SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 8


__ADS_3

Tidak berapa lama pesanan yang mereka tunggu - tunggu akhirnya datang juga.


Bayu terus memperhatikan dan mengagumi kecantikan Caca sedangkan si empu asyik menikmati hidangannya dengan santai.


Lain hal nya dengan Rani yang terus mengagumi ketampanan Bayu tanpa menyentuh bakso nya sama sekali. Rani juga mengetahui tatapan Bayu terus memperhatikan Caca temannya.


"Kakak Bayu kok baru kelihatan, murid pindahan ya?". Tebak Rani


"Tebakan loe kok tepat banget Ran". seru Angga


"Mungkin jodoh kali kak". ucap Rani dengan malu - malu. Mendengar penuturan Rani Caca dan Santi hanya tertawa kecil karena melihat Rani yang sok imut itu.


"Loe pilih kak Bayu atau kak Boyran?". Tanya Caca dengan berbisik ke telinga Rani.


"Untuk disini sama kak Bayu Ca". jawab Rani berbisik.


"Serakah banget loe?". Bisik Caca


"Ngak apa - apa selagi belum masuk kedalam undang - undang pidana". Jawab Rani pelan.


"Berarti loe mau poliandri donk". Seru Caca.


"Poliandri apa ya Ca?". Tanya Rani


"Loe tanya dengan Santi". jawab Caca


"San, loe tau poliandri ngak?". Tanya Rani polos yang juga di dengar oleh Bayu dan Angga.


"Masak loe ngak tahu sih?". ucap Santi.


"Kalau gue tahu ngak bakal gue tanya sama loe".


"Ya elah Ran, masak loe ngak kenal kak Andri?". Santi.


"Yang mana ya San, kok gue ngak ingat?". ucap Rani berfikir.


"Kak Andri yang hobby main volly". jawab Santi santai.


"Ooooo iya gue baru ingat".jawab Rani


Caca, Bayu dan juga Angga tertawa terbahak - bahak mendengar celoteh Santi dan Rani yang tidak mengerti arti dari poliandri.


"Kok kalian ketawa sih?". Tanya santi


"Apa hubungannya kak Bayu dengan kak Andri ya Ca?". tanya Rani berbisik


"Mereka sama - sama suka Volly?". jawab Caca dengan suara pelan.


"Kok loe tau kak Bayu suka Volly?". Bisik Rani lagi


"Nebak aja". jawab Caca


Melihat wajah Rani yang masih bingung, akhirnya Angga buka suara.


"Rani, poliandri itu artinya bersuamikan lebih dari satu". jawab Angga


"Ooohhh". ucap Santi dan Rani bersamaan.


Setelah mendengar penjelas Angga, Rani menatap Caca dengan tatapan membunuh karena telah berhasil mengerjai dirinya lagi, Caca yang mendapat tatapan Rani hanya cuek seperti biasa.


Tanpa mereka sadari 4 pasang mata terus memperhatikan mereka dengan tatapan yang siap berperang.


Waktu jam istirahat mereka pun hampir habis. Caca mengajak ke 2 temannya setelah di lihat Caca temannya sudah menyelesaikan makan nya untuk segera meninggalkan kantin kecuali Rani yang tidak menyelesaikan makannya.


"Yok kita masuk kelas". ajak Caca beranjak dari duduk nya.


"Ca, tunggu". ucap Bayu. Caca menoleh ke Bayu.


"Ya kak?".


"Gue beliin loe jilbab ya Ca?". Seru Bayu ketika Caca akan melangkah meninggalkan meja tersebut.


"Ngak usah kak, terimakasih niat baik kakak".

__ADS_1


"Anggap saja kado dari gue Ca".


"Gue ngak ulang tahun kak". Jawab Caca cuek


"Anggap saja sebagai kenang - kenangan Ca". Ucap baru berharap pemberiannya di terima.


"Terima kasih kak, tapi maaf Caca tidak bisa menerimanya". jawab Caca dan meninggalkan Bayu dan juga Angga yang di ikuti oleh Rani dan Santi.


