SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 9


__ADS_3

"Caca minta izin sebentar Ayah, mau nongkrong di cafe biasa sama Rani dan Santi, boleh tidak?". tanya Caca lembut.


Ahmad diam sesaat memikirkan permintaan anak semata wayangnya tersebut.


"Baik lah Ayah izinin". jawab Ahmad. Mendengar Anmad memberi izin mereka langsung kegirangan.


"Tapi ingat enggak boleh lama - lama". Seru ahmad menegas kan.


"Siap laksanakan". Ucap mereka bertiga kompak.


Ahmad yang mendengar jawaban mereka yang kompak membuat Ahmad tertawa pelan.


"Shalatnya jangan tinggal ya nak". imbuh Ahmad mengingatkan anaknya.


"Iya Ayah itu pasti". Caca


"Ya sudah kalian hati - hati, Assalamualaikum ". ucap Ahmad mengakhiri.


"Waalaikumsalam". Jawab mereka kompak kembali.


Mereka berjalan kaki menuju tempat biasa mereka nongkrong karena letak cafe yang tidak jauh dari sekolah mereka.


Sesampainya di tujuan mereka menuju meja yang menurut mereka nyaman dan tenang.


Seperti biasa mereka akan langsung dihampiri pelayan cafe dengan membawa buku menu dan akan mencacat pesanan mereka.


Setelah pelayan cafe mencatat pesanan mereka, Caca beranjak kembali dari duduk nya.


"Loe mau shalat Ca?". tanya Santi


"Hemm, loe mau ikut?".


"Duluan deh Ca".


"Kirain". ucap Caca kecewa karena teman - temannya yang susah di ajak shalat.


Caca melangkah menuju mushollah kecil yang tersedia di pelataran samping Cafe tersebut.


Sebelum masuk ke mushollah tersebut, terlebih dahulu Caca mengambil air wudhu yang berada disebelah mushollah kecil tersebut.


Tanpa di sadari Caca ada sepasang mata memperhatikannya hingga Caca menyelesaikan shalatnya yang selalu di akhirinya dengan ber doa.


"Subhanallah, cantik bener nih anak". Ucap nya dalam hati mengagumi kecantikan caca yang lagi khusuk beribadah.


Setelah selesai melaksanakan kewajibannya dan ber doa Caca beranjak meninggalkan mushollah setelah membuka mukenah dan melipat nya kembali yang disediakan oleh cafe tersebut. Tanpa Caca sadari ada seseorang yang terus memperhatikannya, dia adalah Destra Alkana Nugraha.


Caca kembali ke tempat dimana ke dua temannya berada. Destra terus mengikuti Caca dari belakang. Setelah mengetahui meja tempat Caca duduk, Destra memberanikan diri untuk menghampirinya.


"Permisi". Ucap nya


"I..iiya kak?". tanya Rani terbata - bata karena rasa grogi dihampiri oleh lelaki tampan.


Pandangan Santi terus menatap wajah tampan Destra tanpa berkedip dengan mulut sedikit terbuka.


Caca yang tidak terpengaruh akan ketampanan Destra malah asyik menyantap makanannya.


"Gue boleh duduk gabung kalian ngak?". Tanya Destra dengan ramah tanpa melepas senyuman diwajahnya sehingga membuat Santi dan Rani semakin salah tingkah.


"Bo..bo..leh kak". Jawab Rani dan menarik kursi di sebelahnya.


Mendengar permintaan Destra, Caca menghentikan makannya dan mendongakkan kepalanya untuk melihat lelaki itu dengan ekspresi tidak suka.


"Maaf kak, masih ada tempat yang kosong, kenapa harus di sini?". Tanya Caca


Rani dan Santi yang tidak terima akan penolakan Caca spontan Santi menyenggol Caca, sedangkan Rani melotot ke arah Caca.


Melihat 2 sahabatnya yang protes atas penolakannya, Caca hanya bisa membuang napas nya dengan kasar.


"Hehfff, terserah kalian deh". Ucap nya jengah melihatkan ketidaksukaan terhadap kedatangan Destra dan melanjutkan makannya.


Destra tetap duduk meski Caca menolak kehadirannya.


"Kenalkan nama saya Destra". ucap Destra dengan mengulurkan tangan kanan nya di hadapan Caca.


Melihat tangan Destra di hadapannya, Caca hanya menatap tangan Destra tanpa menyambutnya.


Dan menangkupkan tangannya di depan dadanya sebagai tanda perkernalan.


"Caca". Ucap nya.


Melihat tangan Destra tidak disambut dengan Caca, dengan segera Santi menyambut tangan Destra.


"Nama gue Santi kak". Ucapnya dengan memasang senyum terindahnya.


