SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 10


__ADS_3

Destra terus memperhatikan gerak gerik Caca dengan tersenyum tanpa ada yang terlewatkan hingga Caca menghilang dari pandangannya.


Mengetahui Destra terus memperhatikan keponakannya, tidak membuat Aldo ingin mengetahui apa yang ada dalam pikiran tuannya tersebut.


"Tuan Destra mari kita kembali ke hotel". ucap Aldo mengalihkan pandangan Destra yang terus melihat kepergian Caca.


"I..ii..ya Om, sebentar". Jawab Destra gugup dan melangkah mencari keberadaan Boy yang ternyata kini sedang berada di kasir dan Destra segera menghampirinya.


" Ran ".


" Ya bos?".


"Jika Caca dan teman nya datang kemari jangan pernah menerima atau pun menagih pembayaran kepada mereka". ucap Destra sedikit berbisik agar tidak diketahui oleh Aldo.


"Siap bos". jawab Boyran tanpa bertanya alasannya.


"Ok Ran, gue balik dulu, Assalamualaikum ". Ucap Destra


"Waalaikumsalam". jawab Boyran.


Destra melangkah meninggalkan Cafe tersebut dengan diikuti oleh Aldo.


*****


"Ca , ceritain donk". Seru Rani di saat mereka sudah berada di halte bus.


"Cerita apaan?". tanya Caca pura - pura lupa.


"Tentang tadi lah". jawab Rani


"Yang mana ya Ran?". tanya Caca


"Jangan sok pikun Ca, ntar lo pikun beneran baru tahu rasa loe". seru Santi.


"Kalau gue pikun beneran, kalian juga kena imbas nya". jawab Caca sekaligus mengalihkan pembicaraan.


"Ngak akan". jawab Santi santai


"Apa hubungannya pikun loe dengan kita berdua". tanya Rani


"Jika gue pikun beneran sudah pasti gue juga lupa donk semua ilmu pelajaran yang ada di otak gue". jawab Caca


"Hubungan sama kita 2 apaan Cicak?". tanya Santi kesal.


"Loe dua nyontek sama siapa Santet?". tanya Caca balik.


"Iya juga ya, hehehe". Jawab Santi cengengesan.


"Loe jangan doa in Caca pikun donk San bisa gawat kita dua". seru Rani.


"Maafkan gue yang polos ini". Seru Santi. Dan mereka tertawa bersama.


"Yok, bus kita dah datang tuh". Ucap Caca.


Dan mereka melangkah memasuki bus ketika bus telah berhenti dengan sempurna.


"Kak Destra ganteng banget ya San". Rani


"Bener Ran, gue hampir klepek - klepek melihat senyumnya kak Destra". jawab Santi


"Apa lagi gue San yang duduk di sebelah kak Destra hampir kejang - kejang gue". seru Rani


"Kejang - kejang sama klepek - klepek apa bedanya Ran?". tanya Santi


"Beda huruf doank". jawab Rani santai.


"Menurut loe Ca , ganteng ngak kak Destra". tanya Santi

__ADS_1


"Ganteng, tapi lebih ganteng bokap gue". jawab Caca.


"Payah loe, selalu saja itu jawaban loe". ucap Santi jengah.


"Ngiming - ngiming om Aldo mirip banget ya dengan bokap loe Ca". seru Rani


"Iya Ca, gue kira Om Aldo bokap loe tadi, mereka kembar ya Ca?". Tanya Santi


"Enggak". jawab Caca cepat.


"Kok bisa mirip banget ya?". Guman Rani pelan namun masih bisa di dengar oleh Caca dan Santi.


Caca yang mendengar celoteh Rani hanya geleng - geleng kepala.


"Namanya juga satu pabrik". Jawab Santi santai


"Memang nya om Aldo dengan bokap nya Caca buatan pabrik ya san?". tanya Rani dengan polos nya.


"Capek deh". ucap Santi dengan meletakkan punggung tangannya di keningnya.


*****


Diperjalan mereka menuju hotel tidak ada pembicaraan sama sekali hingga mereka tiba di hotel.


Destra langsung menuju ke kamar VVIP yang berada di lantai paling atas hotel tersebut.


Kamar VVIP tersebut hanya bisa digunakan oleh keluarga Nugraha saja. karena hotel tersebut milik dari Alki sendiri.


Sesampainya didepan pintu kamar, Destra meletakkan jempol nya di fingerprint untuk membuka pintu ruangan tersebut.


Alki yang duduk diruangan tamu tidak menyadari kedatangan Destra karena asyik melakukan video call dengan istrinya.


"Kalau sedang ngomong dengan mami, anaknya pun tidak diperdulikan". Gumannya pelan dan melangkah memasuki kamarnya untuk membersihkan diri.


15 menit kemudian Destra kembali keruangan tamu untuk menemui papi nya yang masih berada diruang tamu.


"Ngapa loe?". Tanya Alki santai


"Yaelah pi, baru juga tadi siang kita ninggalin mami". Ucapnya lirih dan duduk di sebelah papi nya.


"Makanya loe cepat nikah supaya tahu arti merindu". Seru Alki santai yang masih terus menatap ke arah monitor handphonenya.


Mendengar penuturan papi nya tersebut Destra tersenyum lebar dan seketika mengambil alih handphone Alki.


"Mami, Destra mau nikah". Ucap nya to the point.


Alki yang mendengar ucapan anaknya hanya senyum - senyum.


