
Pagi hari Aira terbangun, ia baru sadar jika semalam ia menunggu Aldi kembali dari terapi sambil membaca buku hingga tanpa sadar ia ketiduran.
..."Uhg, nyenyak banget tidur ku! Hoam, padahal aku berniat nunggu Aldi pulang Terapy! Dasar ceroboh aku ini" Aira bicara sambil menguap....
Dari dalam kamar mandi terdengar suara gemericik air, seseorang sedang mandi di sana. Aira mendekati kamar mandi.
..."Apa itu Aldi ya?" Aira mencoba menerka dalam hatinya....
"Aldi, apa kamu butuh bantuan?" Aira berteriak dari depan pintu kamar mandi.
Tok
Tok
Tok
Aira terus mengetuk pintu kamar mandi sambil memanggil Aldi.
"Al, aku masuk ya! Biar aku membantu mu!" Aira membuka pintu kamar mandi.
"Al, apa kamu nggak apa-apa? Aku akan membantu mu!" Di dalam kamar mandi Aira menatap seseorang yang ternyata bukanlah Aldi.
...Aira menatap tubuhnya hingga sampai ia melihat bagian bawah perut pria itu....
"Argh.....!" Aira menutup matanya menggunakan tangan, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
..."Aldoo ....ngapain kamu di sini? Ugh, apa yang kamu lakukan di kamar mandi ku?" Aira berteriak sambil menutup seluruh wajahnya....
__ADS_1
"Ngapain sih pagi-pagi sekali udah teriak nggak jelas! Ada masalah? Kalau nggak mending kamu keluar deh!" Aldo tertawa sinis melihat Aira yang tiba-tiba muncul di kamar mandi.
..."Arrgg, maaf...maaf aku keluar!" Aira berlari hingga sampai depan pintu kamarnya....
Aldo mengambil handuk untuk menutupi bagian bawahnya dan mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Ia tertawa melihat kehebohan dan kebodohan Aira.
"Wwaa...bodohnya aku, ini benar-benar malu-maluin! Ntar harus gimana coba?" Aira merasa was-was di depan pintu kamarnya.
"Tunggu-tunggu, bukannya tadi aku manggil Aldi dari luar dan kenapa ia nggak jawab coba?" Aira mulai merasa ada yang nggak bener.
"Jangan-jangan dia sengaja lagi, biar aku merasa malu! Tapi kenapa dia melakukan itu? Jelas-jelas aku kakak iparnya, apa dia nggak menghormati kakaknya? Di rumah ini kan banyak kamar mandi!" Aira mulai merasa kesal.
"Apa aku harus memberitahu hal ini pada Aldi! Nanti kalau mereka berantem gimana, Aldi kan masih sakit!" Aira bicara sendiri dalam hati.
"Lebih baik aku kasih tahu bibi Lina saja, ia kan begitu baik dan selalu menjaga ku!" Aira berjalan menuju lantai bawah di mana Lina sedang menyiapkan sarapan untuk semua orang.
"Tentu saja! Itu kan kamar untuk kalian berdua yang di berikan kusus oleh tuan Aldi!" Lina menjawab di dalam hatinya.
"Tolong beritahu padanya untuk mandi di kamarnya sendiri! Jika ia mandi di kamar Aldi, kan berasa canggung jadinya!" Aira mencoba menyusun kata-katanya agar tak salah bicara.
"Baiklah nyonya, nanti biar saya yang kasih tahu!" Lina tersenyum ramah pada Aira.
"Kamu memang yang terbaik bi! Eh, apa itu sarapan untuk Aldi? Berikan pada ku bi, biar aku yang bawa ke atas! Biar aku yang akan menyuapi dia makan" Aira meminta nampan berisi makanan untuk Aldi dari tangan Lina.
Aira berjalan ke lantai atas, di sana ia bertemu dengan Aldo. Pandangan mata Aldo begitu tajam padanya, Aira sedikit merasa tak nyaman dengan hal itu.
"Ugh, apa ia denger pembicaraan ku dengan bibi tadi? Sudahlah biar dia bisa sedikit lebih menghormati ku sebagai kakak iparnya!" Aira bicara dalam hati sambil menghindari tatapan mata Aldo.
__ADS_1
..."Berikan itu pada ku!" Aldo bicara dengan nada dinginnya....
"Ini adalah tugas ku, aku istrinya! Suatu saat kamu akan menikah dan pergi dari sini dengan keluarga mu sendiri jadi biarkan aku yang merawatnya!" Aira memberanikan diri bicara meski ada rasa takut dalam hatinya saat melihat tatapan tajam Aldo padanya.
"Bagi ku tak ada yang lebih penting dari pada saudara ku!" Jawab Aldo dengan tegas sambil mengambil nampan berisi makanan untuk Aldi.
Aldo berjalan menjauh dari Aira menuju ruangan dimana kakaknya terbaring mendapatkan perawatan. Aira yang melihat sikap Aldo yang melarangnya merawat Aldi merasa sakit di hatinya. Aira kembali turun ke lantai bawah.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Berada di antara dua pilihan
Di hadapkan pada kenyataan sulit
Tak ada pilihan termudah yang bisa ku pilih
Mengharuskan ku memilih bertahan atau pergi
Keluarga atau cinta
Sama halnya, Jantung atau hati
Bagaimana aku bisa
Kehilangan salah satunya membuat ku mati
Ku tak bisa memilih
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