Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Suami yang baik


__ADS_3

"Eh, dimana tuan Aldo? Sepertinya tadi aku dengar dia meminta mu menuliskan sesuatu!" Lina yang baru saja kembali dari dapur menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Aldo.


Aira bingung harus menjawab apa, ia tak mau disalahkan karena Aldo pergi membeli perlengkapan wanita untuknya. Akhirnya Aira memilih diam saja tak menjawab pertanyaan Lina.


"Nyonya jangan menyalahkan tuan Aldo! Karena keadaan tuan Aldi yang seperti ini membuat tuan Aldo menjadi seseorang yang temperamental dan dingin!" Lina berusaha menjelaskan pada Aira, ia tak mau hubungan mereka berdua memburuk akibat sikap Aldo yang temperamental dan kasar.


"Bi, bagaimana keadaan Aldi sekarang?" Aira menghela nafas, ia memilih untuk membicarakan hal lain. Ia tahu kalau Lina dan yang lainnya pasti akan membela Aldo meski perbuatan yang ia lakukan salah.


"Huft... keadaan tuan Aldi begitu mengkhawatirkan!" Lina menghela nafasnya dengan berat, mengisyaratkan bahwa keadaan Aldi begitu buruk.


Aira begitu terkejut, baru saja beberapa waktu lalu Aldi menindihnya dan memaksanya untuk melakukan hubungan suami istri. Bagaimana mungkin sekarang keadaannya kembali memburuk, bahkan jika Aira mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu ia merasa sangat malu.


Aira berpikir apakah Aldi sedang berpura-pura sakit. Saat bertemu dengan Aira Aldi terlihat baik-baik saja dan bahkan begitu kuat hingga bisa menekan Aira hingga tak bisa bergerak.


"Bi, kamu setiap hari bisa keluar masuk ruang perawatan dan bertemu dengan Aldi... bagaimana dengan selera makannya sekarang?" Aira merasa aneh dengan hal ini.


"Huft, tuan Aldi setiap hari selalu melihat foto nyonya Serly! Ia terlihat begitu sedih dan tak mau makan dan minum... jika begini bagaimana ia bisa sembuh!" Lina terlihat begitu prihatin atas keadaan yang menimpa Aldi.


Aira merasa kecewa dengan Aldi dan juga dirinya sendiri. Suaminya memandangi foto wanita lain setiap hari, bahkan setiap detik selalu mengingat wanita itu hingga membuat dirinya menyiksa diri sendiri dengan tidak makan ataupun minum. Mau bagaimana lagi, Aira hanya bisa beberapa kali saja bertemu dengan Aldi. Di setiap pertemuannya dengan Aldi, ia tidaklah terlihat seperti seorang yang sakit parah hingga tidak bisa bangun. Tapi kenapa dari cerita setiap orang di rumah keluarga Pangestu Aldi sedang terluka parah. Jika Aldi hanya berpura-pura sakit, tapi kenapa ia melakukan itu. Aira benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi di dalam kehidupan para orang-orang kaya yang penuh dengan drama.


Di minimarket saat ini Aldo semakin kesal dan marah melihat catatan keperluan wanita yang ditulis oleh Aira. Bagaimana mungkin seorang Aldo membeli sendiri barang-barang keperluan wanita. Aldo melirik seorang pasangan yang sedang berjaga di minimarket, ia tersenyum penuh arti sambil mendekati sepasang pria dan wanita petugas minimarket.


"Hey kau, belikan semua barang yang tertulis di kertas ini! Ini uangnya, kembaliannya kau ambil untuk mu!" Aldo menyodorkan segepok uang pada wanita itu.


"Wah, bela-belain keluar rumah dalam keadaan hujan badai begini hanya demi membelikan perlengkapan wanita untu istrinya! Benar-benar pria yang baik hati dan pengertian!" Kedua petugas minimarket begitu kagum pada Aldo.


Mendengar kata-kata pegawai minimarket, Aldo pun tak mengerti kenapa ia mau pergi membelikan perlengkapan wanita untuk Aira. Dia bukanlah pria baik hati yang mau memperlakukan wanita dengan spesial. Bahkan dalam hati Aldo masih mengancam Aira, menunggu sampai hari menstruasi Aira selesai. Aldo pasti akan menagih hutangnya hingga berkali-kali lipat.

