
cinta tiada arti dibandingkan harta dan kuasa
Saudara bagai orang luar
Saling menyakiti hanya untuk kepuasan dunia
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
🧑🦳" Baskoro benar-benar bodoh, bagaimana bisa ia dipermainkan seorang gadis kecil! Sepertinya harus aku yang maju!" Sari sudah mulai geram karena Baskoro sudah tertipu oleh Aira, Sari tahu jelas bahwa Aira kini hanya ingin mengulur waktu menunggu kedatangan Aldo.
🧑🦳" Mundurlah Baskoro! Jangan bicara omong kosong lagi dengannya, dia hanya mengulur waktu menunggu kedatangan Aldo! Biar aku saja yang membereskan ****** kecil ini!" Sari melipat lengan bajunya sambil melangkah maju ke arah Aira sambil memperlihatkan wajah garangnya.
Aira mulai melangkah mundur hingga ia kini sudah bersandar pada pintu. Sari semakin mendekat, saat Sari ingin menampar wajah Aira. Aira yang gemetar menahan rasa takut tanpa sadar mengayunkan tongkat pemukul baseball hingga mengenai kepala Sari. Darah mengalir deras dari kepalanya hingga membuat Sari pingsan seketika. Aira, Baskoro dan yang lainnya terkejut melihat kepala Sari berlumuran darah dan pingsan.
Aira semakin gemetar melihat begitu banyak darah. Baskoro yang emosi mengambil pisau di balik pakaiannya, ia melangkah dengan cepat ke arah Aira.
__ADS_1
🧑🦰" Sari.... dasar ******! Beraninya kau melukai istri ku!" Baskoro melangkah dengan cepat ke arah Aira sambil menghunuskan pisaunya.
Aira yang ketakutan melihat darah semakin gemetar hingga tubuhnya melorot ke bawah. Saat Baskoro menusukkan pisaunya, Aldo berlari dari arah samping langsung memeluk Aira untuk melindunginya "Zrass" punggung Aldo terkena tusukan pisau Baskoro.
🧑🦱" Berhenti....beraninya kalian!" Aldo menoleh ke belakang. Semua orang ketakutan, Aldo menatap mereka dengan tatapan membunuh.
Aira yang melihat punggung Aldo berdarah menangis, Aldo mengamuk dan menghajar mereka semua. Aldo memang ahli bertarung, mereka bukan tandingannya.
🧑🦳" Ampun....tolong..." Baskoro tak berkutik di hadapan Aldo. Aldo masih terus menghajar Baskoro yang sudah terluka parah olehnya.
...🧑🦱" Pergilah ke neraka..!" Saat Aldo semakin ganas, Burhan berusaha menghentikannya....
🧑🦰" Kenapa diam saja! Cepat bawa bos mu pergi dari sini atau dia akan mati!" Burhan berteriak pada anak buah Baskoro.
Semua orang bergegas pergi ke ruang perawatan, Aira merasakan hawa dingin yang begitu menusuk dan bau sterilisasi yang menyengat di dalam ruangan dimana Aldi dirawat.
__ADS_1
...🧑🦳" Apa semuanya baik-baik saja?" Dokter yang bertugas merawat dan menjaga Aldi menghampiri mereka semua....
🙍" Aldi...." Aira berlari ke tempat dimana Aldi terbaring.
🧑🦱" Kak, apa kau baik-baik saja?" Aldo pun ikut duduk di samping Aira di sisi kanan tempat Aldi terbaring.
🙍" Bagaimana bisa....bagaimana bisa keadaannya menjadi semakin buruk begini? Padahal kemaren dia baik-baik saja!" Aira menoleh ke arah peralatan medis yang begitu banyak terpasang di tubuh Aldi.
🧑🦰" Aku baik-baik saja! Aira, kamu pasti terkejut dan juga ketakutan?" Aldi menoleh ke arah Aira.
🙍" Aku baik-baik saja Aldi!" Aira menatap Aldi dengan penuh kecemasan.
...🙍" Kenapa aku merasa ada yang aneh ya... seperti Aldi berbeda dengan kemaren!" Aira merasa janggal dalam hatinya....
🙍" Aira pergilah dengan dokter, obati luka Aldo!" Aldi baru menyadari jika Aldo terluka.
__ADS_1
🧑🦳" Tuan, biar aku jahit luka sobek di punggung mu!" Dokter mengajak Aldo keluar dari ruang rawat.
🧑🦱" Baiklah kak, aku pergi dulu!" Aldo berjalan beriringan dengan dokter dan juga Aira.