
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Alki segera memasuki kamar Destra.
"Destra bangun sebentar, gue mau ngomong penting".ucapnya dengan menggoyang goyang tubuh Destra.
"Apaan sih papi?". Tanya Destra dengan suara parau karena kantuk yang dideritanya.
"Ini keadaan darurat!".
"Darurat apaan?". tanya Destra yang masih terbaring dan memejamkan matanya.
"Makanya loe bangun dulu, baru kita ngomong".
"Besok saja deh ". ucap nya dengan merubah posisi tidur nya.
Alki yang tidak mau putus asa akhirnya punya ide berlian supaya anaknya bangun.
"Pak Ahmad baru saja hubungi gue, mengenai perjodohan telah dibatalkan oleh nya ".
Mendengar itu sontak Destra terbangun dari tidurnya dan beranjak dari tempat tidur.
"Maafkan calon besanmu ini pak Ahmad, dengan terpaksa saya gunakan alasan ini". Gumannya dalam hati.
"Bagai mana bisa?". tanya Destra dengan mengacak - acak rambutnya sendiri
Melihat Destra yang terlihat prustasi membuat hati Alki tidak tega melihatnya.
"Maafkan papi Destra, sebenarnya papi ingin menghapus perjanjian kita mengenai hotel ini". Ucap nya lirih
"Terus mengenai Caca itu bohong kan?".tanya Destra
"Iya gue bohong, loe sih susah banget di bangunin, terpaksa gue pakai alasan tentang Caca". seru Alki
"Alhamdulillah". ucap Destra lega.
Dan kembali membaringkan tubuh nya ke kasur empuk yang sudah menantikannya.
"Loe jangan tidur dulu donk".
"Apa lagi sih papi?". tanya Destra dengan kesal dan bangkit dari baringnya menyandarkan punggungnya disandaran kepala tempat tidurnya.
"Kita hapus perjanjian kita mengenai hotel ini ya sayang". rayu Alki
"Ya ngak bisa donk, kita sudah melakukan kesepakatan, dan Destra juga sampai berani taruhin cafe Destra 2 tempat sekaligus".
"Iya gue ngerti, tapi masalahnya mami loe kagak terima hotel ini berpindah tangan, darah militer mami loe bangkit".
"Gue tahu sekarang, papi pasti lagi terkena senjata makan tuan, maksud hati mau ngerjain mami eh di kerjain balik, enak juga nih lanjutin perjuangan mami untuk ngerjain papi.". Guman Destra dalam hati.
"Itu urusan papi dengan mami lah, Destra sebagai anak yang baik tidak ingin ikut campur dalam urusan papi dengan mami". Ucap destra kepada Alki
"Loe jangan gitu donk, sebagai anak yang sayang kepada orang tua loe harus ikut menyelesaikan pertikain ini".
"Tetapi Destra tidak ingin melepas yang sudah Destra miliki papi, misal nya Destra tidak memenangkan nya, apa mungkin papi mau mengembalikan Cafe Destra?".
"Ya mau lah, gue kan sayang sama loe apapun yang loe minta pasti gue turutin".
"Elleh, palingan juga Destra mesti minta pertolongan mami". Jelas Destra
"Sekarang loe mau bantuin gue ngak nih?".
"Oggah". sahut Destra santai dan merebahkan badannya.
"Ok kalau loe ngak mahu tolongin, gue besok pergi kekediaman pak Ahmad untuk membatalkan perjodohanmu dengan Caca". Ancam Alki santai.
Destra spontan bangkit lagi dari rebahannya dan duduk di tepi ranjang.
"Ok , ok Destra tolongin papi, Destra harus berbuat apa nih skrng?".
Mendengar Destra akan membantunya, Alki tersenyum lebar.
"Kita batalkan saja perjanjian kita, gampang kan?". seru Alki
"Destra kagak terima, lebih baik Destra meminta ke iklasan mami untuk menyetujui perpindahan tangan".
