SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 16


__ADS_3

Hingga Anggi berhayal jika kelak memiliki menantu sesuai dengan yang di katakan anak dan suaminya, dia akan memamerkan menantunya tersebut dengan teman - temannya.


"Maaf nyonya, handphone nyonya berbunyi". ucap bik Siti memecahkan lamunan Anggi yang sedang berhayal memiliki menantu.


Anggi segera mengangkat handphone yang berada dekat dari tempat dia duduk di meja makan tersebut.


"Assalamualaikum sayang, kok lama banget angkat telephone nya?". tanya Alki lembut.


"Waalaikumsalam, ada apa papi telphone mami sepagi ini?". tanya Anggi balik


"Kangen sayang, mami jadi kan nyusul kemari?". tanya Alki


"Jadi". jawab Anggi singkat


"Pesawat jam berapa sayang, biar papi jemput mami ke bandara?".


"Tidak perlu papi jemput, mami bisa sendiri". jawab Anggi ketus


"Mami masih marah dengan papi?". tanya Alki dengan suara sedih


"Enggak, mami hanya lagi kesel dengan papi".


"Berarti masih marah donk".


"Sedikit".


"Jangan gitu donk sayang, papi ngak bisa konsentrasi kerja jika mami masih marah begini". seru Alki.


Tanpa diketahui Alki, Anggi senyum - senyum mendengar penuturan suaminya.


"Papi kerja saja yang benar ajarin tuh anak lajang kita supaya cepat menjadi penerus".


"Mami jangan marah lagi ya?". rayu Alki lembut


"Iya sayang". jawab Anggi keceplosan.


Mendengar Anggi memanggilnya sayang membuat Alki senyum kegirangan.


"Hubungi papi jika mami telah sampai dibandara papi akan menjemput mami".


"Tidak perlu sayang, mami di jemput pak Agus saja, mami ingin langsung kekediaman calon menantu kita, papi kerja saja yang bener". jawab Anggi lembut supaya Alki tidak memaksanya untuk dijemput Alki karena akan mengganggu jam kerja suaminya.


"Baiklah sayang jika itu keinginan mami, I love you honey".


"I love you too". jawab Anggi dan menekan tombol merah di handphone nya.


"Bik Siti". panggil Anggi pelan kepada asisten rumahnya


"Ya nyonya". jawab Siti menghampiri majikannya yang masih berada di meja makan.


"Saya akan berangkat menyusul papi anak - anak, saya titip Devi ya bik?". ucap Anggi lembut


"Baik nyonya".


"Tolong perhatikan makannya bik, besok saya sudah kembali kemari".


"Siap nyonya". jawab Siti tersenyum dan dibalas senyuman oleh Anggi.


Anggi menuju kamarnya untuk menyiapkan keperluannya selama di kota B.


Tepat pukul 09.00 pagi, Anggi meninggalkan kediamannya menuju bandara.


Diperjalanan tidak lupa Anggi menghubungi Pak Agus untuk menjemput nya di bandara kota B.


Penerbangan yang memakan waktu tidak lebih dari 1 jam tersebut menghantar Anggi sampai ketujuan dengan selamat.


Dibandara kota B, pak Agus telah menunggu Anggi di pintu keluar bandara tersebut dengan sigap membawa tas bawaan Anggi.


"Pak Agus kita ke hotel sebentar ya". seru Anggi


"Baik nyonya".


"Pak Agus tahu kan kediaman kakak laki - laki Aldo?". tanya Anggi

__ADS_1


"Tahu nyonya".


"Nanti antar saya ke sana ya pak Agus".


"Siap nyonya".


Alki yang sibuk dengan pekerjaannya, membuat nya lupa akan kedatangan istri nya.


Sesampainya di hotel Anggi segera menuju kamar Vvip tempat suami dan anaknya beristirahat. Tidak sulit baginya untuk masuk ke kamar tersebut karena jarinya juga sudah terdaftar di alat fingerprint untuk memasuki ruangan tersebut.


