Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Bertemu keluarga besar Anto.


__ADS_3

Selama Anto keluar aku pergi mandi dan setelah mandi aku membuka lemari pakaian yang ada di kamar ini. Namun saat aku buka aku tercengang melihat pakaian wanita yang tergantung di lemari ini dan saat aku lihat ini adalah baju-baju yang waktu itu dibeli oleh tantenya mbak Rina. Aku berpikir "apa jangan-jangan tante yang kemarin itu mamanya Anto". Saat aku melamun tiba-tiba Anto masuk lalu berkata " Kamu kenapa bengong depan lemari?"sambil memelukku dari belakang. 


"Bang ini baju kenapa ada di lemari abang?" Tanyaku sambil berbalik menghadapnya. 


"Ini baju buat kamu yang mama sediakan" Ucapnya sambil mengusap pipiku. 


"Jadi tante yang waktu itu" Tebak ku. 


Anto pun mengangguk dan tersenyum. 


"Ih kok abang nggak bilang" Kesalku. 


"Kalau aku bilang nanti kamu tahu dong kalau aku bohong sama kamu" Ujarnya. 


"Ya tapi kan aku malu" Aku merajuk. 


"Mama yang maksa aku kalau dia ingin bertemu dan aku memintanya jangan sampai merusak rencanaku"


"Ih abang jahat"


Anto hanya tersenyum dan mempererat pelukannya. 


"Besok mereka kesini jadi kamu harus siap ya sayang" Ucapnya. 


"Mereka mau kesini?" Kagetku. 


"Iya mereka ingin bertemu kamu dan keluarga kamu dan aku minta kamu jangan nolak oke! "


Akhirnya aku hanya mengangguk. 


Dan benar saja besok nya keluarga Anto datang orang tua dan oma, opanya pun ikut. Bahkan orang tua Aurel juga datang. Saat mereka datang aku sangat gugup karena saat melihat mereka aku di buat kagum dengan penampilan mereka yang sangat elegan. 


"Ma, pa ayo masuk" Anto mempersilahkan masuk. 


Aku hanya diam saja di belakang Anto dan langsung menciumi tangan mereka dengan sopan. 


"Cantik" Puji mamanya Aurel. 


"Iya pantesan saja sampai bela belain berbohong" Sindir Oma pada Anto. 


Aku hanya melirik Anto yang kesal. 


Mereka pun duduk dan berkumpul dan disini aku merasa sedang di sidang. 


"Za, gimana keadaanmu?" Tanya mama. 

__ADS_1


"Alhamdulillah ma baik" Jawabku. 


"Kamu masih ingat saya kan?" Tanya nya. 


Aku hanya mengangguk. 


"Kamu jangan takut kami tidak akan memakanmu" Ujar papa Anto dengan datar namun bikin ketawa. 


"Emang nya mama apaan makan orang" Timpal mamanya Anto. 


"Kamu jaga kesehatan ya sayang jangan terlalu capek, kamu kan sedang hamil muda" Nasihat oma pada ku. 


Kami cukup lama berbincang dan banyak yang mereka ceritakan tentang keluarga mereka dan mereka berharap kalau aku bisa mengikuti kebiasaan mereka. Namun suasana canggung hilang setelah Aurel datang bersama Niko karena setelah mereka datang suasana jadi rame karena mereka ribut mulu seperti anjing dan kucing, aku bahkan berpikiran kalau mereka itu cocok karena dekat banget. 


"Oma heran deh kalau sudah kalian datang pasti aja rame dan bikin pusing" Kesal oma. 


"Niko tu oma cari ribut mulu" Ucap Aurel menyalahkan Niko. 


"Lah kok gue kan elo yang dari tadi ributin gue" Balas Niko. 


"Udah-udah kalian mau ikut kami nggak ke rumah orang tuanya Azizah?" Tanya oma pada mereka berdua. 


"Aku nggak ikut oma, masih ada kerjaan yang harus dibereskan"tolak Niko. 


"Ikut oma" Jawabnya 


"Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang" Ujar oma dan kami semua beranjak. 


