
"Masalahnya saat ini kita sudah mempunyai seorang bujang lapuk !". seru Anggi kesal dengan melirik ke arah Edo. Alki mengerti maksud dari Anggi yang ditujukan kepada Edo.
"Apa harus kita carikan saja calon istri untuk bujang lapuk kita?". tanya Alki kepada Anggi
"Sepertinya harus". jawab Anggi cuek
"Jangan donk bu". ucap Edo cepat
Pasangan suami istri itu seperti menceritakan seseorang yang tidak berada bersama mereka. Ketika Edo mengaku bahwa dirinya lah yang dimaksud dari pembicaraan pasangan tersebut dengan seketika Alki tertawa terbahak - bahak.
"Hahaha, ternyata loe bujang lapuk nya". ucap Alki dengan tertawa lepas.
"Papi, jangan ngeledek kak Edo terus donk". seru Destra membela Edo.
"Gue ngak ngeledek, tapi memang nyata nya dia bujang lapuk. Dia juga ngaku sendiri kok". jawab Alki terbata - bata karena menahan tawa nya.
Edo menundukkan kepalanya karena malu jadi bahan tawa ayah nya lagi. Selama ini dirinya hanya ada kerja - kerja - dan kerja untuk membantu Alki menjalankan bisnis Alki tanpa ada dalam pikirannya untuk mencari seorang kekasih.
Sebagai seorang ayah, Alki kerap kali mengingatkan Edo supaya meluangkan waktunya untuk berkencan, namun Edo selalu memberi alasan yang membuat Alki bisa menerimanya.
"Kamu mau cari sendiri atau ibu yang bantu cari untuk kamu?". tanya Anggi tegas
"Mau nya Edo cari sendiri lah bu". jawab Edo lirih
"Mau sampai kapan kamu akan menyandang status bujang lapuk jika kamu tidak berusaha untuk menemukan pasangan hidup?". tanya Anggi
"Ibu memberi kamu tinggal di apartmen karena ibu merasa kamu mempunyai privasi dan ingin hidup mandiri. Tetapi bukannya mandiri malah sendiri terus". imbuh Anggi
"Saat ini Edo lagi sibuk bu". jawab Edo lirih.
"Sibuk apaan loe?". tanya Alki nyolot.
"Sibuk dikantor lah ayah". jawab Edo lembut seraya mengedip - ngedipkan sebelah matanya memberi isyarat agar Alki mengiyakan ucapan Edo.
"Mata loe kenapa?". tanya Alki dengan sengaja agar diketahui oleh istrinya Anggi.
"Kamu jangan beralasan dengan pekerjaan kantor, apa perlu ibu memberi cuti panjang untuk kamu?". Ucap Anggi.
"Boleh juga tuh". jawab Destra santai dengan melirik ke arah Edo yang duduk disebelahnya.
Destra mendukung jika Edo diberi cuti panjang agar kakak nya itu tidak berpedoman terus dengan pekerjaannya. Sifat Edo yang pekerja keras membuatnya tidak ada waktu untuk bersantai. Dihari minggu Edo akan menghabiskan waktunya berkutat dengan laptopnya yang selalu dibawanya kemanapun dia berada.
"Jangan donk bu, Edo bisa bosan jika tidak ada kesibukan". seru Edo lirih.
"Maaf mengganggu nyonya!" seru bik siti dengan membungkukkan sedikit badannya yang berada tidak jauh dari majikannya yang berkumpul diruang keluarga.
"ya bik?". tanya Anggi lembut
"makan siang telah selesai dihidang nyonya". jawab bik siti dan di anggukkan oleh Anggi.
Anggi beranjak dari duduk nya untuk mengikuti bik siti ke dapur untuk mengecek kesiapan makan siang mereka.
"Alhamdulillah akhirnya gue selamat". guman Aldo dalam hati dengan mengelus - elus dadanya. Destra yang melihat Edo mengelus - elus dadanya membuat Destra tertawa pelan.
"Urusan kamu dengan ibu belum selesai Edo!". Seru Anggi yang masih beberapa langkah dari tempat duduknya dan kembali melanjutkan langkahnya menuju meja makan.
Destra tertawa lepas melihat Edo yang mematung setelah mendengar penuturan dari Anggi.
