas kembali pada pekerjaan masing-masing.


Aira pergi menuju panti untuk memberikan uang itu pada nyonya Arman agar segera bisa digunakan untuk membiayai operasi anak itu. Aldo pun tersenyum di dalam mobilnya sebelum pergi karena teringat akan tingkah Aira, sementara Aldi yang mengawasi gerak-gerik mereka dari kamera CCTV ikut tersenyum lega.


👱" Akhirnya ada sedikit kemajuan dalam hubungan mereka berdua!" Aldi tersenyum sambil terus memperhatikan layar laptopnya.


Di jalan Aira berhenti di toko mainan, ia ingin membeli beberapa mainan untuk anak-anak panti. Setibanya di panti, anak-anak begitu antusias dan senang melihat mainan yang dibelikan Aira untuk mereka.


🙍" Setelah dari sini aku harus ke rumah keluarga Sanjaya, aku harus mengembalikan uang Lita kemaren!" Aira bermain sebentar dengan anak-anak panti sambil menunggu kedatangan nyonya Arman.

__ADS_1


🙍" Nyonya, ini tolong gunakan untuk biayai operasi anak itu! Maaf hanya ini yang bisa ku lakukan untuk membantu anak-anak panti!" Aira mengulurkan amplop cokelat berisi uang seratus juta.


__ADS_2