
***Sakit saat diri ini diabaikan
Terluka saat tak di anggap
Harus bagaimana agar kau melihat ku
Sesulit inikah rasa cinta ini
Berlabuh pada hati yang salah
jangan lupa like 👍 dan komen ya☺️
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹***
"Ap...apa yang dia lakukan? Minumannya masuk ke dalam mulut ku.. aku tak bisa mencegahnya...." Aira terkejut karena Aldo memaksakan minuman ke dalam mulut Aira dengan menciumnya.
"Uhukk...uhuk...!" Aira tersedak oleh minuman yang masuk kedalam mulutnya.
Tanpa aba-aba Aldo lagi-lagi menciumnya. Aldo memegangi wajah Aira, membuatnya tak bisa memalingkan wajah untuk menghindari Aldo yang memaksa memasukkan minuman kedalam mulut Aira. Aira yang mulai semakin marah menggigit bibir Aldo hingga berdarah.
..."Tidak bisa lepas.. semakin aku memberontak, dia menjadi semakin ganas dan menggila! Aku hanya bisa pasrah untuk sementara waktu.. Tak ku sangka ciuman pertama ku di ambil paksa seseorang dengan cara seperti ini,.." Aira mengomel dalam hatinya, merasa tak terima dengan perlakuan Aldo....
"Huh, sudah nggak mau melawan lagi? Kalau begitu kau bisa melanjutkan membersihkan tubuh ku baik-baik bukan!" Aldo melepaskan ciumannya saat merasakan Aira tak lagi memberontak padanya.
..."Jika kamu nggak mau mendapatkan hukuman yang lainnya, ingatlah untuk membersihkan seluruh bagian tubuh ku dengan teliti!" Lanjutnya lagi. Aldo tersenyum puas melihat Aira salah tingkah akibat perbuatannya....
"Dasar brengsek, tak tahu malu...Harimau tak akan menunjukkan taringnya lebih dulu! Kamu pikir, aku Hello Kitty apa..." Aira memaki Aldo dalam hatinya, meskipun marah Aira tak bisa langsung bicara begitu pada Aldo.
__ADS_1
Aira mengelap keringat dan darah di tubuh Aldo secara lembut dan perlahan. Aldo tersenyum puas, ia menikmati setiap apa yang dilakukan Aira untuknya. Saat Aldo memejamkan mata, Aira menggigit dada Aldo hingga berdarah, ia bergegas kabur. Aira berlari keluar dari kamar dengan cepat menuju lantai bawah.
..."Heh sakit kan? Ini adalah balasan mu karena apa yang kau lakukan tadi... sekarang apa kau masih berpikir aku ini Hello Kitty apa.. rasakan itu brengsek..." Aira berlari sambil tersenyum puas karena bisa membalas dendam pada Aldo....
Aldo begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Aira. Anehnya ia tidak merasa marah pada Aira, sebaliknya ia tertawa kecil menikmati apa yang dilakukan gadis itu.
"Gadis yang menarik... berani sekali ia menggigit ku hingga berdarah! Benar-benar lucu... yah mau gimana lagi? Dia udah kabur..." Aldo tertawa melihat tingkah Aira yang menurutnya lucu.
...Aira berlari menuju kamar Lina, ia bergegas mengunci pintu kamar dari dalam. Ia takut Aldo akan membuat perhitungan dengannya. Lina yang tadinya memainkan ponsel terkejut melihat kedatangan Aira yang langsung mengunci pintu kamarnya....
"Nyonya Aira....nyonya, apakah tuan Aldo melakukan hal buruk lagi pada mu?" Lina merasa cemas.
..."Jika nyonya sampai kabur seperti kemaren bagaimana... jika ia pergi dari sini dan kembali ke keluarga Sanjaya, semuanya akan menjadi lebih buruk dari yang dulu!" Lina merasa khawatir dalam hatinya....
"Tidak ada, aku hanya memberi ia pelajaran dan sekarang kita impas.." Aira membalikkan badan berhadapan dengan Lina.
..."Pe...pelajaran, impas..! Nyonya kamu bertengkar dengan tuan Aldo? Apakah kamu terluka? Bagian mana yang terluka? Biarkan aku memeriksanya!" Lina mengitari tubuh Aira, memeriksanya takut ada yang terluka....
Lina melihat bibir Aira yang bengkak bagian bawah hingga merah. Ia tersenyum geli, melihat hal itu ia merasa tenang. Sepertinya pertengkaran yang dimaksud Aira bukanlah seperti yang ia pikirkan tadi.
..."Bibir nyonya memerah dan bengkak... itu pasti bekas ciuman tuan Aldo!" Lina menatap bibir Aira sekilas dan tersenyum dalam hatinya....
