SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 34


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf


karena ada yang double. maklum lah


pemula🤭🤭🤭🤭🤭🤭


######


"Jangan". ucap Alki dan Anggi secara bersamaan membuat Destra mengerutkan dahinya karena merasa heran dan menatap curiga kedua orang tuanya.


"Selamat pagi semua!". seru Devi yang menghampiri mereka di meja makan dan bergabung untuk menyantap sarapan.


"Pagi sayang!". jawab Anggi dan Alki kompak.


"Mami, papi..apa sebenarnya yang terjadi dengan kak Edo?". tanya Destra yang semakin curiga dengan gelagat aneh kedua orang tua nya.


"Tidak ada yang terjadi sayang". jawab Anggi


"Memangnya apa yang terjadi dengan kak Edo kak?". tanya Devi kepada Destra.


"Ngak tahu dek, tiba - tiba mami dan papi larang kakak keapartmentnya kak Edo". jawab Destra.


Devi hanya bisa memandang heran orang tua nya bergantian tanpa berani untuk mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi.


Jika Devi bertanya pasti akan mendapat jawaban yang mengatakan bahwa dirinya masih kecil atau ini urusan orang dewasa. Jadi Devi memilih menjadi pendengar budiman saja.


"Bukan maksud kami melarang kamu kesana sayang, tapi saat ini Edo tidak berada di apartmentnya". jawab Anggi.


"Pasti mami dan papi ada yang ditutupi dari gue, tapi biar saja deh lebih baik nanti gue kesana saja". guman Destra dalam hati dan melanjutkan sarapannya tanpa


Destra menyantap makanannya dengan tenang, meski didalam pikirannya ada rasa berkecamuk yang menghantuinya.


Setelah tidak sanggup lagi untuk memendamnya akhirnya Destra mengutarakan semua unek - unek yang ada dalam pikirannya.


"Mami, Papi, Destra ingin berkuliah disini saja ya?". ucap Destra ragu. Dan membuat Anggi serta Alki menghentikan sarapannya dengan saling memandang satu sama lain mendengar Destra yang kembali berubah pikiran.


"Mami tidak setuju, kamu harus tetap melanjutkan kuliah kamu di amerika". ucap Anggi tegas.


"Tapi Destra ingin merawat Caca Mam".


"Kenapa kamu seperti orang yang tidak ada teguh pendirian gitu sih?. Kalau mengenai Caca biar Mami yang menjaganya". ucap Anggi.


"Loe seperti ingin merawat istri saja, di anggap sama Caca saja kagak". sindir Alki dan melanjutkan sarapannya.


"Namanya juga usaha papi". jawab Destra


"Tetapi tidak dengan mengorbankan cita - cita loe yang ingin tetap kuliah di amerika hanya karena ingin merawat Caca. Kecuali dia sudah jadi istri loe, hal itu pantas loe lakukan sebab sudah menjadi tanggung jawab loe untuk merawat dan menjaganya". ujar Alki


"Jika memang loe ditakdirkan berjodoh sama dia pasti akan dipertemukan". imbuh Alki.


"Loe harus tetap melanjutkan kuliah di amerika tidak ada bantahan". imbuh Alki tegas.


"Mami setuju dengan apa yang di katakan papimu. Kamu lanjutkan kuliah kamu di amerika, mami usahan setiap saat akan memberi kabar kamu tentang perkembangan Caca". ucap Anggi menimpali kata - kata Alki.


"Baiklah mami". jawab Destra dengan wajah tak bersemangat.


"Loe harus semangat donk, percuma loe cerdas kalau tidak bisa menyelesaikan kuliah loe lebih cepat". ucap Alki.


"Kak, Devi juga akan sering - sering melihat nya setelah kakak berangkat nanti". ujar Devi menyemangati Destra.

__ADS_1


"Terimakasih ya dek". jawab Destra.


"Gue heran sama loe, gue lihat loe seperti memaksakan Caca untuk menerima loe. Sedangkan loe tahu dia ngak mau terganggu dengan sekolahnya. Dan loe juga tahu dia tidak mahu dekat dengan laki - laki yang bukan mahromnya. Bagaimana caranya loe untuk mendekatinya coba?". ucap Alki mengingatkan anaknya.


"Tapi Destra tidak bermaksud memaksa Caca papi". bantah Destra.


"Gue tahu sifat loe, dari kecil loe tidak akan melepas yang sudah menjadi incaran loe, apa lagi sudah jadi milik loe". ujar Alki


"Buktinya hotel gue saja loe kagak mau lepas padahal gue sudah minta tolong sama loe demi perdamaian orang tua loe". ucap Alki lagi mengingat tentang pertahanan Destra yang tidak ingin melepaskan hotel Alki setelah memenangkan pertaruhan. Sedangkan Alki pada saat itu sedang mendapat kecaman dari Anggi istrinya.


"Itu jauh beda lah papi". jawab Destra.


"Beda dari mana?, loe tahu hotel itu juga pasti akan jadi milik loe, tapi loe kagak mau bantu gue waktu itu, kejam loe". ucap Alki


"Dan gue kagak mau itu terjadi dengan Caca. Karena loe di tolak sama dia bisa - bisa loe akan berbuat nekat". imbuh Alki disela - sela nya menyantap sarapannya.


"Ya ngak mungkin lah, Destra sayang dia papi". jawab Destra


"Karena sayang loe itu yang akan membuat loe jadi nekat". seru Alki dan menyelesaikan sarapannya.


"Lebih baik lanjutkan kuliah loe yang bener, dan setelah Caca lulus sekolah loe ajak dia taaruf,". Imbuh Alki dan berdiri dari duduknya.


