Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Hadirnya Sebuah Rasa


__ADS_3

***Memulai awal baru dengan senyuman


Hadir mu beri ku harapan


Memberi ku rasa nyaman


Hadirkan kepercayaan pada cinta


Tumbuhkan tunas bahagia


Tak percaya ku bisa dapatkan kasih mu


Berharap tak ada lagi luka di hati


jangan lupa like dan komen ya biar author bisa makin semangat berkarya makasih 🙏☺️


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***


"Ada apa dengan Burhan? Biasanya dia paling khawatir dan peduli pada Aldo, kenapa sekarang ia malah diam aja!" Aira bicara dalam hatinya.


..."Pak Burhan, lebih baik kamu obati luka Aldo dulu! Jika sudah kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu, kan hanya di tinggal sebentar juga nggak masalah!" Aira masih mencoba membujuk Burhan....


"Benturan di kepala ku masih sakit nyonya, aku tak bisa terlalu banyak bergerak! Itu membuat ku pusing, lebih baik nyonya saja yang lakukan! Cepatlah nyonya, jangan membuat tuan menunggu terlalu lama.." Burhan berpura-pura memegangi kepalanya yang sebenarnya sudah tidak terasa sakit lagi.


Aira pergi meninggalkan ruangan Burhan dengan kecewa, ia pergi ke dapur mencari Lina. Aira ingin meminta Lina melakukan hal itu.


"Bibi Lina, bisakah kau yang mengobati luka Aldo dan membantunya untuk mandi.." Aira menatap Lina dengan penuh harap.

__ADS_1


..."Aduh nyonya kenapa anda masih disini, aku masih harus menyiapkan makan malam untuk semua orang! Nyonya cepatlah bantu tuan Aldo, dia pasti sudah menunggu nyonya dari tadi....


"Jelas-jelas mereka berpura-pura, mereka sengaja membuat ku mengurus pria brengsek itu...Baik akan ku lakukan! Dia pasti sekarang sedang berada di kamar pribadi ku dengan Aldi!" Aira menggerutu sambil berjalan menuju lantai atas.


..."Sial, dia benar-benar berada di kamar ku...dasar brengsek, tak tahu malu ." Aira memaki Aldo dalam hatinya....


" Dia keluar masuk kamar milik ku dan Aldi seenaknya, dasar nggak punya sopan santun...nggak punya etika.." Aira masih saja mengomel dalam diam.


Aldo meminum alkohol untuk menenangkan dirinya, ia benar-benar merasa kesal pada Serly karena mempermainkan perasaan kakaknya. Aira yang melihat Aldo minum tiba-tiba menjadi merasa iba padanya.


"Apa membantu ku mandi saja begitu sulit bagi mu! Kenapa lama sekali!" Aldo menatap Aira dengan tatapan yang sulit untuk dipahami.


"Dia minum untuk menghilangkan rasa khawatir dan bersalah pada kakaknya! Jadi dia masih merasa bersalah pada Aldo!" Aira memandang Aldo sambil bicara dalam hati.


"Dia membuka paksa perban penutup lukanya, apa dia bodoh! Itu bisa membuatnya semakin sakit! Apa dia nggak bisa merasakan sakit?" Aira menatap luka di punggung Aldo.


"Aira temani aku minum sebentar!" Tiba-tiba saja Aldo menarik lengan Aira, membuatnya jatuh ke atas pangkuan Aldo.


"Dasar brengsek, mesum... apa sih maunya? Jika bukan karena luka itu, aku pasti akan memukul mu!" Aira memaki Aldo dalam hati.


..."Tak apa-apa, ini hanya luka kecil! Luka seperti ini tak akan membunuh ku, tetaplah seperti ini sebentar saja..." Aldo memeluk erat Aira dan menenggelamkan kepalanya di dada Aira....


"A...aku tak bisa bergerak, jika aku bergerak pasti dia akan marah dan berbuat yang tidak-tidak pada ku...!" Aira mencoba menenangkan dirinya, mencoba bertahan dengan posisi yang begitu canggung baginya.


Sudah lebih dari setengah jam mereka dalam posisi seperti itu. Aira mulai merasa kesal dan juga risih, ia merasa tak nyaman karena Aldo memeluknya terlalu erat.


