Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Mulai peduli


__ADS_3

***Berapa lama harus ku menunggu


Menunggu rasa itu ada di hati mu


Lelah diri ini bertahan


Bertahan dalam rasa yang tak pasti


Kau buat ku menunggu mu


Namun kau abaikan ku


Tak membiarkan ku pergi


Namun tak menganggap ku ada


Sampai kapan kau gantung rasa ini


Hanya beri harapan semu

__ADS_1


jangan lupa like๐Ÿ‘ dan komen yaโ˜บ๏ธ


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน***


Aldo terus memperhatikan Aira dari jauh, entah kenapa melihat Aira yang kecewa dan sedih membuatnya tak tega. Tanpa sadar Aldo berjalan mendekat ke arah Aira berada.


"Lupakan saja, mereka semua melakukan ini untuk kesehatan Aldi! Tidak mudah bagi ku memasak bubur ini, butuh kesabaran selama satu jam lebih untuk memasaknya!" Aira menatap bubur yang ia taruh di atas meja.


..."Mungkin yang dikatakan Dona benar, keluarga Pangestu menganggap ku mau menikah dengan Aldi hanya karena hata... tak aneh jika Aldo mempermalukan ku hanya karena aku meminjam uang seratus juta untuk sumbangan! Sepertinya ia juga berfikir aku datang ke rumah ini karena harta!" Aira termenung dalam lamunan....


"Aku sudah berjanji pada paman Andra akan mempertahankan pernikahan ku dengan keluarga ini, maka aku harus bertahan sekuat tenaga dalam menjalani pernikahan ku dengan Aldi dan aku akan menjalankan kewajiban ku sebagai istrinya! Tapi semua orang tak mau menganggap ku, jika begitu kenapa Aldi mau menikah dengan ku?" Aira masih dalam lamunannya, hingga ia tak menyadari bahwa Aldo telah berdiri di depannya.


Saat Aira akan memakan bubur buatannya, tiba-tiba saja Aldo merebutnya. Dengan cepat Aldo memakan bubur itu, Aira masih melongo melihat apa yang Aldo lakukan. Dalam sekejap Aldo menghabiskan semua bubur itu tanpa sisa.


"Kemampuan mu dalam memasak lumayan juga, hanya saja ini terasa sedikit hambar bagi ku!" Aldo meletakkan mangkok bubur di meja.


"Dasar bodoh, tentu saja rasanya sedikit hambar! Itu adalah makanan yang ku buat khusus untuk Aldi yang sedang sakit.. siapa suruh kamu yang makan!" Aira memalingkan wajahnya.


..."Karena Aldo sudah memakan bubur itu, aku jadi nggak tahu harus bersikap gimana padanya! Aku harus marah atau justru merasa senang karena ada yang memakan masakan ku!" Aira memainkan jemarinya....

__ADS_1


..."Kenapa nggak menjawab ku? Apa kamu bisu? Tapi kemarin malam mulut mu itu, begitu kuat dan bertenaga!" Aldo tersenyum sambil mengelus bibirnya....


"Whattt.., apa dia lagi ngomongin aku yang menggigitnya semalam! Dia memang pantas mendapatkannya, siapa suruh kamu berani berbuat tidak senonoh pada ku! Lupakan saja, aku tak boleh memperdulikannya, semakin aku menanggapi ucapannya... maka dia akan semakin bertingkah!" Aira masih memalingkan wajahnya dari Aldo.


"Bibi, pergilah ke pasar membeli tulang iga sapi yang banyak! Banyak-banyaklah memasak sup tulang iga sapi, agar nyonya mu tak menggigit orang lagi!" Aldo tertawa sambil melirik ke arah Aira.


"Hah, apa? Baik... baik tuan, saya akan langsung pergi ke pasar sekarang juga dan membeli tulang iga sapi!" Lina tersenyum bersemangat.


"What... Lina kamu beneran bodoh apa pura-pura bodoh sih!" Aira melongo mendengar pembicaraan mereka berdua.


Aira merasa kesal pada semua orang yang ada di rumah keluarga Pangestu, hari ini ia ingin bermain dengan anak-anak panti. Aira meminta Burhan untuk mengantarnya ke panti.


"Di rumah aku juga tidak berbuat apa-apa, ingin merawat Aldi juga nggak diperbolehkan! Lebih baik aku di panti menjadi sukarelawan untuk membantu mengurus anak-anak!" Aira bermain bersama anak-anak panti.


"Ini sudah akhir tahun ajaran, sebenarnya aku berencana mencari pekerjaan setelah lulus! Aku tak menyangka tiba-tiba akan menikah dengan Aldi... liburan ku sudah hampir selesai, lebih baik sementara waktu ini aku membantu di panti ini lebih dulu! Setelah masuk kuliah lagi, aku akan mencari pekerjaan!" Aira menatap ke luar jendela.


"Anak-anak jangan lari-larian, nanti jatuh!" Aira tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara ribut anak-anak panti yang berlarian.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


Maaf cuma bisa update sedikit๐Ÿ˜ฎโ€๐Ÿ’จ soalnya author lagi demam๐Ÿคง๐Ÿค’๐Ÿค•๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2