
"Nyonya...nyonya...!" Pembantu rumah keluarga Sanjaya berteriak-teriak heboh.
..."Ada apa sih bi? Teriak-teriak kayak gitu, bikin kaget aja!" Gisel merasa terganggu akibat teriakan pembantunya....
"Anu...itu...di...di depan ada ...ada.." karena terlalu gugup bicaranya jadi putus-putus dan tidak jelas.
..."Tenang dulu bi, ambil nafas dan bicara pelan-pelan saja oke!" Andra mulai penasaran....
"Itu tuan, ada tuan Aldo Pangestu di depan! Dia minta ijin masuk!" Sekarang ia bisa bicara dengan jelas.
π§βπ¦°" Apa?"
π§βπ¦³"What?"
"Yang bener bi?"π±
Mereka semua yang ada di meja makan bicara serempak, kedatangan Aldo benar-benar mengejutkan seisi rumah keluarga Sanjaya.
π"Huft, ngapain sih dia kemari? Bikin makin kesel aja!" Aira bicara dalam hati sambil melanjutkan makannya, ia seolah tak peduli dengan kedatangan Aldo.
"Cepat suruh dia masuk bi! Sekalian suruh makan bareng kita aja bi!" Gisel mulai tak sabar menyambut kedatangan Aldo.
"Selamat malam, saya Aldo Pangestu! Maaf karena sudah mengganggu acara makan malam keluarga ini!" Aldo terlihat ramah, sopan juga begitu tampan.
Semua mata tertuju padanya, apalagi Lita, Dona dan Sinta. Mereka tak bisa melepaskan pandangannya dari Aldo.
"Menyebalkan banget sih! Dasar muka dua!" Aira memaki dalam hatinya.
..."Kau adalah Aldo?" Dona tak bisa menyembunyikan rasa tertariknya pada Aldo....
"Huh, jadi dia adalah salah satu putri keluarga Sanjaya yang sudah menolak pernikahan itu! Hmm, benar-benar wanita genit!" Aldo merasa risih dengan tatapan ketiga putri keluarga Sanjaya. Aldo melirik ke arah Aira yang tetap melanjutkan makannya dengan tenang tanpa peduli akan kehadirannya.
"Selamat datang tuan, silahkan duduk! Ini benar-benar kejutan untuk keluarga kami! Apa anda tidak keberatan untuk makan malam bersama dengan kami?" Andra berbasa-basi.
"Tentu saja tuan Andra, Dengan senang hati! asal tak merepotkan kalian" Aldo duduk di samping Andra menghadap tepat ke arah Aira.
"Tidak, tentu saja tidak! Anda adalah tamu kehormatan bagi kami, Gisel cepat ambilkan anggur π· untuk ku dan tuan Aldo!" Andra terlihat begitu bersemangat.
"Cih, dasar bikin nggak selera makan aja!" πAira merasa nafsu makannya hilang seketika saat Aldo duduk tepat di depannya.
__ADS_1
"What! Ada apa dengan semua orang di rumah ini? Sinta yang biasanya cuek kini dia menatap Aldo dengan tatapan penuh kekaguman gitu! Yah dia emang udah tujuh belas tahun sih"π€· Aira bicara dalam hati.
..."Cih, senyum palsu! Dasar bermuka dua!"π kini ia beralih menatap Aldo sambil memakinya dalam hati....
"Paman, aku sudah kenyang! Aku capek, aku akan ke atas untuk istirahat lebih dulu!" Aira beranjak dari tempat duduknya.
" Kau tak boleh pergi, kakak ku mencari mu dan kau harus ikut pulang dengan ku malam ini juga!" Aldo menatap tajam ke arah Aira.
"Kau pikir jika kau gunakan nama kakak mu aku akan pergi bersama mu! Jangan mimpi!" Aira melengos pergi meninggalkan ruang makan.
Tatapan Aldo berubah menjadi menyeramkan, hawa di sekitarnya berubah dingin dan mencekam. Gisel dan Andra yang menyadari hal itu mengeluarkan keringat dingin, Andra menelan salivanya sebelum memberanikan diri bicara.
..."Ha.ha.ha. maafkan sikap Aira yang tidak sopan tuan Aldo! Aku mungkin terlalu memanjakannya!" Andra berusaha mencairkan suasana....
"Kakak ku terus saja mencarinya! Bisakah tuan Andra membantu ku untuk membujuknya agar ia bersedia kembali ke rumah bersama ku?" Aldo berusaha menahan amarahnya di depan keluarga Sanjaya.
