Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Perasaan


__ADS_3

Tak ada yang nyata


Yang ada hanya kebahagiaan semu


Menjerat diri kian mendalam


Dalam kesengsaraan dan kebencian


Membawa hati kian meradang


Tenggelam dalam dendam tak berkesudahan


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aira menatap Aldo yang sepertinya menahan rasa sakit saat dokter mulai mensterilkan luka di punggungnya. Aira merasakan ada getaran aneh di dalam hatinya, air matanya keluar tanpa bisa dicegah.


..." Tuan, selama dua hari ini luka anda tidak boleh terkena air dulu!" Dokter bicara sambil membalut luka Aldo yang sudah selesai di jahit....


..." Baiklah aku mengerti, kau bisa kembali ke ruangan kakak ku!" Aldo menggerakkan tangannya memberi isyarat pada dokter untuk meninggalkannya....


" Baiklah tuan, saya permisi kembali ke ruang perawatan tuan Aldi!" Dokter bergegas pergi menuju ruang perawatan Aldi.


Kini di ruangan itu hanya tersisa Aira dan Aldo. Aldo diam merenungkan apa yang terjadi hari ini, ia merasa harus semakin waspada pada Baskoro. Aira memperhatikan Aldo yang terlihat diam saja. Aira mendekat ke arah Aldo dan menyelimuti tubuh Aldo dengan selimut. Aldo menoleh ke arah Aira, Aira masih menangis. Aldo bingung melihat Aira yang dari tadi masih menangis.


..."Kenapa kamu menangis? Kau masih merasa takut dengan kejadian tadi?" Aldo menatap Aira....

__ADS_1


"Terimakasih telah menghadang pisau itu untuk ku! " Aira tak berani menatap wajah Aldi, entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat menatap Aldo.


..."Jadi gimana caranya kau mengungkapkan rasa terimakasih mu pada ku? Jika hanya bicara saja, sepertinya tak cukup terlihat tulus!" Aldo menyeringai licik....


Aldo menarik Aira hingga jatuh di atas pangkuannya. Entah kenapa setiap kali berada di dekat Aira, Aldo merasa begitu bergairah. Aira yang menyadari sikap Aldo bergegas mendorongnya mundur sambil bangkit menjauh dari Aldo.


" Aku dan kakak mu akan mencarikan istri yang baik untuk mu!" Aira memegangi bajunya dengan erat.


"Wanita bodoh ini, bagaimana bisa ia berfikir ingin mencarikan istri untuk suaminya sendiri! Dia ini benar-benar tak memandang ku sebagai suaminya, sepertinya aku harus memberinya pelajaran..." Aldo bicara dalam hati, merasa kesal pada kebodohan Aira.


(Itu kan salah kamu sendiri Aldo, dia kan tahunya Aldi yang jadi suaminya! Siapa suruh kamu pura-pura jadi Aldi! Author jadi gemes deh)


Aldo bergegas menangkap tubuh Aira dalam pelukannya. Aira yang tak siap pun terperangkap dalam pelukan Aldo. Aira berusaha memberontak namun tak bisa, tenaganya kalah jauh jika di bandingkan dengan Aldo.


Aira semakin ketakutan, ia berusaha melepaskan diri. Aldo semakin mendekatkan wajahnya ke leher Aira.


" Apa yang kau lakukan? cepat bangun, lepaskan aku Aldo!" Aira berteriak.


..." Bukankah kamu ingin berterimakasih kepada ku? Biar aku sendiri yang mengambil imbalan ku!" Aldo menatap tajam ke arah Aira....


..."Perasaan ini, ada apa dengan ku? Aku merasa nyaman saat dengannya, dan aku ingin selalu menggodanya!" Aldo masih menatap Aira sambil bicara dalam hatinya....


"Kau....kau...beraninya kau ingin berbuat hal ini pada ku! Apa kau tak merasa bersalah pada kakak mu?" Aira menatap sinis ke arah Aldo.


..." Aku melakukan apa pada mu, apa hubungannya dengan kakak ku?" Aldo tertawa merasa tingkah Aira benar-benar lucu....

__ADS_1


Aira hampir menendang perut Aldo, Aldo berhasil menghindarinya. Saat Aldo akan bangkit, lukanya terasa sakit dan nyeri. Membuatnya tak bisa bergerak, Aira yang melihat Aldo tak bergerak mengambil kesempatan dan menendangnya hingga ia terjungkal ke belakang. Aira bergegas melarikan diri.


" Hei, mau kemana kau! Kau harus membantu ku untuk mandi sebentar lagi!" Aldo berteriak pada Aira yang ingin kabur.


" Tak ku sangka ia berani menendang ku! Apa ia tak ingin punya anak, dasar gadis bodoh!" Aldo mengumpat kesal dalam hatinya.


..."Membantunya mandi, biar aja dia jadi bau sampai mati! Aku tak akan pernah mau membantunya mandi, dasar brengsek...." Aira mengumpat sambil terus berlari keluar menuju lantai bawah....


"Dokter, kau sudah kembali!" Burhan berbicara pada dokter pribadi keluarga Pangestu.


..."Iya pak Burhan, kenalkan. Mereka rekan kerja ku! Mereka adalah dokter spesialis luka bakar!" Dokter memperkenalkan beberapa rekan kerja yang ia bawa untuk menangani Aldi....


"Senang bertemu dengan mu pak Burhan!" Sapa mereka semua pada Burhan.


..."Nyonya, apakah kau terkejut dan takut! Aku akan buatkan sup penenang untuk mu!" Lina menghampiri Aira yang baru saja turun dari lantai atas....


" Aku tak apa bi, kau lanjutkan saja pekerjaan mu! Tak perlu mengkhawatirkan aku!" Aira berusaha tersenyum.


..."Oh ya bi, bagaimana keadaan Aldi? Siapa orang-orang ini?" Aira menoleh ke arah para dokter....


"Mereka adalah rekan kerja dokter pribadi keluarga Pangestu, mereka adalah dokter spesialis luka bakar! Huft, apa gunanya banyak dokter spesialis jika dalam hati tuan Aldi sendiri sudah tak ada keinginan untuk hidup!" Lina menyeka air matanya.


" Tak ada keinginan untuk hidup..." Aira bermonolog dalam hatinya.


"Apakah ini karena Serly?" Aira menoleh ke arah Lina.

__ADS_1


__ADS_2