
Aldo berjalan menuju pintu rumah tersebut setelah menutup pintu pagar seperti semula.
Alki dan juga Destra keluar dari mobil menghampiri Aldo yang telah berada di teras rumah tersebut.
"Assalamualaikum". ucap Aldo didepan pintu. Namun tidak ada suara sahutan dari dalam rumah.
Salam Aldo di sahut dari dalam setelah salamnya yang ke tiga.
"Waalaikumsalam". sahut seseorang dari dalam rumah minimalis tersebut. Dia adalah Ratna kakak ipar Aldo.
Ratna melihat terlebih dahulu dari celah jendela rumahnya untuk melihat siapa yang datang. Setelah mengenali siapa yang datang, Ratna segera membukakan pintu rumahnya dengan tenang.
"Eh kamu Aldo, silahkan masuk". ucap nya dengan senyum ramah.
"Kakak dimana mbak?". tanya Aldo yang masih berdiri di depan pintu.
"Kakak kamu masih dimasjid untuk shalat magerib". jawab Ratna.
"Habis shalat magerib kak Ahmad langsung balik dulu ngak mbak?". tanya Aldo lagi
"Biasanya kakak kamu sehabis shalat isya baru balik". jawab Ratna
"Kalau begitu kita ke masjid saja Aldo". seru Alki
"Iya Om, kita sekalian shalat magerib yang tertunda". imbuh Destra menimpali seruan papinya.
"Baiklah tuan jika demikian". jawab Aldo
Pak Agus supir pribadi Alki segera menurunkan bawaan tuannya untuk di serahkan kepada tuan rumah tersebut.
"Oh iya mbak ini kami sudah menyiapkan makan malam untuk kita nanti, supaya mbak Ratna ngak kerepotan untuk menyiapkannya". ucap Aldo menyerahkan kepada Ratna.
"Alhamdulillah". Seru Ratna
Mbak mu ini sempat bingung mau menyiapkan makan malam apa untuk kalian karena datang mendadak begini". seru Ratna tersenyum
"Kamu sih suka banget buat kejutan begini". Imbuh Ratna.
Aldo hanya tersenyum lebar mendengar kakak ipar nya yang kebingungan.
"Ya sudah mbak kami berangkat kemasjid dulu, Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Mereka meninggalkan kediaman Ahmad untuk segera menuju masjid yang berada tidak jauh dari rumah tersebut.
Aldo memberitahukan Alki keberadaan masjid yang terlihat jelas dari kediaman Ahmad. Dan Alki memberi saran untuk berjalan kaki saja.
Pak Agus supir pribadinya Alki juga turut bersama tuannya untuk menuju ke masjid.
Setelah kepergian tamu - tamu nya ke masjid, Ratna melangkah menaiki anak tangga untuk meminta anaknya membantu nya mempersiapkan hidangan makan malam mereka.
"Sayang, kamu sudah shalat?" Tanya Ratna yang telah berada di dalam kamar anak nya.
"Sudah, baru saja selesai, ada apa bun?".
"Bantu bunda menyiapkan makan malam, paman mu datang!".seru Ratna
"Paman sudah sampai bun?". tanya Caca riang
"Hah?". tanya Ratna heran
"Hehehe, sebenernya tadi Caca ketemu paman Aldo di cafe dekat sekolah Bun". jawab Caca cengengesan.
"Kok ngak bilang dengan Ayah dan Bunda mu?". tanya Ratna menelisik.
"Paman yang minta Caca supaya tidak memberitahu Ayah dan Bunda". jawab Caca masih dengan cengengesan.
"Kamu ya". ucap Ratna dengan mencubit pelan hidung Caca gemas.
__ADS_1
"Paman sekarang dimana bun?". tanya Caca.
"Di masjid menyusul Ayahmu". jawab Ratna
"Sudah yok, bantu Bunda di dapur". ajak Ratna.
Mereka menuruni anak tangga bersama - sama untuk menuju dapur. Caca membesarkan bola mata nya ketika melihat beberapa mangkuk bertingkat yang berukuran sedang berada di meja makan mereka.
"Banyak banget, siapa yang bawa bun?".
"Pamanmu dan temannya". jawab Ratna.
"Syukur deh jadi kita ngak repot - repot banget untuk menyiapkannya, iya kan Bun?".
"Iya sayang". jawab Ratna.
Mereka segera menghidangkan makan malam tersebut bersama - sama.
**
Aldo yang telah menyeselaikan shalat mageribnya yang tertunda, mengedarkan pandangannya untuk mencari kakak nya.
Tidak susah untuk mencari kakak nya tersebut karena didalam masjid tersebut sudah terlihat sedikit sepi. Hanya ada beberapa saja yang masih berada di dalam masjid tersebut.
"Assalamualaikum kak". sapa Aldo yang melihat Ahmad duduk bersila bersama seorang ustad.
"Waalaikumsalam". jawab Ahmad dan langsung memeluknya.
"Loe kok bisa tahu gue disini?". tanya Ahmad setelah merenggangkan pelukan mereka.
"Dari mbak Ratna". jawab Aldo.
"Sudah sempat kerumah loe?".
"Sudah kak". jawab Aldo
Alki dan juga Destra menghampiri Aldo sesudah menyelesaikan kewajibannya.
Mereka saling berjabat tangan untuk saling berkenalan dan mereka juga bersalaman dengan Ustad yang berada didekat Ahmad tersebut.
"Apa tidak sebaiknya kita kembali ke rumah saya tuan Alki?". tanya Ahmad
"Nanti saja pak Ahmad, kita menunggu waktu shalat Isya disini saja". Jawab Alki.
