SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 7


__ADS_3

Disaat menunggu berjalannya operasi, Alki meminta Edo menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpa kedua orang tua nya. Edo pun menceritakan semua nya tanpa ada yang terlewatkan.


"Apakah kau melihat nomer polisi mobil itu?".


Tanya Alki dan di jawab Edo dengan menggelengkan kepalanya.


Alki memahami kondisi Edo yang Shock karena menyaksikan kecelakaan tersebut membuat nya tidak berfikir untuk melihat nomer polisi tersebut.


Alki menghubungi kantor polisi untuk melaporkan kecelakaan agar kepolisian melihat rekaman cctv di jalan X tempat terjadinya kecelakaan tersebut dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas si pemilik kendaraan.


Selesai memberi laporan Alki kembali duduk ditempatnya semula.


"Sekarang berapa usia mu?".


"10 tahun om".


"Apakah kau bersekolah?".


"Iya Om". jawab nya.


Beberapa menit kemudian dokter yang menangani kedua orang tua Edo keluar dengan wajah lesu. Alki segera menghampiri Dokter Kevin yang baru keluar dari dalam ruangan IGD tersebut.


"Maafkan kami tuan Alki, kami tidak bisa menyelamatkan mereka, benturan dibagian kepala mereka, mengakibatkan banyak kehilangan darah". Ucap Dokter Kevin


Edo yang mendengar penuturan dokter Kevin teriak histeris dengan memanggil manggil ayah dan ibu nya.


Supir pribadi Alki datang menghampirinya dan menyerahkan 2 paper bag.


Alki mendekati Edo yang masih histeris dan memeluknya erat dan memberi semangat kepada Edo supaya mengiklaskan kepergian orang tua nya.


Setelah Edo sedikit tenang, Alki membawanya untuk berganti pakaian mereka yang terkena bercak darah kedua orang tua Edo. Setelah membersihkan diri mereka memakamkan orang tua Edo.


"Terimakasih banyak om, telah membantu pemakaman kedua orang tua ku". ucap Edo di dekat pusara orang tua nya.


"Semoga om selalu dilimpahi kebahagian dan kesehatan dari yang maha kuasa". imbuh nya


"Amin..Selanjutnya kau akan kemana Edo?". tanya Alki


"Aku akan melanjutkan hidupku seperti biasa om meskipun tanpa kedua orang tua ku".jawab nya dengan air mata yang terus mengalir.


Kegigihan Edo untuk terus melanjutkan hidup seorang diri membuat Alki berniat membawa Edo tinggal bersamanya.


Akhirnya Edo mau ikut bersamanya setelah Alki menyetujui permintaan Edo untuk bekerja apa saja dikediaman Alki untuk membalas kebaikan yang diberikan Alki kepadanya.


Destra saat itu masih berusia 5 tahun sangat senang dengan kedatangan Edo di kediamannya karena ada teman bermainnya.


Edo yang tidak bisa berdiam diri selalu membantu asistent rumah tersebut sepulangnya dari sekolah.


Menemani Destra bermain, menidurkannya, hingga memberi Ilmu sekolahnya kepada Destra Edo lakukan setiap saat.


Alki dan Anggi sudah menganggap Edo seperti anak mereka sendiri.


Flash back OFF.


Alki mengambil handphone dan melakukan video call.


"Papi menghubungi siapa?". tanya Destra.


"Kakak Loe".


"Destra ntar lagi hubungi Edo pa". jawab Destra kesal karena rencanya ingin memberi kejutan di gagalkan papinya.


"Kelamaan". seru Alki


"Assalamualaikum ayah". Ucap Edo. Ya Edo diminta Alki dan Anggi untuk memanggil mereka Ayah dan Ibu seperti Edo memanggil orang tua nya.


"Waalaikumsalam, apakah dikantor ada kendala?".


"Alhamdulillah, untuk saat ini tidak ada ayah".


"Bagus kalau gitu".ucap Alki yang tidak meragukan kinerja anak angkatnya yang sangat di acungi jempol oleh client nya.


"Edo, apakah kau merindukan Destra adikmu?". tanya Alki seolah - olah tidak ada Destra di didekatnya.

