Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Kemarahan Aldi


__ADS_3

"Aira, aku bawakan kue dan teh untuk mu! Kamu pasti belum makan kan?" Andra mendekati Aira yang terlihat begitu pucat.


..."Paman Andra...hiks ..hiks.." Aira berlari lalu memeluk Andra sambil menangis....


"Maafkan aku Aira, demi kepentingan pribadi ku, aku sudah mengorbankan kebahagiaan mu!" Andra mengelus rambut Aira. Ia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Aira.


"Tidak paman, paman tidak salah apa-apa!" Aira masih memeluk Andra sambil menggelengkan kepalanya.


..."Apa Aldi menyakiti mu?" Andra membelai lembut kepala Aira....


"Tidak paman, Aldi begitu baik pada ku!" Aira masih memeluk Andra.


"Aira, tidak apa-apa! Tinggallah di sini semau mu, ini adalah rumah mu!" Andra bicara dengan lembut pada Aira.


"Iya paman, aku tahu!" Aira mengangguk pelan.


"Benarkah ini rumah ku? Mendengar kata rumah saja begitu ambigu bagi ku, bagaimana mungkin rumah keluarga Sanjaya adalah rumah ku?" Aira bicara dalam hatinya.


Di kediaman Pangestu, Setelah memastikan dimana Aira, Aldo bergegas kembali ke kediaman Pangestu. Aldi yang mendengar hal itu merasa kecewa dan marah pada Aldo.


"Kau memang seorang bajingan Aldo! Kau benar-benar sudah keterlaluan! Pergi cari dia, kau harus membawa Aira kembali ke rumah ini!" Aldi berteriak saat melihat Aldo masuk ke ruangannya.

__ADS_1


..."Jangan pernah menunjukkan wajah mu di depan ku jika kau belum menemukannya!" Aldi benar-benar emosi kali ini....


"Tenanglah kak! Dia sendiri yang mau pergi dari rumah ini dengan suka rela! Jadi biarkan saja! Dia akan merasa lebih terluka dan sakit jika kembali lagi ke rumah ini!" Aldo memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Tuan Aldo, ku mohon berhenti atau ini akan lebih buruk lagi!" Dokter berkeringat dingin, ia tak tahu harus bagaimana menengahi antara perselisihan mereka berdua.


"Kau tak mau mendengarkan ku hah! Baik, aku yang akan pergi mencarinya sendiri!" Aldi begitu emosi dan bangkit.


Melihat Aldi yang bangkit dengan kemarahannya, Aldo begitu terkejut. Aldi menarik semua alat bantu yang menancap di tubuhnya, selang darah dan infus terlepas. Kini Aldi terengah-engah dan kesulitan bernafas, ia tak bisa bergerak menahan rasa sakit yang begitu menyakitkan.


Melihat itu Aldo ketakutan dan merasa bersalah pada Aldi, dokter dengan sigap berlari dan membantu Aldi memasang selang oksigen kembali ke hidungnya.


"Tuan Aldi, tenanglah tuan!" Dokter mulai memasang kembali peralatan medis di tubuh Aldi.


Aldi menggerakkan tangannya memberi isyarat pada Aldo untuk keluar. Ia memalingkan wajahnya tak mau melihat Aldo, ia benar-benar merasa kecewa padanya. Aldo yang melihat hal itu hatinya terasa nyeri, tak menyangka bahwa Aldi akan bersikap seperti ini padanya hanya demi orang luar.


..."Apa yang sudah kau lakukan padanya Aldo? Kenapa kau begini, siapa yang akan menjaga mu saat aku tiada nanti?" Aldi benar-benar tak pernah membayangkan semuanya jadi begini....


..."Aku pergi sekarang juga untuk menjemputnya!" Aldo berlalu keluar dari kamar Aldi....


"Dokter, ini salah ku! Tak seharusnya aku memaksakan pernikahan ini, Aldo tak pernah menghargainya! Kini ia terluka karena aku !" Aldi menitikkan air matanya, ia merasa bersalah pada Aira.

__ADS_1


"Tuan jangan menyalahkan diri sendiri, tidak semua kejadian itu buruk! Kita ambil baiknya saja" Dokter mencoba menenangkan hati Aldi.


"Aku dengar dari Burhan, semalam tuan Aldo mengikuti nyonya Aira, ia bahkan terluka karena melindungi nyonya dari para preman yang ingin mencelakai nyonya!" Dokter memasang infus di tangan Aldi.


"Aku yakin suatu saat nanti hati tuan Aldo akan terbuka untuk nyonya Aira, ia gadis yang baik! Mereka pasti bisa hidup bahagia!" Dokter tersenyum.


mendengar pernyataan dokter membuat Aldi sedikit merasa lega, setidaknya Aldo tak benar-benar mengabaikan Aira.


"Semoga saja hal itu benar-benar terjadi sebelum terlambat..." Aldi bicara dengan nada penuh kesedihan.


Aldo memakai pakaian rapi berangkat ke rumah keluarga Sanjaya, ia terlihat begitu tampan dan mempesona.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Terpukau ku oleh keindahan ciptaan mu


Sungguh indah tiada Tara


Terpana akan cinta pada pandangan pertama


Terbuai syair cinta yan ada

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🤭🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2