SUAMIKU KAKAK SAHABATKU

SUAMIKU KAKAK SAHABATKU
BAB 11


__ADS_3

Anggi sangat mengerti dengan sifat Destra yang tidak akan melepas sesuatu bila sudah menginginkannya.


Anggi menarik nafas dan melepaskannya dengan sedikit kasar.


"Mami mau tanya sama kamu, memang nya orang tua gadis itu mau menikahkan anaknya yang masih sekolah?". Tanya Anggi serius kepada anaknya.


Destra tidak menjawab pertanyaan Anggi.


Melihat raut majah anaknya seperti tidak memiliki semangat dan menyedihkan, Anggi berpikir sesaat.


"Begini saja deh, ajak papi kamu menemui orang tua gadis itu, supaya papi kamu bisa bertanya dengan orang tua nya". ucap nya memberi saran.


"Apakah itu bisa menjamin untuk bisa memilikinya ma?". tanya Destra lemah.


"Kamu tidak akan tahu jika tidak mencobanya". jawab Anggi


"Baiklah mami". jawab Destra


"Destra istirahat sebentar ya ma". imbuhnya dan menyerahkan kembali handphone itu kepada Alki.


"Iya sayang".


Alki melanjutkan video call nya yang terganggu dan meminta saran istrinya, langkah apa yang harus dia lakukan mengenai permintaan anak lajang nya tersebut.


"Maksud ucapan mami tadi bagaimana?". Tanya Alki kepada Anggi.


"Anggap saja papi bersilaturahmi dengan keluarga Aldo". Jawab Anggi santai


"Lalu?".


"Papi lihat situasi nya terlebih dahulu, lalu ajukan kepada orang tua gadis itu untuk melakukan perjodohan".


"Baiklah sayang, aku akan menghubungi Aldo". ucap Alki. Dan mengakhiri Video call tersebut setelah mengucapkan salam.


Setelah mengakhiri Videocall dengan Anggi, Alki langsung menghubungi Aldo.


"Assalamualaikum, ada apa tuan?". Aldo


"Waalaikumsalam, bisa temui saya sekarang?" Perintah Alki


"Siap tuan". Jawab Aldo


Tiga menit kemudian Aldo sudah berada di depan pintu kamar bos nya dan menekan bel supaya dibukakan pintu.


Tidak menunggu lama pintu pun dibukakan langsung oleh Alki.


"Silahkan masuk Aldo". Seru Alki ramah.


Dengan sedikit menundukkan kepala sebagai tanda hormat, Aldo pun memasuki ruangan tersebut.


"Terimakasih tuan". Jawabnya


Dan mereka duduk di ruang tamu tersebut setelah Alki mempersilahkan Aldo untuk duduk.


"Kamu ada acara hari ini?". Tanya Alki to the point


"Maaf sebelumnya tuan, sebenarnya saya ingin meminta izin sebentar untuk menemui kakak laki- laki saya yang juga berada di kota ini tuan". Jawab nya.


"Kamu mempunyai kakak disini?". Tanya Alki basa basi


"Ada tuan". Jawab Aldo


"Maaf tuan, bila ada tugas yang harus saya kerjakan sekarang, tidak masalah saya akan membatalkannya". Imbuh Aldo

__ADS_1


"Tidak ada yang harus kamu kerjakan sekarang, besok pagi akan di mulai kesibukan kita di sini. Jadi kamu bisa menemui saudara kamu selagi tidak ada pekerjaan". Jawab Alki santai.


"Terimakasih banyak tuan atas pengertiannya". Ucap Aldo senang karena sudah mendapat izin dari bos nya.


"Apakah hari ini saya masih ada kegiatan Aldo?" Tanya Alki kepada Aldo yang mengetahui semua kegiatan Alki selama di kota B. Karena jadwal kegiatan Alki sudah diserahkan sekretaris Alki kepada Aldo.


"Jadwal yang saya terima dari Sandra untuk hari ini sudah tidak ada tuan". Jawab Aldo pasti


Sekretaris Alki yang bernama Sandra hanya di tugaskannya untuk mengatur jadwal dan kegiatan Alki saja. Sandra tidak pernah sekalipun mengikut sertakannya dalam perjalanan bisnis nya keluar kota atau pun keluar negeri.


"Jika demikian, apa boleh saya ikut bersama kamu". Tanya Alki


"Dengan senang hati dan rasa hormat bila tuan sudi mengunjungi kakak saya tuan". Seru Aldo


"Tidak perlu sungkan, anggap saja saya bersilaturahmi dengan keluarga kamu". Imbuh nya dengan tersenyum karena rencananya ingin mengenal keluarga dari gadis yang di maksud Destra berjalan dengan lancar.


"Baiklah, saya akan bersiap terlebih dahulu, 30 menit lagi kita berangkat, tunggu saya di lobby ". Ucap nya dengan sedikit perintah.


"Baik tuan, saya permisi". Jawab Aldo dan bangkit dari duduk nya setelah mendapat anggukan dari Alki.


Aldo segera menuju restoran hotel untuk segera menyiapkan berbagai macam makanan untuk dibawanya ke kediaman Ahmad kakak nya.


Setelah Aldo meninggalkannya, Destra keluar dari kamar menghampiri papinya yang masih duduk di ruang tamu.


Sebenarnya Destra mengetahui kedatangan Aldo dan mendengar pembicaraan papinya dengan Aldo.


"Papi memang top marko top lah pokoknya". Seru Destra dengan mengacungkan ke 2 jempol tangannya ke arah papinya dan duduk di depan papinya.