Hanya butuh waktu setengah jam kami sudah sampai rumah orang tuaku dan mereka sudah menunggu kedatangan kami. Kami semua turun dan saat kami bertemu aku dan semua orang di buat kaget karena ternyata mama dan ibu saling kenal. 


"Amel" Panggil mama. 


"Naya" Balas ibu. 


Mereka pun berpelukan. 


"Aku nggak nyangka kalau Azizah itu anak kamu" Ujar mama setelah melepaskan pelukannya. 


Ibu hanya tersenyum, lalu oma berkata "kita masuk saja kangen-kangenannya di dalem saja."


Kami pun masuk dan saat di dalem mama sama ibu melepas kerinduan mereka. 


"Aku juga pernah berpikir kalau Anto itu merupakan dengan mas Dika tapi aku tidak berpikiran jauh karena takut salah" Ucap ibu.


"Mel, kamu kenapa tidak pulang ke Jakarta apa kamu tidak rindu dengan orang tuamu?" Tanya oma. 

__ADS_1


"Tante aku malu untuk bertemu merek karena setelah ayah meninggal mama tidak mau bertemu denganku" Cerita ibu. 


Akhirnya pertemuan ini seolah-olah pertemuan dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Kami semua mengobrol banyak dan tiba-tiba Ratih datang dengan terburu-buru. 


"Assalamualaikum"salamnya.


" Waalaikumsalam"jawab kami semua. 


"Maaf aku telat bu, pa" Ucapnya sambil menyalami tangan orang tua disini. 


"Ini anak kamu juga Mel? " Tanya mama. 


"Iya dia yang keempat" Jawab mama. 


Namun tiba-tiba Aurel berujar "dia calon Niko"


Semua orang langsung menatap Aurel dan oma berkata "maksud kamu?"


"Iya Niko naksir nih cewek, makanya dia nolak oma Ayu buat di jodohin sama aku" Ucapnya dengan santai dan saat aku melihat raut wajah Ratih kaget lalu sedih. 


"Lah bukannya lo juga nggak mau ya" Tanya Anto. 


"Iya sih" Jawabnya dengan santai. 


"Sudah-sudah kita makan sekarang kasian ibu nya Azizah sudah masak buat kita" Ujar Oma. 


"Makan oma, boleh deh aku lapar ni" Ucap Aurel. 


Akhirnya semua orang makan dan aku merasa senang karena melihat keluargaku akrab dengan keluarga Anto bahkan Ratih saja dengan Aurel bisa akrab padahal tadi aku lihat Ratih sudah memasang wajah tidak suka. Untungnya teh Melda tidak banyak tingkah karena sepertinya dia tidak percaya kalau Anto anak dari orang kaya. 


Setelah merasa cukup kami pulang ke apartemen dan mereka tinggal di apartemen kami kecuali orang tuanya Aurel mereka tinggal di apartemen Aurel. Saat ini aku dan Anto sedang berada di kamar dan sudah bersiap untuk tidur. 


"Aku tidak pernah menyangka kalau keluargaku mengenal baik ibu kamu" Ucapnya sambil mengusap kepalaku. 


"Aku juga sama bang, bahkan aku merasa takut kalau mereka akan tidak suka sama aku" Timpal Ku. 


"Kalau masalah suka nggak suka itu nggak mungkin karena oma juga dari keluarga sederhana" Ucap Anto. 


Aku hanya diam tapi tiba-tiba Anto berkata lagi. 


"Tapi nanti saat di Jakarta kamu ketemu dengan Oma Ayo, oma nya Aurel dari Bunda kamu jangan heran kalau dia sedikit jutek karena dia memang sedikit sombong" Beritahu nya. 


Aku tidak menjawab ucapannya karena aku sudah ngantuk berat. Aku bahkan tertidur di pelukan Anto, aku paling senang kalau tidur di pelukan Anto aku merasa nyaman dan entah kenapa aku jadi suka ingin manja-manja sama dia apa mungkin karena aku sedang hamil mungkin ya.


Anto tidak pernah keberatan apa pun yang aku lakukan dia akan senang hati menurutku.

__ADS_1


__ADS_2