"Gue Rani kak". ucap Rani dengan mengambil alih tangan Destra dari Santi.


"Maaf ya kak, temen kita ini memang tidak bersentukan dengan lelaki yang bukan mahrom nya". seru Santi

__ADS_1


"Caca seperti bidadari tak berhijab kan kak?". Jelas Santi lagi. Dengan cepat Caca menyenggol Santi pelan dengan sikutnya.


"Subhanallah". Ucap Destra pelan dan terus memperhatikan Caca yang sedang menyantap makanannya.


"Kak Destra sendiri kesini?". tanya Santi memecahkan lamunan Destra yang terus memperhatikan Caca.


"Eh iya?". jawab Destra gugup menoleh ke arah Santi.


"Kakak sendiri kesini?". ulang Santi


"Gue sama teman". jawab Destra


"Kak Destra jangan terus - terus lihat Caca, ntar jatuh cinta baru tahu". Santi


"Gue sudah jatuh cinta sama dia". jawab Destra terus terang.


Mendengar Destra mengutarakan perasaan terhadapnya, Caca hanya santai saja seperti tidak mendengar ucapan Destra.


Caca tidak seperti kebanyakan wanita lain bila mendengar ungkapan cinta yang di utarakan dari seorang lelaki akan menjadi grogi atau sebagainya.


Meski di dalam hatinya mengagumi akan ketampanan Destra namun tidak memperlihatkannya. Caca mampu mengendalikan dirinya untuk tetap tenang.


"Sudah banyak kak yang menyatakan cinta dengannya". ucap Santi santai


"Oh ya?, apakah Caca sudah punya pacar?". tanya Destra kepada Santi.


Santi tidak menjawabnya karena dengan cepat Caca menyenggol Santi kembali dengan sikut nya supaya diam.


"Gimana mau punya pacar kak?, baginya pacaran hanya pengganggu konsentrasi belajar dan yang sering dia sebut kalau pacaran itu HARRRAM". jawab Rani dengan menekan kata haram.


Mata Caca membesar menatap ke arah Rani, namun Rani tidak memperdulikannya seolah Rani tidak melihat tatapan Caca.


"Masyaallah". Ucap Destra.


"Kalian sudah selesai makan kan?, yok balik". ajak Caca setelah meminum jus jeruknya sekali curut.


"Ternyata si bos duduk disini?". ucap Boyran menghampiri Destra.


"Hi kak Boy". sapa Rani kecentilan dan di sambut Boy dengan senyum ramah.


"Eh ada apa Ran?". tanya Destra.


"Pak Aldo sedari tadi cari si bos". jawab Boy.


"Kak Destra pemilik cafe ini ya?" tanya Santi kepada Boyran dan dianggukkan oleh Boy.


Aldo yang baru melihat keberadaan Destra segera menghampirinya.


"Tuan Destra ada disini?". ucap Aldo


"Iya Om, ada apa Om?". tanya Destra dan bangkit dari tempat duduknya.


"Saya permisi bos". Ucap Boy dan Destra menganggukkan kepalanya.


"Lebih baik kita segera kembali ke hotel tuan, agar tuan beristirahat". saran Aldo.


"Paman Aldo!". Sapa Caca dan beranjak dari duduk nya menghampiri Aldo dan mencium punggung tangan Aldo.


"Caca". seru Aldo dan memeluk Caca.


Santi dan Rani hanya saling pandang menatap bingung dengan yang mereka lihat dan begitu juga dengan Destra.


"Paman kok bisa disini?". Tanya Caca setelah melepas pelukan rindu mereka.


"Paman lagi melakukan perjalanan bisnis sayang". jawab Aldo dengan senyuman yang terus menghiasi wajahnya.


"Ooohh, apakah Paman sudah memberi tahu Ayah atau Bunda jika Paman berada di sini?". tanya Caca


"Belum sayang".


"Kenapa?, apakah Paman tidak datang kerumah Caca?". tanya Caca dengan mimik sedih.


"Datang sayang, InsyaAllah nanti Paman kerumah kamu sayang". Jawab Aldo dan mengacak rambut Caca gemas.


"Paman mahu kasih kejutan ya?". tebak Caca dengan senyuman manisnya.


"Anak pintar". Ucap Aldo dan mencubit pelan pipi Caca. "Jangan beritahukan Ayah dan Bunda mu ya". Imbuh nya lagi.


"Ok siip".


"Maaf tuan Destra, kenalkan ini keponakan saya namanya Caca". ucap Aldo


"Kami sudah saling kenal Om". jawab Destra tersenyum.


"Oh ya?". tanya Aldo dengan menatap Caca penuh tanya.


