Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Aldo menyamar menjadi Aldi


__ADS_3

"Barang-barang ini ku cari awalnya untuk mengelabuhi Baskoro saat ingin mengambil alih kendali atas kekayaan keluarga Pangestu, tak ku sangka kini aku menggunakannya untuk membuktikan gadis ini tulus atau tidak pada ku!" Aldo berbicara dalam hatinya.


"Aku tak percaya ia menikah dengan ku tanpa ada maksud dan tujuan! Apakah ia orang suruhan Baskoro? Apa ia menikah untuk menghabisi kakak ku? Dengan menyamar seperti ini aku pasti bisa mencari kebenarannya!" Aldo menatap Aira sambil bicara dalam hatinya.


Aldo mengingat masa lalunya, ia adalah anak haram ayahnya, ia tak bisa masuk dalam daftar hak waris keluarga Pangestu. Hanya Baskoro dan Aldi yang akan menjadi pewaris keluarga Pangestu. Pewaris utama keluarga Pangestu adalah Aldi dan jika Aldi mati, maka Baskoro yang akan menjadi pewaris berikutnya. Aldo tidak terhitung dalam hal itu.


"Aldi sudah bekerja keras untuk kejayaan keluarga Pangestu, aku tak akan membiarkan mereka merebut hasil kerja keras Aldi!" Aldo masih bertarung dengan pikirannya sendiri.


"Jika dia adalah orang suruhan Baskoro, aku akan mendapatkan buktinya dan melemparnya ke penjara! Meski Aldi tak akan terima dengan semua ini!" Aldo terus saja berpikiran buruk tentang Aira.


..."Aldi.." Aira memanggil Aldi lirih, ia menggenggam tangan Aldi perlahan....


..."Di sekujur tubuhnya penuh dengan bekas luka! Ia pasti sangat menderita!" Aira bicara dalam hatinya....


"Maafkan aku! Seharusnya aku tak lari dan meninggalkan mu sendirian disaat malam pernikahan kita! Percayalah, mulai saat ini aku tak akan meninggalkan mu! Aku akan merawat dan menjaga mu!" Aira menyandarkan kepalanya di atas pangkuan Aldo yang menyamar menjadi Aldi.


Aldo terkejut saat Aira menyandarkan kepalanya di atas pangkuannya. Hatinya tergerak dan mengusap lembut kepala Aira.


..."Aira, apa Aldo jahat pada mu? Apa dia berbuat seenaknya saja pada mu?" Aldo terus mengusap kepala Aira....


..."Tidak Aldi, dia baik pada ku! Ia sangat menghormati ku sebagai kakak iparnya!" Aira masih dengan posisinya....


Aldo mengusap air mata Aira, ada getaran aneh dalam hatinya. Entah mengapa saat ini ia merasa begitu nyaman dengan Aira di sisinya. Saat Aira mengangkat kepalanya, tak sengaja Aldo melihat ke arah dada Aira yang sedikit terbuka. Aldo menelan ludahnya.


"Aira, kita belum melakukan hubungan suami istri!" Aldo menatap intens wajah Aira.


..."Eh...oh Aldi ap...apa yang kamu bicarakan?" Wajah Aira memerah karena malu, ia tak menyangka Aldi akan membicarakan masalah ini sekarang....

__ADS_1


"Kenapa? Kita sudah sah menjadi suami istri, apa kau tak ingin melakukannya dengan ku? Apa karena fisik ku saat ini yang terlihat buruk rupa?" Aldo menatap Aira yang terlihat salah tingkah.


..."Tentu saja tidak! Aku .. aku hanya belum siap saja! Bisakah kau berikan aku waktu untuk lebih mengenal mu dulu!" Aira merasa sangat malu jika harus bicara tentang hal ini....


..."Tidak ada yang perlu kau siapkan, kau hanya berbaring saja, sisanya serahkan saja pada ku! Kau akan semakin mengenal ku saat kita bersama seperti ini!" Aldo masih saja mendesak Aira....


"Kenapa dia ingin sekali berhubungan intim sih! Aku benar-benar belum siap!" Aira bicara dalam hatinya.


"Aldi, ku mohon jangan! Bisakah kita mulai hubungan ini dengan pertemanan lebih dulu?" Aira memohon agar Aldi tak memaksanya.


..." Jangan panggil aku Aldi..!" Tiba-tiba saja Aldo berteriak pada Aira, ia lupa jika saat ini ia sedang menyamar sebagai Aldi. Entah kenapa ia merasa kesal saat Aira memanggilnya sebagai Aldi....


"Tatapan mata itu, sepertinya aku pernah lihat! Tapi dimana?" Aira terkejut saat Aldi berteriak, dalam hati ia bicara, saat menatap mata Aldi ia seolah pernah melihat mata itu tapi lupa dimana.


"Lalu aku harus memanggil mu apa?" Aira mencoba berhati-hati saat bicara dengan Aldi.


..."Panggil aku sayang!" Entah sadar atau tidak dengan apa yang dikatakannya saat ini Aldo menatap Aira lekat....


🧑‍🦱"Aku belum mengetahui tujuannya, lebih baik aku tak boleh terlalu menekannya!" Aldo bicara dalam hati sambil terus memperhatikan Aira.


🧑‍🦱"Baiklah, panggil aku mas juga boleh!" Aldo masih terus memperhatikan gerak-gerik Aira.


🧑"Baiklah mas!" Aira tetap merasa canggung.


🧑‍🦱" Jadi kamu menikah dengan ku karena di paksa keluarga Sanjaya bukan? Kau tak mengajukan diri mu sendiri dengan sukarela bukan?" Aldo mulai mencari informasi Aira.


🧑‍🦰"Tentu saja aku yang mengajukan diri ku untuk menikah dengan mu! Bagaimanapun juga paman ku sudah merawat dan membesarkan ku, aku harus membalas budi!" Aira bicara secara hati-hati karena tak ingin menyinggung Aldi.

__ADS_1


...🧑‍🦰" Aldi, eh maksud ku, mas.. aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istri yang baik untuk mu! Aku akan menjaga dan merawat mu dengan baik!" Lanjutnya lagi....


...🧑‍🦱" Jadi kamu akan selalu menemani dan menjaga ku hingga kamu mati?" Aldo menatap mata Aira mencoba mencari kebohongan di dalam matanya....


...🧑‍🦰"Hingga aku mati?" Aira bicara dalam hati mengulang kata-kata Aldi....


🧑‍🦱" Apakah ia begitu pandai berpura-pura baik atau memang seperti yang dikatakan oleh Aldi, bahwa ia hanyalah wanita polos? Aku masih belum bisa mengungkap kebenarannya." Aldo bicara dalam hati, mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hadir mu bagai mimpi


Terangi hari gelap ku


Hiasi hari-hari ku


Kau berikan warna di dunia ku


Seindah inikah cinta


Kau hadirkan sejuta rasa


Tak bisa ku pungkiri rasa ini


Semakin dalam dan begitu besar


Hadir mu anugerah terindah

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like dan komen ya🙏makasih


__ADS_2