Selama satu jam Anggi berada dikamar tersebut untuk membersihkan diri dan sebagainya. Dia keluar dari hotel tersebut untuk segera menuju kekediaman calon menantunya itu.


Diperjalanan menuju kediaman Caca, Anggi menyempatkan diri untuk membeli oleh - oleh sebagai buah tangannya.


"Assalamualaikum" seru Anggi yang telah berada di teras rumah Ahmad.


"Waalaikumsalam". jawab Ratna yang berada dirumah.


Ratna sedikit terkejut melihat kedatangan seorang Wanita yang sama sekali tidak mengenalnya dengan berpakaian mewah dan menyandang tas mahal.


"Cari siapa ya mbak?". tanya Ratna ramah dari balik pintu terali besi rumahnya.


"Benar ini rumah Caca". tanya Anggi


"Iya benar, mbak siapa ya?". tanya Ratna lagi.


Ratna yang masih mengingat pak Agus langsung membuka pintu besi tersebut. Agus yang sedang menurunkan buah tangan Anggi dari mobil sehingga Ratna dapat melihatnya.


"Perkenalkan nama saya Anggi Nugraha, saya orang tua dari Destra". ucap Anggi lembut dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. dan menyerahkan buah tangannya kepada Ratna.


"MasyaAllah, nama saya Ratna. Silahkan masuk mbak dan terima kasih untuk oleh - oleh nya.". seru Ratna mempersilahkan Anggi untuk masuk kerumahnya.


Anggi memasuki rumah tersebut dengan tidak lupa melepaskan alas kaki yang ia gunakan.


"Maaf ya mbak beginilah keadaan keluarga kami!". seru Ratna.


"Tidak apa - apa, kita itu sama saja dimata Allah". jawab Anggi.


Ratna membawa Anggi ke dalam ruang keluarganya.


"Sebentar ya mbak saya buatkan minum". Ucap Ratna dan beranjak dari duduk nya.


"Ngak usah repot - repot Ratna, duduk saja saya ingin ngobrol - ngobrol dengan kamu". seru Anggi. Ratna kembali mendudukkan dirinya tanpa penolakan.


"Caca lagi dimana Ratna, saya ingin bertemu dengan gadis yang telah mencuri hati anak lajang saya". Tanya Anggi dengan tersenyum.


"Caca masih disekolah mbak, mungkin sebentar lagi juga pulang". jawab Ratna.


"Sebenarnya kedatangan saya ingin tahu lebih jelas mengenai perjodohan ini Ratna". ucap Anggi to the point


"Begini mbak, sebenarnya perjodohan ini tanpa diketahui oleh anak kami, karena kami takut akan mengganggu konsentrasi belajarnya, apa lagi Caca masih terlalu dini untuk memikirkan tentang perjodohan ini". Jelas Ratna.


"Itu tidak masalah Ratna saya memahami akan itu, kita sebagai orang tua hanya bisa berencana namun Allah lah yang menentukan". jawab Ratna.


"Subhanallah". jawab Ratna.


"Assalamualaikum". Ucap seseorang dari luar rumah.


"Waalaikumsalam". Jawab Ratna dan Anggi serentak.


"Sudah pulang sayang?". Tanya Ratna yang menghampiri nya di pintu depan.


"Ada tamu ya bun, bukannya itu mobil yang kemarin paman Aldo pakai ya bun?". tanya nya setelah mencium punggung tangan Ratna. Dia adalah Caca Salsabilah putri wijaya.


"Iya sayang, cepat sana beri salam dan segera bersihkan badan kamu". seru Ratna .


"Siap bunda". jawab Caca dan melangkah memasuki rumah nya bersama Ratna. dan melihat seorang wanita paruh baya dengan berpakaian mewah tanpa hijab.


Anggi yang melihat kedatangan Caca langsung tersenyum gemas melihat kecantikan yang dimiliki Caca. Anggi berdiri dari duduknya memperhatikan calon menantunya dengan seragam sekolah tanpa hijab.


