
***Hadirkan rasa yang berbeda
Membawa bahagia dan luka
Terhanyut dalam rasa yang tak berujung
Takut kehilangan, cemburu yang terbelenggu
jangan lupa like π dan komen ya π βΊοΈ***
Aira masih termenung menatap salep yang ditinggalkan Aldo. Aira bingung harus bersikap bagaimana, ia merasa serba salah menanggapi sikap Aldo.
..."Dia memaksa ku membuka baju dan mengoleskan obat ditubuh ku! Apa itu termasuk melecehkan ku secara tak sengaja?" Aira melamun....
..."Jika aku tahu dari awal akan begini, aku tak akan membantunya menghalangi sup panas itu! Gawat, gimana jika ia salah paham dan mengira aku punya perasaan padanya... sekarang ia sudah menyentuh dan melihat tubuh ku! Apa aku masih ada muka untuk bertemu dengan Aldi.. lebih baik mulai dari sekarang aku menjauh dan menjaga jarak dengannya!" Aira bicara sendiri sambil menepuk jidatnya....
"Tok"
"Tok"
"Nyonya... aku membuatkan mu sup burung dara! Ini bagus untuk kecantikan.. makanlah selagi masih hangat!" Lina mendekati Aira sambil membawa mangkok berisi sup.
"Lina begitu perhatian pada ku.. aku tak mau menyalahkannya lagi!" Aira menerima sup yang diberikan Lina.
..."Nyonya, tuan Aldo menyuruh ku untuk lebih memperhatikan mu untuk beberapa hari ini.. tuan Aldo begitu peduli dan perhatian pada mu!" Lina tersenyum bahagia karena Aira bergegas makan sup buatannya....
"Ayolah bibi, apa kamu nggak merasa aneh.. bagaimana bisa seorang adik ipar begitu perhatian pada kakak iparnya!" Aira hanya bisa bicara dalam hatinya mendengar apa yang dikatakan Lina.
..."Tuan Aldi memiliki tempramen yang buruk.. tapi ia memiliki hati yang baik! Apalagi soal mencintai dan menyayangi orang yang penting baginya, tuan adalah tipe suami yang baik!" Lina masih saja mengoceh tanpa henti di depan Aira....
__ADS_1
"Bi, karena dia bisa menjadi suami yang baik.. maka cepatlah Carikan gadis yang baik untuknya! Itu akan menjadi sebuah bantuan yang besar untuk ku dan juga Aldi, karena dengan begitu aku dan Aldi tak perlu mencemaskan dia lagi!" Aira dengan nada tegas bicara pada Lina.
"Ya Tuhan, jadi nyonya Aira selama ini masih menganggap dirinya istri dari tuan Aldi! Jadi tuan Aldo masih belum memberitahunya.." Lina terkejut sekaligus bingung dengan situasi yang terjadi antara Aldo dan Aira.
"Sejak kecelakaan yang menimpa tuan Aldi dan juga dirinya.. tuan Aldo menganggap semua orang sebagai musuhnya, termasuk nyonya Aira! Ia masih belum bisa percaya pada ketulusan nyonya Aira.. dia sengaja menggunakan nama kakaknya untuk menikah! Seorang wanita yang mau menikah dengan pria cacat yang tak bisa mengurus dirinya sendiri.. orang pasti akan berpikir bahwa nyonya Aira pasti memiliki motif tersembunyi! Dulu aku juga sempat berpikir bahwa nyonya Aira adalah orang suruhan Baskoro atau kalau tidak, dia pasti memiliki tujuan lain.. tapi firasat ku selalu mengatakan bahwa nyonya adalah gadis yang baik! Dan untuk perihal pernikahannya dengan tuan Aldo.. biar tuan Aldo sendiri yang memberitahunya! Oh ya.." Lina tanpa sadar melamun di samping Aira yang tengah asyik memakan sup buatannya.
..."Nyonya, menurut pendapat mu.. tuan Aldo bagaimana orangnya?" Lina mencoba memancing Aira dengan terus-menerus membahas tentang Aldo....
"Dia.. orang yang biasa-biasa aja tuh!" Aira dengan malasnya menjawab Lina.