"Baguslah jika nyonya baik-baik saja!" Lina tersenyum sambil memegang kedua tangan Aira.
"Dia pasti melihat bibir ku, tapi ia tak membela ku... jelas-jelas mereka seakan memihak pada Aldo!" Aira merasa kesal dalam hati.
"Nyonya, kamu tidak mungkin memberi pelajaran kepada tuan Aldo dengan cara memukulnya kan?" Lina memegang pundak Aira.
__ADS_1
..."Tentu saja tidak, aku hanya menggigitnya.." Dengan polosnya Aira bicara tanpa merasa berdosa....
"Apa....kau menggigitnya, bagaimana bisa kau menggigit tuan! Dan bagian mana yang kau gigit?" Sebenarnya dalam hati merasa bahagia dengan kemajuan hubungan mereka.
Entah apa yang Lina pikirkan tentang kejadian itu. Ia terlihat begitu bersemangat dan senang. Aira yang polos tak mengerti bahwa caranya memberitahu Lina telah membuatnya salah paham, dan mengartikannya dalam hal berbeda.
..."Jika aku terus mentolerir perbuatannya, ia hanya akan bertindak semakin keterlaluan!" Aira merasa marah dalam hatinya melihat Lina seakan membela Aldo....
"Kenapa aku tak boleh menggigitnya? Dia yang lebih dulu berbuat tidak senonoh pada ku... Aku punya hak untuk mempertahankan diri!" Aira bicara dengan nada sedikit tinggi.
..."Apa benar kamu menggigitnya? Bagian mana yang kamu gigit? Apa luka gigitannya parah? Apa itu mengeluarkan banyak darah?" Lina menghujani Aira dengan banyak pertanyaan karena mulai mengkhawatirkan Aldo....
..."Jadi semuanya begini, semua orang di keluarga ini begitu peduli pada Aldo... semua orang memihak dan membelanya meskipun dia yang berbuat salah! Di rumah ini aku tidaklah penting, luka dan penderitaan yang ku rasakan tak ada yang peduli! Aku menyesal tak menggigitnya hingga robek... agar ia tahu bahwa aku juga tak gampang untuk ditindas, aku bukanlah seorang gadis lemah!" Aira bicara dalam hati, ia benar-benar merasa kesal dan kecewa....
"Aku menggigitnya hingga terluka parah, banyak darah yang keluar! Lebih baik kamu pergi untuk melihatnya sekarang, takutnya ia sudah pingsan akibat gigitan ku!" Aira bicara sekenanya karena kesal.
..."Oh, ya ampun! Kalian adalah sepasang suami istri, kenapa selalu bertengkar seperti musuh bebuyutan... ini tidak baik!" Tanpa sadar Lina keceplosan mengatakan kata suami istri pada Aira....
"Siapa yang pasangan suami istri dengannya! Jika dia berani berbuat hal tidak senonoh lagi pada ku... aku akan mengatakannya pada Aldi!
Dan jika Aldi tak peduli, aku akan melaporkan dia ke kantor polisi!" Aira bergegas pergi keluar dari kamar Lina dengan perasaan marah.
"Kenapa semua orang di keluarga Pangestu selalu membela dan berpihak pada Aldo? Mereka anggap Aldi apa, aku ini istrinya Aldi! Bagaimana bisa melecehkan kakak iparnya sendiri dianggap hal biasa! Tapi selain masalah yang bersangkutan dengan Aldo, setidaknya Lina dan Burhan selalu baik pada ku!" Aira menangis di dalam kamar tamu.
Selama beberapa hari Aira selalu tidur di kamar tamu. Ia berusaha menghindari bertemu dengan Aldo. Hari ini Aira membuatkan bubur untuk Aldi. Sudah seminggu setelah kejadian itu, ia tak pernah bertemu dengan Aldi.
..."Maaf nyonya, anda tak bisa menemui tuan Aldi..." Dokter mencegah Aira masuk ke dalam ruang perawatan Aldi....
__ADS_1
"Mereka menghalangi ku masuk ke ruang perawatan Aldi! Ketulusan ku sama sekali tak dihargai.. meskipun aku ini istrinya Aldi, namun aku masih tak dianggap sebagai anggota keluarga ini!" Aira kembali ke dapur membawa nampan berisi makanan yang ia buat untuk Aldi.
"Burhan dan Lina di ijinkan masuk, kenapa aku yang istrinya nggak boleh? Aku adalah orang yang paling berhak atas Aldi menurut hukum, tapi kenapa aku tak memiliki hak untuk masuk ke ruang perawatan dan melihat Aldi?" Aira duduk termenung di meja makan.