"Terserah loe, yang penting gue damai dengan mami loe".
"Ya sudah, besok Destra telephone mami". jawab Destra
"Kagak bisa, mesti sekarang. Papi ingin damai malam ini juga".
__ADS_1
"Yaelah papi, ini sudah malam".
"Yang ngomong ini siang siapa?".
"Is papi, Destra ngantuk". seru Destra kesal.
"Emang loe saja yang ngantuk, gue juga ngantuk, tapi karena mami loe yang minta gue menyelesaikan malam ini juga, terpaksa gue tahan kantuk gue".
"Ayo buruan telephone mami loe". Imbuh nya lagi
Dengan rasa kesal Destra mengambil smartphone nya untuk menghubungi maminya. Berdebat dengan papi nya sampai besok pagi juga tidak akan selesai pikirnya.
Tidak menunggu lama panggilan Destra terhubung dengan Anggi dengan menggunakan speaker agar dapat di dengar oleh Alki.
"Assalamualaikum sayang, kok kamu belum tidur?".
"Waalaikumsalam mami, gimana mau tidur ada nyamuk raksasa di kamar Destra nih".
"Kamu jadikan bakso saja nyamuknya sayang, lumayan tuh bisa dapat beberapa porsi".
"Mami jorok ih". Ucap Destra.
"Dari pada tuh daging nyamuk nganggur dan ganggu tidur kamu, lebih baik di jadiin bakso sayang".
"Sudah ih mami, Destra mau cerita serius nih".
"Ada apa sayang?". tanya Anggi
"Mami iklasin donk hotel ini untuk Destra, mami kan tahu sendiri sifat Destra".
"Jika mami tidak mau gimana?". tanya Anggi lagi
"Mami mau papi batalin perjodohan Destra yang telah terjalin dengan Caca?".
"Ooo berarti papi kamu ngancam kamu dengan cara seperti itu?".
Alki meminta Destra supaya mengatakan tidak dengan menggerakkan tangan dan mulut tanpa suara.
Namun Destra memilih diam dari pada menjawab pertanyaan maminya.
"Destra sampaikan dengan papimu, jika sampai dia membatalkan perjodohan itu, dia akan tahu akibatnya". ucap Anggi.
"Dengar ya anak mami tersayang, meski papi mu jendral bintang 5 tetapi kamu harus ingat mami mu ini jendral bintang 6". jawab Anggi santai.
Alki dengan cepat merampas handphone Destra dari tangan anaknya dan mematikan sambungan telephone tersebut.
"Loe bukannya menyelesaikan masalah gue malah semakin memperkeruh". ucap Alki
"Kok malah salahin Destra sih". jawab nya
"Maksud loe gue harus salahin siapa kalau bukan loe". tanya Alki nyolot
"Salahin diri papi sendiri lah". jawab Destra.
"Kok gue?".
"Destra tahu, awalnya papi ingin jahilin mami kan?".
"Loe kok tahu?".
" ya tahu lah".
"Menurut loe gue, harus bagaimana sekarang?".
"Papi telephone mami ceritain tentang calon menantunya, Destra yakin pasti mami senang". ucap Destra.
"Mami loe ngak mau angkat telelphone gue lagi". jawab Alki
"Waduh papi gimana sih, Papi chating mami lah".
"Loe bisa jamin itu akan berhasil?". tanya Alki sedikit ragu akan saran Destra.
"Destra jamin pasti berhasil".
"Misalnya ngak berhasil loe harus serahin balik sama gue nih hotel".
"Iya". jawab Destra cepat dan melanjutkan kembali tidur nya.
Akhirnya Alki meninggalkan kamar Destra untuk melakukan chating dengan Anggi sesuai dengan saran anak nya.
__ADS_1
💬"Sayang tahu tidak, calon menantu kita Cantik banget, apa lagi dia anak yang sholeha". Tidak ada balasan.
💬"Dia juga anak yang cerdas sayang disekolahnya".
💬"Sayang dia juga pintar memasak".