"Baru saja Paman". jawab Caca seolah mengerti arti tatapan Aldo yang mengira mereka sudah lama saling mengenal.

__ADS_1


"Oh iya Paman kenalin teman - teman Caca". seru Caca memperkenalkan ke 2 temannya.


"Rani Om". Ucap nya dan mencium punggung tangan tangan Aldo. Begitu juga dengan Santi melakukan hal yang sama.


"Santi Om".


"Paman, Caca balik dulu ya?".ucap Caca


"Baru ketemu paman kok langsung mau pulang?". Tanya Aldo


"Caca sudah janji dengan Ayah supaya cepat pulang paman". jelas Caca.


"Lagi pula Paman nanti akan kerumah kan?".


"Iya sayang InsyaAllah". Jawab Aldo


"Bagaimana jika kita mengantar mereka saja Om?". Saran Destra kepada Aldo


"Bagaimana sayang?". tanya Aldo kepada Caca.


"Kami mau Om, iya kan San?". seru Rani senang dan di anggukkan Santi.


"Iya Ca, lebih baik kita di antar dengan Om Aldo saja". Santi


"Mobil Paman yang mana?". tanya Caca dengan mengedarkan pandangannya ke arah parkiran.


"Itu yang berwarna hitam". jawab Aldo menunjukkan mobil Alphard hitam terbaru yang terparkir dengan rapi.


"Wow keren Ca, pasti nyaman didalamnya". seru Rani.


"Gue belum pernah naik mobil seperti itu Ca, ayok la Ca". ajak Santi seperti anak kecil dengan menggoyang - goyangkan tangan Caca.


"Ngak usah lebay loe". jawab Caca jengah.


"Ngak usah deh Paman, Caca dan teman - teman naik bus saja". tolak Caca lembut.


"Kenapa sayang?". tanya Aldo


"Ngak baik dilihat orang Caca turun dari mobil mewah apa lagi Caca masih pakai seragam sekolah, bisa menimbulkan fitnah Paman". jawab Caca.


"Masyaallah". Ucap Aldo dan Destra serentak.


"Paman tidak berpikir sampai ke situ sayang". Seru Aldo "baiklah segeralah kembali kerumah". Imbuh Aldo


"Baiklah Paman, Caca tunggu kedatangan paman dirumah". Seru Caca dengan tersenyum manja dan mencium punggung tangan Aldo sebelum meninggalkan tempat tersebut dan begitu juga Rani dan Santi memberi salam ke pada Aldo bergantian.


Baru 3 langkah Caca menjauh dari pamannya, Aldo kembali memanggilnya.


" Ca ". teriak Aldo lembut.


"Ya Paman?". jawab Caca dengan memutar kembali badannya.


"Beri salam kepada tuan Destra, tidak sopan seperti itu sayang". seru Aldo.


Caca hanya cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mendekat di hadapan Destra.


"Caca lupa Paman". jawab nya cengengesan.


"Caca permisi pulang ya kak". ucap nya dengan menakupkan tangannya di depan dadanya.


Destra tersenyum dengan menakupkan tangannya sebagai tanda menyambut salam Caca.


"Karena kakak yang punya Cafe ini dan juga bos dari Paman Caca, hari ini kami ber 3 ngak usah bayar ya kak". ucap Caca pelan kepada Destra.


Mendengar ucapan Caca tanpa rasa malu, tetapi bagi Destra itu sangat menggemaskan sehingga mampu membuat Destra tertawa namun di tahan oleh nya sehingga hanya tawa kecil yang keluar.


"Setiap hari juga tidak masalah". jawab Destra pelan di sela tawanya.


"Beneran kak?". tanya Caca seperti tidak percaya.


"Iya Beneran Ca, Swear". jawab Destra lembut dengan senyuman yang menawan untuk meyakinkan Caca.


Mendengar Destra mengucapkan kata Swear sontak Caca bertepuk tangan dengan senyum gembira seperti anak kecil yang mendapat hadiah.


"Terima kasih kak". ucap Caca tersenyum dan mendapat anggukan dibarengi senyuman juga oleh Destra.


"Ada apa Ca?". tanya Rani dengan menepuk pundak Caca pelan.


"Di jalan gue ceritain". jawab Caca tersenyum dengan menarik tangan Rani dan Santi untuk meninggalkan cafe tersebut.


"Paman, Caca pulang ya? , Assalamualaikum ". Ucap Caca dengan senyum gembira.


"Waalaikumsalam, kalian hati - hati".seru Aldo


"siap Om". jawab Santi dan Rani kompak.


Destra terus memperhatikan gerak gerik Caca dengan tersenyum tanpa ada yang terlewatkan hingga Caca menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2