"Kuliah saja belum selesai sudah mau nikah". seru Anggi santai


"Banyak kok ma yang masih kuliah tapi sudah menikah". Destra


"Kemaren malam loe bilang belum kepikiran ingin nikah, sekarang kok ingin nikah". Sanggah Alki.


Destra hanya cengengesan mendengar penuturan Alki.


"Memangnya kamu sudah ada calon?". tanya Anggi penasaran.


"Sudah dong mami". Jawabnya dengan tersenyum.


"Kok kamu ngak pernah cerita sama mami?". Tanya Anggi heran, setahu Anggi anak lajang nya akan selalu menceritakan tentang semua yang dialami oleh Destra termasuk hal pribadi sekalipun.


"Baru saja ketemu di cafe Destra ma". Jawab Destra santai


Alki yang masih berada di sebelah Destra tertawa terbahak - bahak mendengar penuturan anaknya termasuk juga Anggi tidak bisa menahan tawanya.


Melihat orang tua nya tertawa serentak, membuat dahinya berlipat karena bingung.

__ADS_1


"Kok ketawa sih?". Tanya Sestra kesal dengan melihat papi dan mami nya secara bergantian.


"Bagaimana tidak tertawa, kamu baru saja ketemu sama dia langsung minta nikah". Jawab Anggi masih dengan tertawa.


"Inti nya Destra tetap ingin nikah dengan dia titik". Ucap Destra tegas dengan menekan kata titik.


Alki dan Anggi sontak berhenti tertawa dan menatap serius kepada anak mereka.


"Memang nya kamu sudah yakin sama dia?". Tanya Anggi menatap serius Destra dari monitor handphone nya.


"Yakin 1000% mami". Jawab nya pasti


"Kok langsung 1000% sih, mesti nya kamu kenali terlebih dahulu perempuan itu sehingga tidak ada penyesalan kemudian hari". Seru Anggi mengingatkan.


"Mami ngak usah khawatir deh, Destra yakin dia pasti akan jadi istri dan menantu indaman". Jawab nya santai


"Kenapa kamu bisa bilang seperti itu nak, sedangkan kamu baru ketemu sama dia". Tanya Anggi lagi


"Dia cantik banget ma, yang terpenting dia gadis yang sholeha". Jawab Destra dengan yakin.


Mendengar penuturan sang anak Anggi tersenyum lebar.


"Siapa nama gadis itu nak?". Tanya Anggi


"Caca salsabila putri wijaya, keponakan dari om Aldo". Jawab nya santai


Ada sedikit kelegaan yang dirasakan Anggi dan juga Alki, karena perempuan yang di maksud Destra termasuk keluarga Aldo.


Mereka sangat mengenal sosok Aldo yang sudah lama bekerja diperusahaan mereka. Rajin, cerdas, setia dan juga taat dalam beragama begitulah Alki dan juga Anggi menganggapnya.


"Jika memang gadis itu termasuk keluarga Aldo, ya sudah mami restui kamu menikahinya". Restu anggi kepada anaknya dengan tersenyum bahagia.


Restu yang diberikan maminya membuat Destra kegirangan bahagia yang tiada tara dengan mencium - cium mami nya di layar monitor handphone papinya tersebut.


"Thank you, you are the best Mami". Ucap nya dengan bahagia.


Alki yang melihat anak lajangnya mencium - cium istrinya berulang kali, mulai menunjukkan sifat posesif nya langsung merampas handphone nya dari genggaman anaknya.


"Enak aja loe cium - cium istri gue, gue aja belum cium dia dari tadi". Ucap nya dengan mengusap - usap layar handphone nya.


"Papi, Destra belum selesai ngomong dengan mami". Ucap nya kesal dengan menghentakkan kaki nya seperti anak kecil.


"Yaelah sifat manjanya masih muncul sudah minta nikah?". Ejek Alki menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Memangnya mau ngomong apa lagi sayang, mami sudah restui kamu menikahi gadis itu , ya sudah kamu ajak saja dia menikah". Seru Anggi.


"Masalah nya dia masih anak sekolah ma". Jawab nya dengan menundukkan kepalanya tanpa melihat Anggi dari layar handphone karena handphone sudah di tangan Alki namun masih bisa di dengar jelas oleh Anggi.


Alki dan Anggi yang mendengar penuturan Destra, kembali sepasang suami istri itu tertawa terbahak - bahak. Tak terkecuali Alki tertawa hingga merebahkan badannya di sofa dengan memegang perutnya yang tegang karena tertawa.


Destra hanya terdiam menundukkan kepala nya untuk menutupi mimik wajahnya yang sedih.


"Papi , mami tolongin Destra donk....". Ucap nya lirih memohon bantuan kedua orang tua nya.


Alki duduk kembali namun masih menahan tawa nya, dan menyerahkan handphone kepada anak lajang nya supaya langsung berbicara dengan mami nya.


Destra kembali menatap layar handphone tersebut masih dengan mimik wajah menyedihkan.


"Tolongin Destra donk mami". Ucap nya lagi lirih.


"Gimana mami mau nolongin kamu, memangnya kamu mau mami masuk penjara". Anggi


"Kok mami bisa di penjara sih?". Tanya Destra


"Ya iya lah, karena mami menikahkan kamu dengan anak dibawah umur". Jawab Anggi


"Dia sudah SMA kok ma". Ucap nya lirih

__ADS_1


__ADS_2