Mendengar kata taaruf membuat mata Destra berbinar dan berdiri menghampiri Alki yang akan meninggalkan meja makan.


Destra memeluk Alki dan menaburi pipi alki dengan ciuman.


"Thank's Papi, telah mengingatkan Destra tentang taaruf". ucap Destra.


Didalam hati Anggi menjadi sangat lega melihat Destra yang kembali bersemangat untuk melanjutkan kuliahnya diamerika.


"Sudah sana, selesaikan sarapan loe. Gue kagak mau istri gue cemburu". ucap Alki melerai pelukan Destra dan melirik genit kearah Anggi.


Sedangkan Destra hanya tersenyum melihat papinya menggoda maminya. Dan kembali duduk dan melanjutkan sarapannya dengan hati yang tenang.


Setelah menyelesaikan sarapannya Destra bergegas mengambil kunci mobil dikamarnya untuk menemui Edo yang berada di apartmentnya namun di halang lagi oleh Alki yang sedang bersantai di ruang keluarga dengan membaca koran harian.


"Loe mau kemana?". tanya Alki yang melihat Destra menuruni anak tangga.


"Destra mau keapartment kak Edo". jawab Destra santai.


"Loe duduk dulu ada yang ingin gue bicarakan". seru Alki dengan melipat kembali koran yang dibacanya. Destra langsung menuruti perintah Alki dan mendudukkan bokongnya di sofa.


"Ngapain loe keapartmentnya Edo?". tanya Alki


"Destra pengen ngobrol saja sama kak Edo. Karena Mami dan papi sepertinya ada yang dirahasiakan dari Destra". jawab Destra.


"Loe sudah hubungi Edo?". tanya Alki


"Belum sih. Destra lihat kesana saja untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi dengan kak Edo?".


"Denger ya, jika memang ada yang terjadi dengan Edo, ngak mungkin gue sam mami loe santai begini". ucap Alki santai


"Lebih baik ngak usah ganggu dia dulu. Dia lagi jalan sama calon istrinya untuk membeli keperluan lamaran besok". ujar Alki


"Berarti papi sudah tahu donk siapa calon kakak ipar Destra?". tanya Alki penasaran.


"Ya sudah donk, dia sudah cerita semuanya sama gue dan mami loe". jawab Alki


"Kok Destra ngak dikasih tahu ya?".

__ADS_1


"Loe ada tanya ngak?".


"Enggak". jawab Destra.


"Salah loe sendiri ngak bertanya". ucap Alki santai.


"Memangnya siapa sih calon istri kak Edo?".


"Kepo". ucap Alki santai seperti anak ABG dan menyalakan TV menggunakan remote yang tersedia meja dekat dari duduknya.


"Ya sudah kalau papi ngak mau kasih tau, Destra tunggu kak Edo saja diapartmentnya untuk menjelaskan semua sama Destra". ucap Destra dan beranjak dari duduknya.


"Sandra". ucap Alki dan langsung menghentikan langkah Destra yang akan meninggalkannya. Karena Alki dan Anggi sudah sepakat untuk tidak menceritakan kesilapan yang Edo perbuat.


"Sandra sekretaris papi?". tanya Destra terkejut yang kembali duduk dekat Alki untuk memastikan dengan apa yang didengarnya.


"Iya". jawab Alki singkat.


"Kok bisa?".


"Loe kek ngak tahu Cinloker saja".


"Ha?. Cinta Lokasi Kerja maksud papi".


"Memang anak pinter loe". seru Alki tersenyum menepuk - nepuk pelan pundak Destra.


"Yaelah anak SD juga tahu itu papi". seru Destra.


"Tapi syukur deh kalau pilihan kak Edo itu Sandra sekretaris papi". ucap Destra dan beranjak dari duduknya.


"loe mau kemana lagi sekarang?" tanya Alki.


"Papi kepo ih". jawab Destra.


"Terserah loe mau ngomong apa. Lebih baik loe ajak Devi jalan - jalan ke mall deh. Masak loe tega biarin adik loe dirumah terus selama libur sekolah gini". seru Alki.


"Astaqfirullah Destra lupa". ucap Destra dengan menepuk pelan keningnya sendiri.


"Cinta belum di anggap saja loe bisa lupain Devi. Bagaimana kalau sudah di anggap ya?". sindir Alki pedas.


"Destra minta maaf Papi. Destra janji deh selama disini akan selalu ajak Devi kemana saja". jawab Destra tersenyum dengan menampilkan gigi putihnya yang rapi.


"Gitu donk, sudah sana bawa dia jalan - jalan dan traktir Devi sepuas hati nya". seru Alki


Sebelum Destra beranjak pergi meninggalkan Alki Destra menyodorkan tangannya bermaksud meminta sesuatu dari papinya namun Alki mengira Destra akan bersalaman dengannya.


"Destra bukan mau salim papi". seru Destra


"Terus ngapain loe sodorin tangan loe sama gue?". tanya Alki.


"Ih papi ngak peka deh". ucap Destra yang masih menadahkan tangannya dan menggerak - gerakkan alisnya naik turun dengan senyuman.


"Memang gue ngak pekak". jawab Alki santai


"Maksud Destra bukan pekak melainkan peka". ujar Destra dengan menekankan kata peka. dan Destra kembali mengadahkan sebelah tangannya dan menggerak - gerakkan semua ujung jarinya.


Alki yang baru menyadari maksud dari anaknya langsung menepis pelan tangan Destra dari hadapannya.


"Enak aja, apa loe ngak ingat penghasilan hotel gue sekarang mengalir kerekening loe?".

__ADS_1


"Yaelah papi kok jadi pelit gini sih sama anak sendiri". ucap Destra.


__ADS_2