"Baiklah tuan Alki". Ahmad
Mereka mengisi waktu dengan berbincang - bincang tentang seputar agama bersama seorang Ustad yang juga berada disana.
Tidak terasa waktu untuk melaksanakan shalat Isya' pun tiba. Destra di minta untuk mengumandangkan Azan oleh ustad tersebut.
Tanpa penolakan Destra menyetujui permintaan ustad tersebut.
Destra yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren selama 3 tahun sudah pasti tidak mengalami kesulitan untuk hal tersebut.
Suara merdu Destra sontak membuat Ahmad dan Aldo terkesima mendengar lantunan Azan yang dibawakan oleh Destra.
"Tidak sia - sia loe gue sekolahin dipesantren son". ucap Alki dalam hati terharu mendengar suara merdu Anaknya.
*
"Bunda, kok piring makannya untuk 6 orang, kita kan hanya ber empat bun?. Tanya Caca heran
Ratna yang mendengar celoteh anaknya tersenyum.
"Bunda tadi sudah ngomong sama kamu, kalau Paman mu datang bersama teman nya sayang". Jawab Ratna menerangkan.
"Oh iya, hehehe".
"Caca nanti pakai hijab ya sayang". Pinta Ratna kepada Caca untuk menggunakan hijab nya karena mereka akan makan malam bersama dengan yang bukan muhrim nya.
__ADS_1
"Baiklah bunda, Caca mengerti dengan maksud bunda". Jawab nya dengan senyuman manis nya dan melanjutkan kembali menata makanan di atas meja.
"Subhanallah, merdu banget suara Azan nya ya Bun?". Ucap Caca mengagumi suara Azan yang jelas terdengar.
"Iya sayang, mungkin orang pendatang yang singgah di masjid itu sayang". Jawab sang bunda yang juga mengagumi suara Azan tersebut.
"Wah.. misal nya saja Caca mengenal siapa lelaki itu dan dia masih single, Caca langsung minta di nikahi bun!". Seru nya dengan cengengesan bercandanya.
"Kenapa kamu mau menikah dengan lelaki yang memiliki suara merdu itu tanpa mengenalnya lebih dekat terlebih dahulu?". tanya Ratna
"Pasti dia juga pandai mengaji bunda". jawab Caca
"Lalu?".
"Ya sudah pasti dia akan membimbing Caca ke surga lah Bunda". jawab Caca.
"Mengapa kamu bisa bilang orang yang pandai mengaji akan bisa membawa mu ke surga Sayang?".
"Karena dia akan menjauhi dan mentaati semua perintah Allah yang ada di dalam kitab Alquran Bunda". jawab Caca.
"Selesai!". Seru Caca dengan gembira karena telah menyiapkan makan malam mereka.
"Bunda, Caca Shalat dulu ya". Imbuh nya lagi
Dan dianggukkan oleh Ratna tersenyum.
"Semoga kelak Allah memberimu jodoh yang terbaik untukmu nak". Ucap nya dalam hati dengan mata berkaca - kaca.
Caca melangkah menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri untuk melaksanakan kewajibannya.
**
Ahmad mengajak tamu - tamu nya untuk kembali ke rumah nya setelah selesai melaksanakan shalat Isya' di masjid.
Mereka berjalan kaki bersama - sama menuju kekediaman Ahmad.
"Assalamualaikum". Ucap Ahmad sebelum memasuki rumahnya, begitu juga Alki, Aldo, dan Destra mengucapkan salam. Kedatangan mereka hanya disambut oleh Ratna saya.
"Waalaikumsalam".jawab Ratna dan mencium punggung tangan suaminya.
"Caca dimana Dek?". Tanya Ahmad
"Dikamarnya bang, mungkin masih shalat". Jawab Ratna. Dan dianggukkan oleh Ahmad tanda mengerti.
"Silahkan masuk tuan Alki dan tuan Destra". Ucap nya mempersilahlkan masuk bos dari adik nya tersebut.
"Terimakasih pak Ahmad". Jawab Alki dan melangkah memasuki rumah tersebut.
"Dek perkenalkan ini bos tempat nya Aldo bekerja". seru Ahmad kepada Ratna
"Ini istri saya tuan Alki". imbuh Ahmad memperkenalkan Istrinya.
Dengan tersenyum Ratna menangkupkan telapak tangannya didepan dada sebagai salam perkenalan.
Alki dan Destra juga menangkupkan tangan mereka seperti yang Ratna lakukan.
"Makan malam sudah siap bang". Ucap Ratna memberitahukan jika makan malam sudah siap dihidangkan.
"Jika demikian mari kita makan". Ucap Ahmad dengah senyum ramah nya. Untuk mengajak makan malam.
Ketika mereka akan melangkah ke meja makan Caca turun dari kamarnya dengan memakai pakaian muslimah.
"Pamannn". Sapa nya dan berhambur kepelukan pamannya tanpa memperhatikan sekelilingnya. Dan di sambut hangat oleh Aldo. Alki terkesima melihat kecantikan Caca.
Destra yang melihat Caca berpakaian muslimah, terus menampilkan senyuman di wajahnya. Alki yang melihat Destra terus tersenyum segera menyenggolnya pelan untuk menyadarkan anaknya.
"Pantas saja loe ngebet banget mau nikah dengan nih anak". guman Alki dalam hati.
"Subhanallah, cantik sekali kamu sayang". Ucap Aldo mengagumi kecantikan keponakannya itu.
__ADS_1
"Maaf tuan Alki dan tuan Destra, anak saya memang manja terhadap pamannya Aldo". ucap Ahmad sedikit menaikkan suaranya untuk mengingatkan Caca bahwa masih ada orang lain disekitar mereka.
"Tidak apa - apa pak Ahmad". Jawab Alki tersenyum.