Mereka yang telah keluar dari kantin terhenti karena suara yang memanggil nama Caca.


"Ca, tunggu!". seru Bayu


"Ada apa lagi kak?". tanya Caca


"Boleh ngak gue minta nomer telephone loe?". Tanya Bayu berharap.


"Gue ngak ada handphone kak". Jawab nya ramah meskipun berbohong


"Ngak boleh bohong Ca, dosa loh". Bayu


"Gue ngak berbohong kak memang Caca ngak punya handphone". Jawab nya santai dan melanjutkan langkah mereka untuk segera kembali ke ruangan kelas mereka. Bayu hanya mematung mencerna perkataan Caca.


"Sampai jumpa kak Bayu yang ganteng". Imbuh Rani dengan gaya nya yang kecentilan.


"Kok loe bilang ngak punya handphone sih Ca, padahal loe kan punya". Tanya Santi setelah mereka sedikit lebih jauh dari tempt bayu berdiri.


"Emang gue ngak punya handphone San, gue hanya di pinjemin bokap untuk gue pakai". Jawab nya.


"Tapi kan itu sudah jadi hak loe Ca, So loe bebas donk pergunakan nya meski pun hanya pinjem". Santi


"Gue ngak mau memberi mereka harapan, terus lama kelamaan membenci gue". Jawabnya


"Emang kenapa?". Seru Santi


"Karena gue ngak nanggapin panggilan atau chat mereka". Jawab nya


"Ya loe jangan sombong - sombong amat la Ca, pak amat juga ngak sombong, ramah mala". Seru Rani yang protes


"Maksud loe pak Amat security kita San?". tanya Rani


"Hemff, kalau pak Amat itu mah ngak perlu di sapa memang selalu senyum San". ucap Rani dengan memajukan gigi atas nya ke depan.


"Loe jangan sombong Ca, ntar loe seperti pak Amat baru tahu loe". Seru Santi


"Bukan gue sombong, tapi gue ngak mau aja semakin nambah dosa, awal nya telephonan atau pun chat, terus ngajak jalan. Terus gue harus berbohong untuk menolak ajakan mereka". Jawab Caca.


"Bener juga loe, memang ngak sia - sia loe cerdas". ucap Rani. Mereka pun melanjutkan langkah mereka menuju kelas mereka.


"Tapi tadi pagi loe bohong juga dengan pak Suroto". ucap Rani


"Gue terpaksa demi kalian berdua". jawab Caca


"Loe memang teman yang terbaik". ucap Rani.


"Terkadang". jawab Caca santai.


Belum juga sampai keruangan mereka sudah kembali berhenti karena sudah ada dua perempuan yang menghadang mereka.


"Hei jadi perempuan jangan sok kecantikan deh". ucap salah satu dari mereka yang bernama Vina


"Maksudnya apa ya kak". tanya Caca.


"Ngak ngerti juga maksud gue?". tanya Vina.


"Emang kita - kita cantik kak". Jawab Rani Santai.


"Eh dengar ya, Kalian jangan pernah dekat - dekat dengan Bayu, terutama loe". acam Vina to the point san menunjuk ke arah Caca.


"Maaf ya kak, gue ngak merasa ingin kenal apa lagi ingin dekat dengan dia". jawab Caca santai.


"Jadi kenapa kalian makan satu meja dengan Bayu?". tanya Vina sinis


"OMG hello, kakak pasti tahu donk tuh kantin tadi rame banget".seru Santi.

__ADS_1


"Kakak siapa nya kak Bayu sih?". Rani


"Gue pacarnya". jawab Vina


Rani dan Santi tertawa terbahak - bahak.


"Kalau kak Bayu pacar nya kakak, mesti kakak jaga tuh pacar karena dia tadi sempat minta nomer teman gue ini". ucap Rani dengan merangkul pundak Caca.