__ADS_1


"Sangat ayah, kemaren Edo bermimpi Destra datang memberi kejutan kepada ku ayah". jawab nya gembira.


Alki mengarahkan camera handphone nya ke arah Destra yang duduk di depan nya. Alki yang menggunakan earphone sehingga tidak mendengar apa yang diucapkan Edo.


Edo yang melihat keberadaan Destra sontak bangkit dari tempat duduknya dan mematikan panggilan videocall nya. Alki hanya geleng - geleng kepala.


Edo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai dikediaman nugraha.


"Edo jawab apa pa?, kangen ngak Edo dengan Destra?". tanya Destra penasaran.


"Seperti nya enggak tuh, sekarang Edo harus segera rapat dengan client". Jawab Alki berbohong.


Terlihat jelas wajah Destra tampak kecewa dengan jawaban papinya. Alki yang mengetahui anak angkatnya akan segera sampai hanya bersikap santai melihat perubahan wajah Destra.


Sesampainya di kediaman nugraha Edo masuk tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu dan segera menuju tempat Alki berada dan juga Destra.


"Apakah kau masih adikku?". tanya Edo sesampainya diruang keluarga tempat Destra dan Alki bersantai.


Destra yang mendengar suara Edo langsung bangkit dari duduk nya dan memeluk Edo dengan erat.


"Apakah kakak merindukanku?". tanya Destra balik dan merenggangkan pelukan mereka.


"Untuk apa aku harus merindukan orang yang tidak merindukanku". jawab Edo dan kembali memeluk Destra dan mukul - mukul pelan punggung Destra.


Anggi yang melihat kedatangan Edo segera menghampiri mereka dan meletakkan coffe di depan suaminya.


"Sudah sampai nak?". tanya Anggi kepada Edo


"Baru saja ibu".jawab Edo dan mencium punggung tangan Anggi dan memeluknya sesaat dengan kasih sayang seperti sebelum - sebelumnya.


"Loe ngak salim sama gue?". tanya Alki yang terlihat cemburu karena di acuhkan Edo.


"Ya ayah, tiap hari juga kita ketemu di kantor". jawab Edo dan menghampiri Alki untuk mencium punggung tangan Alki.


Sifat Alki dirumah dan di kantor sangat jauh berbeda. Ketegasan, dan wibawa nya dalam memimpin perusahaan tidak akan terlihat sama sekali bila sudah berada didalam rumah.


"Beda di rumah dan di kantor, di kantor gue bos loe, di rumah gue bokap loe". ucap Alki


"Siap salah Ayahku yang tampan". jawab Edo dan mengambil duduk di dekat Destra.


"Yok kita ke kantor, banyak yang ingin gue ajar kan sama loe tentang kantor". ajak Edo ke Destra


"Gue ngak bisa, karena papi ngajak gue ke kota B". jawab Destra


"Bagus juga tuh, jadi loe bisa langsung belajar lapangan juga, iya kan yah".


"Hemm, dan dia juga harus tinjau langsung perkembangan Cafe nya di sana". jawab Alki santai menikmati coffe yang disediakan istrinya.


"Kalau ayah dan adik mu sudah kembali dari kota B, kau harus nginap di sini". perintah Anggi


"Siap ibu, itu pasti". jawab Edo


Edo sekarang lebih banyak tinggal di apartement dari pada di kediaman nugraha semenjak Destra pergi kuliah di New York.


Kesibukan Destra dalam menimba ilmu di negeri orang membuat mereka jarang berkomunikasi. Perbedaan waktu juga termasuk hambatan mereka untuk selalu berkomunikasi.


"Adikku yang cantik kesekolah bu?". tanya Edo akan keberadaan Devi


"Iya".jawab Anggi


"Loe mau balik lagi ke kantor bro?". tanya Destra kepada Edo


"Enggak, sampai siang nanti urusan kantor sudah beres". jawab nya


"Makan siang bersama kita saja nak, bik siti ada masak makanan kesukaanmu tuh". Ucap Anggi


"Ok bu". jawab Edo tersenyum.


Setelah acara makan siang, Destra dan juga Alki bersiap untuk berangkat ke kota B.