"Loe kenapa ketawa?". tanya Alki
__ADS_1
"Meski nya loe mikirin nasip hubungan loe dengan Caca". Imbuh Alki yang masih berada diruang keluarga tersebut.
"Nasip hubungan Destra dengan Caca baik - baik saja tuh". jawab Destra cuek.
"Baik dari mananya? Loe saja belum ada di akui Caca". seru Alki dengan senyuman mengejek.
"Kalau masalah Caca, Destra harus lebih bersabar papi, yang penting Destra sudah diakui oleh kedua orang tua Caca. Tapi meski papi tahu, Destra berusaha untuk mendapatkan pendamping hidup, dari pada kak Edo jangankan penampakan, bayangan dari calon saja ngak ada". jawab Destra
"Memangnya kunti, pakai acara penampakan segala loe". seru Alki
Sepertinya pembahasan tentang calon istri Edo akan terus berlanjut jika Edo tidak bisa mengalihkan pembicaraan mereka. Edo berfikir keras untuk mencari alasan yang tepat dan pas untuk mengalihkannya.
"Ayah sudah tahu belum Devi mendapatkan Ranking 3?". ucap Edo sengaja mengalihkan pembicaraan supaya Alki tidak lagi membahas tentang pasangan hidupnya.
"Oh ya!, dimana dia sekarang?". tanya Alki terkejut dengan hasil yang telah diperoleh anak perempuannya.
"Lagi dikamarnya pa". jawab Destra
"Cepat panggil dia, ayah ingin memberi selamat kepadanya". seru Alki gembira.
Edo tersenyum karena telah berhasil meloloskan diri nya dari pembahasan Alki.
"Mari kita makan". seru Anggi menghampiri suaminya untuk mengajak suami dan anak - anaknya untuk segera kemeja makan.
Mereka bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki mereka menuju meja makan.
Sedangkan Destra menaiki anak tangga untuk memanggil Devi untuk segera turun sesuai dengan perintah papinya.
Tidak menunggu waktu lama, mereka telah berkumpul di meja makan untuk menyantap hidangan yang telah tersedia.
"Selamat ya sayang akhirnya kamu mendapatkan ranking 3". ucap Alki yang melihat kedatangan anaknya kemeja makan. Alki menghampiri Devi dan memeluknya erat ketika Devi akan mendudukkan bokongnya dikursi meja makan tersebut.
Devi menyambut pelukan papinya dengan haru karena papinya menerima hasil yang diperolehnya.
Anggi yang tidak puas dengan hasil yang diperoleh Devi hanya diam dan menggeleng - gelengkan kepalanya melihat suaminya mengucapkan selamat kepada Devi.
"Karena kamu mendapatkan ranking 3, papi akan memberimu hadiah jalan - jalan kemanapun yang kamu inginkan". ucap Alki
"Devi tidak ingin kemana - mana papi, Devi ingin dirumah saja bersama kakak - kakak ganteng Devi". jawab Devi manja dengan melihat kearah Destra dan juga Edo.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, jika kamu berubah pikiran beritahu papi".
"Siap papi". ucap Devi
Setelah mengucapkan selamat kepada anaknya, Alki kembali ke tempat duduknya untuk memulai makan siang mereka.
"Destra,.. apakah loe sudah tahu jika Caca akan berlibur sekolah dirumahnya Aldo?". tanya Alki disela - sela nya menyantap makanannya.
"Sudah pasti tahu donk". jawab Destra tersenyum dengan bangga.
"Loe tahu dari mana?". tanya Alki lagi
"Dari om Aldo". jawab Destra
"Mami kok ngak dikasih tahu sih?". tanya Anggi nyolot.
"Memangnya kalau mami tahu, mami mau ngapain?". tanya Destra lembut.
"Mau tahu aja". jawab anggi cuek dan melanjutkan makannya.
__ADS_1
Destra melepaskan napasnya dengan kasar mendengar jawaban maminya.
"Apakah Devi bisa ketemu sama dia kak?". tanya Devi kepada Destra.
"Kakak usahakan". jawab Destra
Devi menganggukkan kepalanya tanda setuju akan perkataan kakaknya.
"Lebih baik papi telephone pak Ahmad untuk memastikan jadi tidaknya Caca berlibur dirumah Aldo". saran Anggi kepada suaminya.
"Baiklah sayang, nanti papi akan menghubungi pak Ahmad". jawab Alki
Mereka kembali bersantai diruang keluarga, setelah menyelesaikan makan siang mereka.
