Suami Yang Tertukar

Suami Yang Tertukar
Khawatir


__ADS_3

Sakit saat melihat mu terluka


Khawatir saat kau tak ada


Bahagia saat kau tersenyum


Begitu aneh namun itulah kenyataannya


Bingung saat kau menghilang


Takut saat kau acuhkan


πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…πŸ…


Jangan lupa like πŸ‘ dan komen yaβ˜ΊοΈπŸ™


Aldo begitu puas melihat Aira bersikap begitu hati-hati padanya. Baginya Aira terlihat begitu imut saat seperti itu.


..."Akhir-akhir ini perasaan ku begitu buruk, ini membuat ku tak memiliki selera makan! Aku ingin menggunakan kebaikan ku untuk di tukarkan dengan kebaikan mu.. aku ingin kau menemani ku untuk makan.." Aldo tersenyum manis....


"Berbicara begitu banyak hanya untuk membuat ku menemaninya makan! Sebenarnya aku tak suka mendapatkan donasi dengan cara seperti ini, terlebih lagi ia sudah berdonasi seratus juta rupiah beberapa waktu lalu! Sebenarnya di lihat dari sisi lain, kehidupannya juga tidaklah mudah! Tidak hanya harus menjaga kakaknya, ia juga harus bersaing melawan Baskoro untuk menjaga bisnis keluarga Pangestu! Setiap hari tidur hanya sebentar dan harus bekerja keras, orang-orang hanya melihat luarnya saja! Yang aku lihat sangatlah berbeda...!" Aira bermonolog dalam hatinya.


..."Dua kali lipat saja sudah cukup untuk menunjukkan kebaikan hati mu!" Aira mengalihkan pandangannya....


"Apa kau ingin menggantikan ku untuk berhemat? Benar-benar gadis yang baik hati!" Aldo tersenyum menggoda Aira.


..."Lupakan saja, aku tak ingin berdebat dengannya!" Aira mencoba menenangkan dirinya....


Tiba-tiba dari arah belakang, Putra menggenggam tangan Aira. Menariknya ke belakang, Aldo yang melihat Putra menggenggam tangan Aira begitu emosi.

__ADS_1


..."Lepaskan dia.." Aldo berteriak pada Putra, membuat semua yang ada di sana begitu terkejut....


"Aira, kembalilah ke tenda duluan! Aku akan menghadapi dia.." Putra masih belum mengerti apa-apa.


Aldo yang mendengar perkataan Putra cepat-cepat turun dari mobil. Saat ia ingin memukul Putra, dengan sigap Aira memegangi dia. Putra juga tak kalah kesal, ia bersiap memukul Aldo. Lisa dengan cepat memegangi Putra.


..."Dasar kurang ajar.. kemari, ayo bertarung dengan ku!" Aldo mengepalkan tinjunya siap memukul Putra, Aira sekuat tenaga memegangi Aldo....


..."Siapa takut, coba kemari dan lawan aku.." Putra juga dengan nada mengejek menantang Aldo....


..."Putra, tenangkan diri mu! Aku mengenalnya, ia teman ku!" Aira akhirnya berteriak berusaha menenangkan mereka berdua....


" Apa? Aira, dia nggak mungkin pacar baru mu kan? Lalu bagaimana dengan Tomy.. apa kau putus dan meninggalkannya?" Lisa justru bicara tanpa berpikir lebih dulu.


...Putra sudah mulai tenang, namun Aldo terlihat begitu suram saat mendengar apa yang dikatakan oleh Lisa. Ia melirik tajam ke arah Aira. Aira yang melihat tatapan menakutkan dari Aldo benar-benar takut....


..."Lisa, tutup mulut mu itu! Jangan bicara yang tidak-tidak!" Aira berteriak sambil menghindari tatapan mata Aldo....


"Aw...aw kau menyakiti ku Aldo..!" Aira meringis kesakitan karena Aldo mencengkeram tangannya terlalu kuat.


Mendengar rintihan Aira, Aldo mengendurkan cengkeraman tangannya. Namun tetap saja hatinya diliputi amarah saat ini. Aldo menatap Aira dengan tatapan penuh arti.


..."Stop... begini saja! Kakak, bagaimana jika kami semua menemani mu makan? Tapi kamu yang traktir gimana! Kami nggak punya uang!" Lisa tiba-tiba saja maju ke depan Aldo dan Aira bicara dengan lantang sambil nyengir....


"Apa?" Putra dan Aira bersamaan melongo mendengar ide gila Lisa.