"Demi Aldi aku harus bisa membawanya kembali ke rumah! Aku tak akan membiarkan Aldi mengamuk lagi, apapun caranya! Meski harus memaksa dengan kekerasan sekalipun!" Aldo bicara dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
"Ayah, biarkan aku yang pergi menemui Aira! Ayah di sini saja dengan tuan Aldo, aku akan bicara dari hati ke hati dengan Aira!" Lita bicara dengan lemah lembut dan anggun sambil melirik ke arah Aldo.
..."Kamu memang gadis yang baik nona Sanjaya!" Aldo memuji Lita, membuatnya merasa senang....
..."Kau terlalu memuji tuan Aldo! Kau bisa memanggil ku Lita!" Lita bergegas naik ke lantai atas, ke kamar Aira....
Suara pintu di ketuk, Aira membuka pintu kamarnya perlahan. Saat tahu Lita yang datang ia menyuruhnya masuk.
"Ada apa Lita?" Aira duduk di samping tempat tidurnya.
"Ini adalah uang πΈ pribadi ku! Kau bisa memberikan uang ini untuk anak yatim itu, di kartu ini ada dua ratus juta! Kau tahu ibu ku kan, jadi ku mohon jangan tersinggung padanya!" Lita tersenyum manis pada Aira.
"Terima kasih, aku akan secepatnya mengembalikan uang πΈ ini pada mu!" Aira menitikkan air matanya, akhirnya anak yatim itu bisa segera di operasi.
..."Oh ayolah, kita ini saudara!" Lita memeluk Aira, ini pertama kalinya Lita memeluknya seperti ini....
"Iya..!" Aira membalas pelukan itu.
"Oh iya, kau harus kembali ke keluarga Pangestu! Bagaimanapun juga suami mu sedang mencari mu!" Lita melepas pelukannya.
..."Aku tahu tapi ..." Aira menggantung kata-katanya....
__ADS_1
"Biarkan aku menemani mu pulang beberapa hari di sana! Aku mengkhawatirkan mu, bagaimanapun juga aku harus memastikan bahwa mereka bersikap baik pada mu!" Lita memulai rencananya untuk bisa dekat dengan Aldo.
"Apa kau yakin?" Aira menatap Lita.
"Bagaimanapun juga kau sudah menikah dengan Aldi Pangestu, ayah ku tak bisa berbuat apa-apa! Kau pasti mengerti hal ini bukan! Jadi biarkan aku saja yang menemani mu di sana beberapa hari!" Lita menggenggam tangan Aira, seolah-olah ia peduli dan khawatir padanya.
..."Lita benar, aku tak bisa berfikir secara logis! Apa yang ku lakukan bisa menyebabkan masalah bagi banyak orang!" Aira bicara dalam hatinya....
"Baiklah, demi Aldi aku bisa memaafkan Aldo kali ini! Tapi aku harus memberinya peringatan agar tak melakukan tindakan tidak senonoh pada ku!" Aira mulai bangkit berdiri sambil terus bicara dalam hati.
..."Jika aku tak bisa lari, aku harus melawannya menggunakan segala cara! Dasar pria licik!" Aira menuruni tangga dan memaki Aldo yang berada di bawah menunggunya....
"Sial! Senyumnya membuat ku muak!" Aira mengepalkan tangannya.
..."Yes, berhasil!" Dalam hati Lita bersorak penuh kemenangan, mudah baginya memanipulasi segala hal tentang Aira....
"Tuan Aldo, Aira sedikit sensitif perasaannya! Ia sedang tak baik-baik saja, bisakah aku ikut mengantarnya pulang? Bagaimanapun aku mengkhawatirkannya!" Lita bicara dengan nada lemah lembut dan anggun.
..." Tentu saja, tidak masalah! Mohon bantuannya nona!" Aldo terlihat begitu ramah....
"Kalau begitu aku juga ikut!" Dona terlihat begitu antusias.
"Maaf, sepertinya tidak bisa nona! Sudah tidak ada tempat lagi di mobil ku!" Aldo sedikit kesal dengan sikap keluarga Sanjaya, namun ia harus tetap terlihat baik di sana.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
***Keegoisan akan selalu ada
Tak peduli bagaimana perasaan mu
Sekali egois, tetaplah egois
Tak akan berubah, hanya memandang diri sendirilah yang benar
Tak menghiraukan hati yang terluka
Tak peduli pada apa yang mereka rasa
asalkan diri rasa puas yang lain tak berarti
__ADS_1
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ***