
Aira bergeser sedikit demi sedikit mulai menjauh dari Aldi, baru ada sedikit jarak diantara mereka, Aldi sudah menarik Aira kembali dalam pelukannya.
🧑🦱" Aku akan memakan mu, jika kamu terus saja menjauh dari ku! Sudah ku bilang jangan terus-terusan bergerak, atau kau memang sedang memancing ku hmm?" Aldo menyeringai membuat Aira sedikit takut padanya.
...🙍" Tenanglah Aira, tenang huft! Aku benar-benar mulai mengantuk sekarang!" Aira mulai menguap....
🙍"Ap...apa ini? Bukankah dia sedang terluka parah, tapi ini...ini!!" Aira baru saja akan memejamkan matanya, tapi ia di kejutkan oleh sesuatu yang bergerak tegak di belakang tubuhnya. Hal itu membuat Aira bicara dalam hati sambil menahan rasa takutnya.
🧑🦱"Takut? Makannya sudah ku bilang jangan bergerak terus-terusan, kau bisa memancing ku!" Aldo tersenyum liar.
...🧑🦱" Kulit palsu ini benar-benar tak nyaman! Ini benar-benar menyebalkan, aku bahkan belum bisa membongkar apa motif gadis ini masuk dalam keluarga Pangestu!" Aldo merasa risih dengan kulit palsu yang kini menempel di seluruh permukaan kulitnya....
🙍" Aldi, lebih baik aku tidur di sofa saja!" Aira berguling dengan cepatnya hingga jatuh ke lantai.
Aira langsung berlari ke atas sofa, ia benar-benar merasa takut sekarang. Aldo terkejut dan tak sempat menarik Aira. Kini Aira mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
"Aww, ini benar-benar menyakitkan! Jatuh dari tempat tidur ke lantai" Aira meringis kesakitan, namun ia hanya bisa mengeluh dalam hati.
...🙍" Aku belum siap untuk melakukan hal itu! Bukan aku menilai dari fisiknya, tapi karena aku memang masih butuh waktu untuk ku menerima segalanya!" Aira gemetar ketakutan....
...🧑🦱" Mulai besok aku akan melakukan perawatan, jadi jangan mencari ku atau merindukan ku!" Aldo yang mulai tak tega melihat Aira ketakutan akhirnya bicara hal lain....
...🙍" Tidak bisakah aku ikut merawat mu di ruang perawatan?" Aira ingin tetap bisa merawat Aldi....
🧑🦱" Tidak, sudah ada dokter khusus yang merawat ku!" Lagi-lagi Aldo mulai bicara ketus pada Aira.
__ADS_1
🧑🦱"Aku tak bisa membiarkannya mendekati Aldi, sebelum aku bisa membongkar motifnya berada di keluarga Pangestu!" Aldo dalam hati masih belum bisa percaya pada Aira.
🙍" Bagaimana dengan Aldo? Apa dia di perbolehkan untuk mengunjungi mu di ruang perawatan?" Aira merendahkan suaranya.
...🧑🦱" Apa maksud mu?" Kini Aldo menatap tajam ke arah Aira....
🙍" Tidak ...tidak jangan salah paham! Jika ia diperbolehkan masuk ke ruangan, aku rasa harusnya aku juga boleh masuk! Ya, memang sih dia adik mu, tapi aku adalah istri mu!" Aira bicara seperti sedang bergumam, ia takut Aldi marah padanya.
🧑🦱" Wanita bodoh ini, apa dia sedang cemburu pada ku?" Aldo bicara dalam hatinya.
...🧑🦱" Kenapa kau ingin sekali masuk ke ruang perawatan dan merawat ku?" Aldo ingin tau kenapa Aira sangat ingin merawat Aldi....
...🙎" Aku hanya merasa ini adalah tanggung jawab ku sebagai istri mu! Tapi tak apa jika kau tak mengijinkan aku!" Aira merasa sedikit kesal padanya....
...🧑🦱" Ini benar-benar memalukan! Bagaimana bisa setiap melihat dia yang seperti kucing membuat ku ingin berhubungan intim dengannya! Ini benar-benar gila!" Aldo mencoba menahan hasratnya pada Aira, ia berusaha menenangkan dirinya....
🙍" Ya aku tahu!" Aira bicara dengan tersenyum manis.
🙎" Harusnya Aldo yang kamu kasih tau, biar dia nggak bikin gara-gara terus dengan ku!" Aira bicara dalam hati ia merasa kesal jika harus mengingat tentang Aldo.
🙍" Aldi, bagaimana kalau kita pindah kamar saja di lantai bawah!" Aira ingat kejadian beberapa waktu lalu.
🧑🦱" Apa lagi yang direncanakan gadis ini?" Aldo menatap Aira dengan tatapan penuh curiga.
Lama mereka saling diam, Aldo masih memikirkan apa yang ingin dilakukan gadis itu. Aira membuat Aldo tak bisa menerka apa yang sedang dipikirkannya. Gadis itu selalu berubah-ubah sikapnya.
__ADS_1
🧑🦱" Kenapa?" Akhirnya Aldo bicara.
🙍"Dia selalu bekerja keras, ia pasti lelah! Aku hanya tak ingin mengganggunya, ia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan jika aku berada di kamar lantai bawah!" Aira mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil menautkan jemarinya.
...🧑🦱" Kalau begitu biar Aldo saja yang tidur di kamar tamu lantai bawah!" Aldo dengan santainya menjawab Aira, ia tahu Aira hanya mencari-cari alasan....
🧑🦱" Dasar bodoh, mau cari alasan hanya untuk menjauhi ku! Nggak semudah itu heh!" Aldo tersenyum dalam hati melihat sikap Aira.
🙍" Tapi Aldo suka kamar mandi yang luas dan besar, sementara di bawah nggak ada kamar mandi kesukaannya! Ayolah, aku adalah istri mu! Nggak mungkin aku berbagi kamar mandi dengan pria lain, meski itu adik ipar ku sendiri!" Wajah Aira sudah mulai merah karena malu saat teringat kejadian beberapa waktu lalu.
...🧑🦱" What? Jadi ini gara-gara insiden kemaren, dia yang nyelonong masuk kamar mandi dan melihat ku telanjang! Di sini akulah korbannya, kenapa jadi dia yang marah? Dasar aneh!" Aldo bicara dalam hati....
...🧑🦱" Oke...oke aku mengerti! Aku akan memberitahu Aldo untuk mandi di kamar bawah! Jika sampai ia terlihat telanjang oleh mu, dia yang rugi!" Aldo memijit pelipisnya, berusaha tetap tenang di hadapan Aira....
🙍" What?? Akulah yang rugi, kenapa jadi dia? Aldi terlalu memanjakan adiknya, bahkan dalam hal seperti inipun tetap aku yang salah! Aku tak sebanding dengan Aldo dalam hatinya!" Aira bicara dalam hati.
...🧑🦱" Baiklah, ini sudah larut! Kemari dan tidurlah, aku tak akan menjahili mu lagi!" Aldo menepuk kasur di sampingnya....
🙍" Apa benar ia tak akan berbuat apa-apa pada ku?" Dalam hati Aira masih tak yakin.
🧑🦱" Cepatlah, besok pagi-pagi sekali aku harus bangun dan melakukan terapi!" Aldo sudah mode tidur tenang meski sebenarnya ia merasa gelisah.
Aira berjalan mendekati tempat tidur, ia melihat Aldi yang sudah bersiap memejamkan matanya. Aira membaringkan tubuhnya di samping Aldi meski kini ia masih merasa tak tenang, mereka berdua telah tertidur bersamaan. Aira terlihat begitu tenang saat tidur. Saat pagi Aira bangun ia sudah tak menemukan Aldi di sampingnya.
🙍" Hoam, semalam Aldi terlihat begitu ingin berhubungan intim! Tak ku sangka meski terluka parah organ tubuhnya masih berfungsi dengan baik! Untuk saja semalam ia tak memaksa ku, jika tidak aku bahkan tak tau harus gimana!" Aira bicara sendiri sambil terus menguap karena masih mengantuk.
__ADS_1
🙍" Ku pikir hanya perlu merawat dan menjaganya! Tak ku sangka pada akhirnya aku harus menyiapkan diri ku, mau tak mau suatu saat aku tak akan lagi bisa menghindarinya!" Aira merasa tak tenang.