"Sayang, kenalkan ini tante Anggi". Ucap Ratna. Caca menghampirinya dan mencium punggung tangan Anggi, dan Anggi langsung memeluk Caca dengan lembut.


"Baru pulang sekolah ya nak?". tanya Anggi seperti seseorang yang sudah lama mengenal Caca. Dan itu membuat Caca sedikit heran, karena Caca tidak mengenalnya.

__ADS_1


"Iya tante, sebentar ya tante Caca mau mandi, Caca bauk hehehe". Ucap nya cengengesan supaya Anggi melepaskan pelukannya.


"Tapi Caca ngak bau kok". jawab Anggi dan merenggangkan pelukannya dengan senyuman.


"Bau tante". jawab Caca tersenyum


"Caca mandi dulu ya tante". ucap Caca dan meninggalkan kedua wanita tersebut menuju kamarnya.


"Caca tidak menggunakan hijab kesekolahnya Ratna". Tanya Anggi kepada Ratna setelah Caca tidak terlihat dari pandangannya.


"Iya mbak, seragam sekolah nya masih di siapkan oleh pihak sekolah". jawab Ratna.


"Oh syukurlah, mudah - mudahan cepat selesai ya". jawab Anggi.


Tidak berapa lama Caca sudah kembali bergabung dengan mereka dengan berpakaian muslimah.


"Subhanallah, cantik sekali kamu sayang". ucap Anggi


"Terimakasih tante". jawab Caca dengan senyuman manis nya.


"Tante sudah makan?, biar Caca siapkan ya tante". ucap Caca dan beranjak kedapur.


"Astaqfirullah, bunda lupa tawarin tante Anggi makan sayang". ucap Ratna dengan memukul pelan keningnya sendiri.


"Sudah tidak apa - apa Ratna, boleh saya menemani Caca didapur?". tanya Anggi


"Boleh mbak, silahkan". ucap Ratna


Mereka melangkah menuju dapur tempat caca menyiapkan makan siang mereka yang tertunda.


"Caca bisa masak sayang?". tanya Anggi yang sudah berada di dapur.


"Bisa sedikit tante, tapi tidak seenak masakan bunda". jawabnya sambil menata piring untuk mereka.


"MasyaAllah, begitu telatennya kamu nak menyiapkan makanan, alangkah besyukurnya kami bisa mendapatkan menantu sepertimu ". guman Anggi dalam hati.


Mereka makan siang yang tertunda, Caca menyiapkan makan mereka dengan dibantu oleh Ratna dan juga Anggi sehingga cepat selesai. Mereka memasak dibarengi dengan canda tawa dan saling bercerita.


Tak terasa sudah 2 jam Anggi berada dikediaman Ratna untuk menelisik kebenaran yang di katakan oleh Destra dan Alki.


Ketika mereka asyik bercanda di ruang keluarga, handphone Anggi berdering dari dalam tas nya.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


"Mami lagi dimana?". tanya Destra


"Lagi dirumah Caca sayang". jawab Anggi.


"Mami ngapain disana?". tanya Destra penuh khawatir.


"Mami memastikan saja dengan semua perkataan kalian berdua". jawab Anggi santai.


"Mami jangan berbuat yang bukan - bukan, Destra tidak akan tinggal diam".


"Enggak sayang, ya sudah sebentar lagi mami balik". jawab Anggi dan mematikan sambungan telephone nya.


"Tante pulang ya sayang". ucap Anggi permisi dengan mencium pipi kiri dan kanan caca dengan gemasnya.


"Iya Tante, kalau tante ada waktu main kesini lagi ya tante". ucap Caca ramah dan mencium punggung tangan Anggi.


Anggi membelai kepala Caca dengan lembut.


"Iya sayang, tante pasti akan sering main kesini". jawab Anggi


Ratna sangat terharu melihat sifat Anggi yang bisa menerima dan menyayangi Caca dengan tulus hati.


"Saya balik dulu ya Ratna".


"Iya mbak hati - hati di jalan".


Setelah mengucapkan salam Anggi melangkah menuju mobilnya yang telah terbuka.

__ADS_1


__ADS_2