" Tiba-tiba aku merasa dia seperti anak kecil yang butuh kehangatan dan kasih sayang... tidak-tidak apa yang aku pikirkan! Dia itu pria brengsek, mesum dan paling berbahaya yang harus aku jauhi... Dia ini sedang menenangkan dirinya atau mencuri kesempatan sih! Sepertinya ini bisa di sebut dengan pelecehan.." Aira berpikir akan tingkah Aldo padanya.

__ADS_1


..."Lepaskan aku, kau jangan begini! Aku akan mengobati dan memasang perban pada luka mu... luka mu masih terus mengeluarkan darah, itu berbahaya!" Aira mendorong pelan tubuh Aldo ke belakang, sedikit menjauh dari tubuhnya....


"Untung saja aku pernah belajar sedikit cara mengobati dan membalut luka dengan perban, huft..." Aira bernafas lega karena sudah selesai membalut luka Aldo dengan perban.


..."Aku sudah selesai membalut luka mu! Tak bisakah kau sedikit lebih menghargai tubuh mu sendiri.." Aira tanpa sadar mengomel pada Aldo, membuat Aldo tercengang dan bahagia karena ada seseorang yang memperhatikannya selain Aldi....


..."Luka itu menjadi semakin parah, sepertinya tadi ia menggunakan celup besar tenaganya... apa dia bertarung dengan seseorang? Ah sudahlah, ngapain juga aku mikirin hal kayak gitu.." Aira bicara dalam hatinya sambil menatap Aldo....


Aldo yang merasa mendapat kasih sayang dan perhatian dari Aira terus saja menatapnya. Aira yang terus-menerus mendapat tatapan dari Aldo wajahnya menjadi merah karena malu. Tatapan Aldo begitu dalam, membuat Aira tak tau harus mengartikan tatapan apa itu. Perasaan aneh muncul dalam hati keduanya. Jantung mereka berdua sama-sama berdetak cepat.


"A...aku akan mengambil air hangat untuk membersihkan darah di tubuh mu.." Aira bergegas pergi keluar dari kamar.


..."Ada apa dengan ku? Apa aku benar-benar jatuh cinta padanya seperti yang ia katakan beberapa hari lalu? Tida...tidak, aku tidak gila, bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada adik suami ku sendiri! Ayolah Aira, buang jauh-jauh pikiran bodoh mu itu..." Aira berlari menuju lantai bawah....


"Lebih baik aku fokus mikirin keadaan Aldi, Aldi membutuhkan ku di saat keadaannya kritis begini! Benar, aku harus tenang.." Aira berjalan perlahan kembali ke lantai atas sambil membawa sebaskom air dan sebuah handuk kecil.


"Huft, kenapa dia masih minum sih? Huh sudahlah, aku tak peduli..!" Aira mendekati Aldo dan mulai membersihkan punggung dan lengan Aldo.


..."Aku sudah membersihkannya, bagian tubuh yang lain kamu bersihin sendiri.." Aira mengalihkan pandangannya ke arah lain....


"Tapi aku tak mau melakukannya sendiri! Kau saja yang bersihin ya..!" Aldo menyeringai membuat Aira kesal padanya.


"Mau atau tidak itu urusan mu, aku tak peduli.." Aira melengos ingin pergi meninggalkan Aldo.


..."Benar-benar keterlaluan, aku tak ingin bicara lagi dengannya! Itu hanya akan membuat ku semakin kesal" Saat Aira ingin beranjak pergi, Aldo dengan sigap menghadangnya....


"Bagaimana jika aku memaksa mu untuk memandikan ku Hem..!" Aldo tersenyum penuh arti pada Aira.

__ADS_1


..."Aldo, jangan keterlaluan! Kamu bersikap seperti ini pada istri kakak mu, apa kamu nggak memikirkan bagaimana perasaannya... apa kamu nggak merasa bersalah padanya!" Aira berteriak pada Aldo karena emosinya sudah tak tertahankan lagi....


"Aku tak bisa metorelir lagi pelecehan yang ia lakukan pada ku, bagaimanapun aku ini istri kakaknya...demi martabat dan harga diri Aldo aku harus...." Belum sempat Aira berpikir Aldo sudah menyerangnya.


__ADS_2