^^^"Oh.. biasa-biasa saja! Jika begitu kenapa kamu mau menghadang sup panas untuknya?" Dengan nada menyindir Lina menatap Aira sambil tersenyum.^^^
"Pufftt... Bibi tau dari mana?" Aira menyemburkan sup yang ada di mulutnya karena terkejut.
..."Tadi tuan Aldo yang kasih tau..! Mendengar nada bicaranya, ceritanya begitu menyentuh.." Dengan alay Lina tersenyum malu....
"Bibi, kau salah paham! Aku hanya tidak berhati-hati dan tak sengaja terkena sup panas itu!" Aira terlihat begitu panik.
"Aku benar-benar tidak bermaksud melindunginya...!" Aira yang masih berusaha menjelaskan, justru menambah kecurigaan. Lina hanya tersenyum dan tak berkata apa-apa.
..."Bibi, kau lihat sendiri.. ia berbuat hal tak sopan pada ku! Tapi kenapa kau selalu membela dan melindunginya? Apa kau tak memikirkan bagaimana perasaan Aldi?" Kini Aira mulai gelisah....
"Nyonya, anda dengan tuan Aldo hidup bersama dengan baik adalah obat penenang paling ampuh untuk tuan Aldi!" Lina sebenarnya tak tau harus bicara apa.
"Aku juga ingin hidup baik-baik dengannya.. tapi ia sudah berani melecehkan ku, bukankah ini sama halnya ia sedang menginjak-injak harga diri Aldi sebagai suami ku.." Aira mulai kesal dengan tingkah Aldo.
"Bi, jika kamu tak mau menegurnya... tak apa, aku bisa mencari Burhan! Jika Burhan juga melindungi dia.. maka aku akan bicara langsung pada Aldi! Akan aku kasih tau semua tingkah adiknya pada ku, aku tak percaya jika Aldi tahu sikap adiknya akan tetap membelanya! Ia pasti marah jika tahu Aldo melecehkan kakak iparnya sendiri!" Aira berteriak kesal.
Mendengar perkataan Aira justru membuat Lina tertawa gemas.
__ADS_1
..."Nyonya ku yang baik hati, aku akan bicara padanya.. tapi aku yakin cepat atau lambat dua orang yang memiliki perasaan itu.. pasti akan bersatu dan bersama!" Lina masih saja tertawa, ia benar-benar merasa lucu dengan tingkah Aldo dan Aira....
^^^"Dua orang yang memiliki perasaan yang sama pasti akan bersama! Apa maksud perkataannya itu? Apa ia bermaksud menjodohkan ku dengan Aldo? Oh tuhan... kenapa semua orang di keluarga Pangestu tak ada yang normal sih?" Aira memutar bola matanya malas.^^^
Di tempat lain Aldo sedang pergi menuju tempat hiburan malam terbesar di kota Denpasar. Di sana ia sedang mencari Brian si raja malam, Brian adalah orang kaya baru di kota Denpasar. Dia adalah pemilik tempat hiburan malam terbesar di kota Denpasar, dan dia adalah salah seorang teman yang dipercayai oleh Aldo.
..."Wow... lama tak jumpa tuan muda! Mau main?" Brian menyodorkan beberapa gadis cantik pada Aldo....
""Tidak!" Aldo berjalan mendekat ke arah Brian yang tengah asyik dikelilingi oleh para gadis cantik.
"Kenapa...seakan kita tak pernah main bareng aja!" Brian masih santai dengan kegiatannya.
"Suruh mereka semua menyingkir, aku ada urusan yang lebih penting dari pada wanita!" Aldo terlihat begitu suram dan menakutkan.
...Brian memberi tanda pada semua gadisnya untuk segera menyingkir. Ia tahu jelas jika Aldo memasang wajah dingin, pasti akan ada masalah yang serius. Brian mengajak Aldo ke ruang pribadinya....
..."Ada masalah apa?" Brian memulai percakapan lebih dulu, saat ini aura yang terpancar dari Aldo siap membunuh siapa saja yang berhadapan dengannya....
***Kebencian mengikis hati
Membawa lara tiada henti
Mengalahkan cinta dalam hati
Menutup mata dan rasa
Membawa petaka dalam jiwa
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Jangan lupa like π dan komen ya βΊοΈπ***