__ADS_1


Di tempat lain Aira bersin-bersin secara tidak sengaja saat Aldo sedang memikirkan apa yang akan terjadi nanti saat Aira telah usai menstruasi.


"Hachi... Hachim!" Aira mengusap hidungnya yang terasa gatal.


"Nyonya, apa kamu kena flu? Apa kamu kedinginan? Pakailah ini!" Lina menyodorkan jaket pada Aira.


Sementara itu, pegawai minimarket kini tengah mengambilkan segala sesuatu yang tertulis di kertas itu. Aldo menunggu sambil memainkan ponselnya.


"Ini tuan sudah selesai!" Para pegawai begitu kagum pada Aldo.


"Baiklah, terima kasih!" Aldo mengambil sekantong penuh perlengkapan wanita yang diberikan pegawai minimarket dan bergegas pulang.


"Wah, sungguh pria yang baik hati dan pengertian!" Pegawai wanita terlihat berbinar saat melihat Aldo yang keluar dengan menenteng sekantung perlengkapan wanita untuk Aira.


"Benar-benar pria langka!" Sahut pegawai lain yang juga menatap Aldo yang sudah pergi meninggalkan minimarket itu.


"Ambil ini!" Aldo menyodorkan sekantung perlengkapan wanita pada Aira dengan ketusnya.


"Em, te..terima kasih?" Wajah Aira merona karena malu.


"Tak perlu berterima kasih, karena aku pasti akan mengambil tubuh mu sebagai ganti ruginya nanti!" Aldo tersenyum licik memandang Aira sejenak lalu berpaling pergi menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya sebelum ia benar-benar terkena flu karena kehujanan.


Aira tidak ingin meladeni sikap Aldo yang kekanak-kanakan menurutnya. Aira memilih pergi ke kamar mandi untuk berganti lagi sebelum ia meninggalkan bekas di tempat lain lagi. Saat membuka dan melihat isi kantung itu, Aira terkejut dan tak bisa membayangkan Aldo yang berdiri di bagian rak perlengkapan wanita sambil memilih produk yang dipesan oleh Aira. Aira cekikikan sendiri merasa geli, namun ia berhenti tertawa saat menemukan selembar kertas yang terdapat tulisan dari pegawai minimarket.


"Suami mu begitu baik dan perhatian pada mu! Jangan disia-siakan, pria seperti itu sangatlah langka! Salam dari pegawai minimarket yang mengambilkan semua barang-barang ini!" Itulah isi catatan yang di temukan Aira dalam kantong plastik.


"Dasar sok tahu! Dia itu adik ipar ku, bukan suami ku! Tapi kalau mereka tahu pasti melongo terkejut kan hihihi.." Lagi-lagi Aira cekikikan merasa geli dengan tingkah Aldo.

__ADS_1


Tapi saat mengingat kata-kata pegawai minimarket yang menyebut Aldo adalah suami yang baik, tiba-tiba membuat Aira deg-degan dan wajahnya menjadi merah padam karena malu.


Keesokan paginya, Aira memasak sarapan untuk Aldo sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau membelikan perlengkapan wanita untuknya. Aldo yang duduk di meja makan merasa senang dengan sikap Aira.


"Perkedelnya asin, aku tahu kamu nggak suka makanan manis! Cobalah... Hem bagaimana rasanya?" Aira merasa sedikit gugup saat Aldo mulai makan masakannya.


"Tiba-tiba saja begitu perhatian pada ku, apa kau mencoba untuk mengambil hati ku? Apa cinta mu itu makin berbunga-bunga dan besar pada ku!" Aldo begitu senang karena Aira memasak makanan yang begitu enak menurutnya. Tapi tetap saja Aldo suka sekali menjahili Aira.


πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…


Rasa ini membuat ku takut


Takut tak mampu bertahan


Takut hati ku akan goyah karena mu


Jangan buat ku mencinta mu


Akan ada hati yang tersakiti


Jangan buat ku jadi egois


Mencintai tanpa bisa memiliki


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹Happy reading ☺️


Jangan lupa like πŸ‘ dan komen ya β˜ΊοΈπŸ™

__ADS_1


__ADS_2