..."Boleh juga, ide yang bagus! Aku bisa mentraktir kalian semua makan di restoran bintang lima!" Aldo tersenyum puas mendengar kata-kata Lisa....


"Tidak boleh, itu terlalu mahal dan juga berlebihan! Jika ingin makan dengan ku, kita makan di warteg biasa saja!" Dengan tegas Aira menolak makan di restoran bintang lima.

__ADS_1


Akhirnya mereka makan di warteg dengan tempat mereka menggelar bazar. Lisa makan dengan lahap, Aldo terlihat tak keberatan dengan suasana warteg yang begitu ramai dan juga sedikit panas karena banyaknya pengunjung. Aldo dan Putra terlihat akrab saat ini. Aldo memesan beberapa bir untuknya dan Putra.


"Tak ku sangka dalam hitungan menit ia sudah begitu akrab dengan teman-teman ku! Ia juga tak mempermasalahkan tempat makan yang aku pilih!" Aira menatap Aldo dengan heran.


"Hei... hei jangan minum terlalu banyak begitu! Kalau kau mabuk siapa yang akan menyetir mobil dan mengantar mu pulang? Aku tak bisa menyetir bodoh!" Aira mengumpat dalam hati saat Aldo minum begitu banyak.


"Kak Aldo jangan salah paham pada ku, aku ini sudah punya istri dan anak! Aku bersikap begitu karena menganggap Aira seperti adik ku sendiri! Kamu tak tahu, Aira begitu menderita dalam keluarga Sanjaya! Ia hidup layaknya pembantu dan sering di siksa di keluarga itu! Jadi, jika kamu mencintai Aira kami.. cepatlah nikahi dia! Dia adalah gadis yang baik!" Putra sudah mulai mengoceh karena mabuk.


"Putra cukup, jangan bicara lagi!" Aira terlihat sedih.


"Jangan sedih.." Lisa merangkul Aira dari samping.


..."Disini akulah yang salah, tiba-tiba masuk ke dalam keluarga Pangestu dan mengganggu ketenangan mereka! Aku tak menyalahkan mereka, aku tak mau mereka tahu bahwa aku telah dipaksa untuk menikah dengan Aldi! Jika mereka tahu, mereka pasti akan mencari keadilan untuk ku! Aku tak mau semua orang mengkhawatirkan ku lagi!" Aira bermonolog dalam hatinya....


Di belakang mereka ada segerombolan anak muda yang bersenda gurau. Ada pelayan yang melewati mereka ingin mengantarkan sup panas untuk meja Aira. Salah seorang pemuda tak sengaja menyenggol pelayan membuat sup itu jatuh hampir mengenai punggung Aldo.


"Gawat, jika sup panas itu mengenai punggungnya.. lukanya akan semakin parah!" Aira bergegas berlari ingin menggunakan tubuhnya untuk menghadang tumpahan sup panas.


...Aldo yang menyadari apa yang dilakukan Aira bergegas berbalik dan memeluk Aira. Ia meninju mangkuk sup dengan satu tangannya, namun air sup panas tetap mengenai punggung Aira. Aldo melihat Aira kesakitan begitu terkejut dan khawatir. Aldo segera merobek baju yang dipakai olehnya. Aldo menyiramkan air es ke punggung Aira yang terkena sup panas, setelahnya Aldo melepaskan kemejanya untuk menutupi tubuh Aira....


..."Kamu... kamu jangan begini!" Aira merasa malu karena seluruh orang di warteg memperhatikan mereka berdua....


"Jangan bergerak!" Aldo terlihat begitu suram, ia memperhatikan luka di punggung Aira.


..."Untung saja tidak terlalu parah, hanya kulitnya yang sedikit memerah!" Aldo bernafas lega dalam hatinya....


Akhirnya Aldo menggendong tubuh Aira keluar dari warteg menuju mobil. Semua orang melongo melihat adegan romantis mereka berdua.


"Apa yang kamu lakukan! Cepat turunkan aku.. turunkan aku!" Aira meronta-ronta ingin diturunkan, ia merasa malu karena banyak orang yang melihatnya.

__ADS_1


"Waw, benar-benar mendominasi! Aku suka... kenapa aku tak bertemu dengan cowok yang mendominasi begitu! Aaaa ...!" Lisa berteriak kegirangan.


"Benar-benar cinta sejati... sekarang aku merasa lega!" Putra manggut-manggut melihat hal itu.


__ADS_2