Lama tidak mendapat jawaban dari istrinya Alki melangkah menuju pintu kamar nya untuk menemui Destra kembali.
Baru saja Alki akan menyentuh gagang pintu kamarnya handphone berbunyi.
Ting
Alki meraih handphone nya yang diletakkan di atas nakas sebelah tempat tidurnya.
💬"Besok mami akan menyusul papi disana, untuk bertemu langsung dengan calon menantu kita". balas Anggi
Alki tersenyum lebar melihat balasan dari istrinya.
"Yes". Seru Alki gembira.
💬"Baiklah sayang, papi menanti kedatangan mami". balas Alki
💬" I love you ".
💬" I love you too, papi istirahatlah ini sudah larut malam". balas Anggi
"Tameng loe memang handal juga untuk mengendalikan amarah mami loe". Guman Alki dengan senyum lebar.
Alki membaringkan badannya yang terasa lelah karena belum ada beristirahat sejak dirinya tiba di kota B tersebut.
*****
Pagi hari seperti biasa Devi telah disibukkan dengan aktifitasnya untuk segera berangkat kesekolah.
Dimeja makan terlihat sepi semenjak kepergian Alki dan juga Destra hanya Devi dan Anggi saja yang mengisi tempat meja makan besar tersebut.
"Sayang, mami hari ini akan pergi menyusul papi mu". ucap Anggi di sela - sela sarapannya.
"Tumben mami menyusul papi ke luar kota, memangnya ada apa ma?". tanya Devi heran
"Mami tidak sabar ingin bertemu calon kakak ipar mu". jawab Anggi dan itu membuat Devi sedikit terkejut mendengar kabar gembira tersebut.
"Memangnya Kak Destra akan menikah ma?". tanya Devi antusias.
"Belum sayang".
"Devi ikut ya ma, Devi juga ingin berkenalan dengan calon kakak ipar Devi". seru Devi yang tidak kalah kepo dengan maminya.
"Jangan sekarang sayang, mami hanya ingin memastikan benar tidaknya dengan cerita papi dan kakak kamu". Jawab Anggi
"Lagi pula kamu sebentar lagi ujian sayang". imbuh anggi
"Memangnya papi dan kak Destra cerita apa ma?".
"Mereka mengatakan gadis itu cantik, sholeha, cerdas, dan pinter memasak lagi". jawab Anggi
"Waaahh, bakal jadi menantu idaman donk!". seru Devi
"Sebab itu mami jadi penasaran".
"Jika memang seperti itu mami nikahkan saja langsung ma, supaya Devi juga punya teman dirumah". Seru Devi
"Mau nya mami sih begitu sayang". jawab Anggi yang berharap segera memiliki menantu yang Sholeha, cantik, cerdas dan pandai memasak.
Keinginan Anggi mungkin akan lama terwujud jika mengingat gadis pujaan anak lajangnya masih terlalu dini untuk menikah.
"Mami, Devi berangkat kesekolah ya, semoga mami cepat membawa kakak ipar kerumah kita" ucap Devi dengan mencium punggung tangan Anggi dan mencium pipi kiri dan kanan maminya.
"Assalamualaikum". seru Devi dan meninggalkan meja makannya.
"Waalaikumsalam". Sahut Anggi yang masih berada di meja makan sendiri.
Berangkatnya Devi kesekolah menambah kesunyian rumah besar tersebut. Biasanya Anggi akan menghabiskan hari - hari nya dengan teman sosialitanya dan juga berbelanja ke Mall.
Namun hari ini Anggi akan berangkat ke kota B untuk menelisik langsung calon menantunya.
Hingga Anggi berhayal jika kelak memiliki menantu sesuai dengan yang di katakan anak dan suaminya akan membawa menantunya untuk dipamerkan kepada teman - temannya.
"Maaf nyonya, handphone nyonya berbunyi". ucap bik Siti memecahkan lamunan Anggi yang sedang berhayal memiliki menantu.
__ADS_1