"Gue berangkat ya bro?". ucap Destra


"Ok bro, hati - hati ya moga sukses" ucap Edo dengan berpelukan ala lelaki gaul yang di akhiri dengan tangan yang di kepal kan dan di tos.

__ADS_1


Aldo yang juga akan berangkat dengan Alki dan Destra telah berada dikediaman nugraha. Mereka yang akan menggunakan jalur darat mengikut sertakan supir pribadi Alki untuk membawa mereka ke kota B.


*****


Di jam istirahat mereka segera menuju kantin sekolah untuk mengisi perut kosong mereka. Caca yang masih duduk di kelas 1 SMA sudah terkenal di setiap sudut sekolah tersebut karena kepintaran serta kecantikannya.


Kantin sekolah tersebut memang selalu ramai di jam - jam istrahat mereka. Terkadang mereka harus berdesak desakan untuk mendapatkan tempat duduk.


"Wah...wah...gimana mau dapat tempat duduk nih, ramai banget". Rani


"Santai Ran, percuma kita punya senjata". bisik Santi ke telinga Rani dan menunjuk Caca dengan jempol nya.


"Terkadang otak loe encer juga San". seru Rani pelan dengan senyum yang menyeringai.


"Ca, yok kita cari tempat biar Santi yang pesan makanan kita". ajak Rani.


"San, gue pesan bakso sama jus jeruk ya". Caca


"Gue juga". Rani


"Ok siippp". jawab Santi dan pergi menuju tempat untuk memesan yang terlihat mengantri.


Rani mecari meja yang bisa ditempati untuk mereka bertiga. Dengan mata nya yang jeli, Rani segera menarik tangan Caca untuk ikut bersamanya.


"Hi kak, boleh ngak kita duduk gabung dengan kakak?". tanya Rani sedikit centil.


Melihat Caca yang di gandeng Rani kedua murid tersebut dengan cepat mempersilahkan mereka duduk yang ada didepan kedua lelaki tersebut.


"Memang loe senjata yang handal Ca". Guman Rani dalam hati dengan senyum menyeringai.


Santi yang telah melihat keberadaan 2 temannya, segera memesan dan menunjuk meja dimana mereka akan menunggu pesanannya. Setelah memesan Santi menuju meja tempat Rani dan Caca berada.


"Pesanan kita - kita mana San?". tanya Caca


"Entar lagi juga di anter". Santi


"Sini San duduk disebelah gue". ucap Caca. Dengan segera Santi menarik kursi yang hanya tersisa satu.


"Kak kenalin nama gue Santi". ucap nya dengan mengulurkan tangannya.


Kedua murid tersebut pun menyambut uluran tangan Santi secara bergantian.


"Angga"


"Bayu"


Rani pun tidak mau tinggal diam, dia segera memperkenalkan namanya.


"Gue Rani kak". ucap nya centil.


Ketika Angga dan Bayu mengulurkan tangan didepan Caca, dengan segera Caca menanggupkan tangannya di depan dada nya sebagai tanda perkenalan.


"Caca". ucap nya.


Dengan rasa malu Angga dan bayu menarik kembali tangan mereka.


"Maaf ya kak, temen kami ini memang tidak mau bersentuhan dengan laki - laki yang bukan mahrom nya, hehehe". ucap Rani


"Teman gue ini sudah seperti bidadari tak bersayap ya kak?". tanya Santi. Caca sontak menyenggol Santi dengan sikutnya.


Bayu dan Angga menganggukkan kepala mereka tanda menyetujui perkataan Santi.


"Menurut gue Caca lebih cocok bidadari tak berhijab San". seru Rani


"Bener juga pendapat loe Ran". Santi


"Bentar lagi gue berhijap". seru Caca santai.


"Serius loe?". tanya Santi dan Rani kompak.


"Serius lah".


"Alhamdulillah". Lagi - lagi Rani dan Santi ucap kan dengan kompak dengan mengusap wajah mereka menggunakan kedua telapak tangan mereka.

__ADS_1


Tidak berapa lama pesanan yang mereka tunggu - tunggu akhirnya datang juga.


__ADS_2