"Sorry ya kak, kami harus masuk kelas". ucap Caca


"Bye kakak". ucap Santi.


Mereka pun segera meninggalkan Vina dengan berlari karena Bel telah berbunyi. Vina hanya bisa mengepalkan kedua tangannya geram.


*****


Perjalan yang memakan waktu dua jam lebih membuat Alki ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Namun sebelumnya Alki memberi kabar kepada Anggi bahwa mereka telah tiba di kota B dengan selamat.


Berbeda dengan Destra, sesampainya di hotel dia kembali keluar dari kamar nya untuk meninjau perkembangan usahanya.


"Om Aldo, saya akan meninjau Cafe X sekarang, apakah Om bisa temani Destra?". tanya Destra


"Baiklah, saya akan menemani tuan Destra". jawab Aldo.


Aldo meminta kepada pihak hotel untuk segera menyiapkan supir dan mobil yang akan mengantar mereka. Mengingat pak Agus supir pribadi Alki pasti sudah lelah karena jarak tempuh yang jauh.


Tidak menunggu waktu lama, supir hotel pun telah siap untuk mengantar mereka ke cafe tempat usaha nya berada.


Dari hotel tempat mereka menginap ke cafe hanya memakan waktu 20 menit. Boy yang melihat kedatangan Destra segera menghampiri pemilik cafe tersebut dan membawanya ke sebuah ruangan yang berada di lantai dua cafe tersebut.


"Bagaimana Ran, apakah usaha kita ada perkembangan?". tanya Destra yang telah berada di ruangan tersebut.


"Alhamdulillah, perkembangannya cukup pesat bos". jawab Boy dan menunjukkan pembukuan Cafe tersebut selama setahun terakhir.


Setelah melihat pembukuan cafe tersebut Destra berkeliling cafe tersebut dengan di temani Boyran sedangkan Aldo di minta Destra untuk beristirahat dikantor cafe tempat Boy menyusun laporan.


Didalam ruangan tersebut Aldo melihat kembali laporan yang Boy berikan. Bukan tidak mempercayai akan laporan tersebut, hanya saja kebiasaan Aldo yang selalu memeriksa kembali laporan keuangan di kantor Alki.


Dirasa Aldo tidak ada kesalahan, dia pun kembali meletakkan buku laporan tersebut ditempat semula.


*****


Ketiga gadis yang selalu bersama itu melangkah keluar dari lingkungan sekolah setelah jam belajar telah usai.


"Ca, nongkrong dulu yok?". Ajak Rani


"Ayok la Ca, loe tadi pagi sudah jebak kita dua, sekarang loe harus ikut kita untuk membayar kesalahan yang loe lakuin". Santi


"Lah gue salahnya dimana coba?". Tanya Caca


"Karena loe minta kita dua supaya temuin loe dikelas". jawab Rani


"Bagus donk, kalian ngak jadi bolos". jawab Caca


"Tapi kita dua ngak terima". ucap santi dan menarik tangan Caca paksa.


"Ok, ok, Tapi gue izin dulu sama bokap gue, kalau bokap gue ngizinin gue ikut, kalau enggak gue ngak ikut ya". Imbuh nya lagi.


"Ok, gue yakin bokap loe pasti ngizinin". Rani


"Cepetan telephone Bokap loe tapi pakai laudspeaker". Ucap Santi


Caca merogoh handphone nya yang berada dalam tas sekolahnya.


Setelah Caca menemukan kontak ayah nya dia menekan tombol warna hijau di ponsel nya dan juga menekan tombol loudspeaker.


Tidak menunggu lama sambungan telephone terhubung dengan Ayah nya.


"Assalamualaikum Sayang". Ayah


"Waalaikumsalam Ayah". Caca


"Ada apa nak?".

__ADS_1


"Caca minta izin sebentar Ayah, mau nongkrong di cafe biasa sama Rani dan Santi, boleh tidak?". Caca


Ahmad diam sesaat memikirkan permintaan anak semata wayangnya tersebut.


__ADS_2