Alki memutuskan untuk tidak kembali lagi kekantornya karena sudah tidak ada hal penting yang harus diselesaikannya.
"Assalamualaikum tuan Alki". ucap Ahmad dari seberang setelah sambungan seluler terhubung.
"Waalaikumsalam pak Ahmad". saut Alki
"Bagaimana kabar keluarga disana pak Ahmad?". tanya Alki memulai percakapan.
"Alhamdulillah kami sekeluarga dalam keadaan baik tuan Alki, bagaimana dengan keluarga pak Alki?". tanya Ahmad
"Alhamdulillah kami juga demikian pak Ahmad".
"Bagaimana dengan nilai Rapor Caca pak Ahmad?". tanya Alki lagi.
"Alhamdulillah, Saya sangat bangga padanya karena Caca mendapat nilai terbaik disekolahnya tuan Alki". jawab Ahmad membanggakan anak nya yang berhasil mendapatkan nilai terbaik.
"Subhanallah, saya sangat senang mendengarnya pak Ahmad". ucap Alki kagum dan terharu mendengar kabar nilai rapor Caca yang sangat membanggakan.
"Oh iya pak Ahmad, saya dengar dari Aldo mengenai rencana Caca yang akan menghabiskan liburan sekolahnya dikediaman Aldo apa benar seperti itu pak Ahmad?". tanya Alki untuk memastikan rencana liburan Caca.
"Semula rencananya memang seperti itu tuan Alki, namun kemarin Caca di hubungi oleh oma nya dari medan supaya berlibur disana. Dan Caca juga sudah menentukan untuk pergi mengunjungi oma nya di medan pak Alki". jawab Ahmad menjelaskan perubahan rencana Caca yang mendadak.
"Saya baru tahu jika Caca memiliki oma di kota medan pak Ahmad". ucap Alki
"Sebenarnya Orang tua dari istri saya memang asli medan, dan istri saya juga lahir dan tumbuh besar di kota medan tuan Alki". jawab Ahmad menjelaskan sedikit tentang keluarga Ratna yang berasal dari kota medan.
"Saya baru tahu akan hal itu. Jika demikian apakah Pak Ahmad yang akan menghantarkan Caca ke kota medan?". tanya Alki
Destra yang mendengar pertanyaan papinya kepada Ahmad, menatap heran papi nya dengan mengerutkan keningnya.
"Biasanya Saya hanya akan mengantarkannya sampai bandara saja karena Caca sudah terbiasa pulang pergi kesana seorang diri dari 1 tahun yang lalu tuan Alki". jawab Ahmad.
"Namun besok sebelum dia berangkat ke kota medan, Caca meminta saya untuk menghantarkannya kekediaman Aldo terlebih dahulu untuk menginap disana selama 3 malam, karena Caca sudah berjanji dengan anak - anak Aldo untuk berlibur sekolah disana". jelas Ahmad
"Jika demikian saya berharap kepada pak Ahmad agar sudi kiranya untuk meluangkan waktu barang sejenak untuk berkunjung dikediaman kami". ucap Alki penuh harap.
"InsyaAllah saya akan berkunjung dikediaman tuan Alki". jawab Ahmad.
"Baiklah saya sangat menantikan kedatangan pak Ahmad dikediaman keluarga saya. Terimakasih pak Ahmad Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam". jawab ahmad mengakhiri sambungan seluler mereka.
Kabar mengenai keberangkatan Caca kekota medan Alki ceritakan kepada istri dan juga anak - anaknya.
Jelas terlihat wajah Destra yang penuh rasa kecewa. Dimana waktu yang ditunggu - tunggu agar dapat melihat dan mengenal Caca lebih dekat pupus sudah.
__ADS_1
Meski Caca belum menerimanya, setidaknya Destra akan berusaha untuk bisa mengambil hati gadis pujaannya selama berada dikediaman Aldo. Namun rencana yang telah disusun oleh Destra gagal sudah.
Begitu juga dengan Anggi yang berniat akan membawa Caca kekediamannya pupus sudah. Anggi sangat mengagumi gadis belia itu meski dirinya hanya sekali bertemu. Niatnya bisa mengenalnya lebih dekat dan bisa mengenalkan Devi kepada Caca agar mereka bisa berteman dekat dikarenakan usia mereka yang tidak berbeda.