"Nguping loe?". Tanya Alki nyolot


Destra hanya cengengesan dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Cemen loe ah". Ucap Alki yang menyepelekan keberanian anaknya.


"Memang nya loe mau perang?".


"Memang kita akan berperang papi, berperang untuk mendapatkan pujaan hati". Jawab Destra tersenyum dengan menggerak - gerakkan kedua alisnya.


"Elloe aja kale". Sahut Papi nya santai.


"Papi gimana sih, itu cewek juga akan menjadi menantu papi dan mami, dan gue yakin dia pasti menantu idaman, percaya deh dengan pilihan Destra". Seru Destra meyakinkan papinya.


"Destra berani bertaruh pa". Imbuh nya lagi.


"Ok". Jawab Alki cepat


"Jika cewek yang loe maksud masuk dalam kriteria menantu idaman, hotel ini jadi milik loe sepenuhnya". Ucap nya dengan mempertaruhkan hotel nya tempat mereka menginap saat ini.


"Ok". Jawab Destra menyetujui


"Jika tuh cewek tidak masuk dalam kriteria menantu idaman cafe gue yang disini jadi milik papi". Ucap nya tegas


"Kok dikit banget yang loe taruhin? Ini hotel besar bro. Papi kurang setuju". Protes Alki


"Yaelah papi, sama anak sendiri pelit amat sih".


"Gue kagak perduli, loe harus taruhin juga cafe loe yang ada di kota J, karena tuh cafe lebih besar dari pada cafe loe yang disini". Ucap Alki


Destra berpikir sejenak untuk menerima tantangan dari Alki.


"Ok deal". Ucap Destra


Mereka saling berjabat tangan tanda persetujuan antara kedua belah pihak.

__ADS_1


Perbincangan yang memakan waktu 10 menit itu pun berakhir dengan sebuah pertaruhan.


"Destra yakin pasti akan menang". seru Destra dengan senyum menyeringai.


"Jangan terlalu berharap loe, karena gue belum melihat gadis incaran loe".


"Kita lihat saja". jawab Destra percaya diri.


"Ayo kita siap - siap". Seru Alki berdiri dari tempat duduknya.


Tidak menunggu lama mereka pun selesai dengan gaya masing - masing.


"Ganteng banget loe?". Puji sang papi


"Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, kecuali pohon yang di tepi sungai". Seru Destra


"Memang kenapa pohon yang ditepi sungai?". tanya Alki bingung.


"Buah nya hanyut". jawab Destra santai


"Bener juga loe". Jawab Alki


"Tapi loe terlihat berbeda hari ini bro". seru Alki dengan memandangi anak lajang nya itu.


"Mungkin karena akan bertemu calon mertua". jawab Destra dengan senyuman manisnya.


"Percaya diri banget loe, entar di tolak baru tahu rasa loe". Imbuh Alki santai yang memasuki lift.


"Yaelah papi, belum juga bendera perang di kibarkan, sudah menyiapkan bendera putih sih". Seru Destra kesal dengan ucapan papinya.


"Ini peperangan yang berat bro, ingat dia masih di bawah umur". Imbuh Alki mengingatkan.


"Kalau gitu di booking saja dulu, gue sabar kok nunggu sampai dia dewasa". Jawab Destra yang tidak ingin melepaskannya gadis pujaannya.


"Emang barang". Ucap Alki


"Sampai disana loe jangan banyak berbicara, biar gue aja".imbuh Alki


"Siap bos!!!".Seru nya.


Mereka melangkah keluar dengan gagah menuju lobby hotel yang sudah pasti Aldo sudah ada di tempat. Mobil dan supir sudah disiapkan oleh Aldo yang akan membawa mereka ke tempat tujuan.


"Maaf Aldo sedikit terlambat". Ucap Alki memasuki mobil.


"Tidak masalah tuan". Jawab Aldo .


Selama perjalanan Aldo memberitahukan kepada Alki bahwa dirinya tidak memberitahukan kedatangannya kepada kakak nya, sebab Aldo ingin memberi kejutan kepada kakak tercintanya.


"Maaf tuan sebelumnya, kedatangan saya dan juga tuan tidak saya beritahukan kepada kakak saya, karena saya ingin memberi kejutan tuan". Ucap Aldo menjelaskan.


"Tidak masalah, saya tidak keberatan sama sekali Karena itu hak kamu". Jawab Alki.


"Semestinya saya yang meminta maaf karena saya telah mengganggu acara keluarga kalian". Imbuhnya lagi kepada Aldo


"Tidak tuan, bagi saya suatu kehormatan atas kunjungan tuan kekeluarga kami". Jawab Aldo


Diperjalanan Alki melihat berbagai macam kuliner sehingga terbesit dipikirannya untuk membawa buah tangan untuk diberikan kepada keluarga Aldo.


"Aldo, sebaiknya kita membeli sesuatu sebagai buah tangan dan makan malam kita disana supaya mereka tidak kerepotan.". seru Alki


"Saya sudah menyiapkan semuanya tuan". jawab Aldo. Alki menganggukkan kepala nya.


Selama 45 menit akhirnya mereka tiba di tempat tujuan yaitu keluarga Ahmad wijaya. Pintu pagar yang tertutup memaksa Aldo untuk membukanya lebar agar mobil yang di tumpangi mereka bisa masuk kepelataran rumah tersebut, dan menutup kembali pagar tersebut.

__ADS_1


Pagar rumah tersebut tidak pernah terkunci kecuali sudah malam lebih tepatnya di saat Ahmad pulang dari masjid setelah melaksanakan shalat Isya.


__ADS_2