
Setiap hari aku hanya berada di atas tempat tidur dan itu membuat aku bosan. Bahkan saat orang tuaku pulang aku tidak bisa mengantarkan mereka karena mama melarang aku untuk mengantarkan mereka. Sudah seminggu aku istirahat total di tempat tidur dan sekarang aku minta sama Anto untuk jalan-jalan karena bosan.
"Bang kita jalan yu, aku bosan ni" Ucapku.
"Nanti saja Za, kamu masih belum benar-benar sehat, kamu mau mama nanti ngomel?" Ucapnya menolak ajakan ku.
Aku langsung ngambek dan mendiamkannya.
"Za, kamu jangan marah dong, aku kaya gini juga buat kebaikan kamu" Bujuknya.
Aku membiarkannya dan Anto langsung pergi gitu saja. Aku menangis karena aku merasa Anto tidak sayang sama aku. Namun saat makan malam mama masuk ke kamarku dengan membawa makanan.
"Za makan dulu ya sayang" Ucapnya.
Aku pun bangun dan mama kaget melihat mataku yang sembab karena habis menangis.
"Kamu kenapa Za? " Tanya nya.
"Aku bosan ma di kamar terus, aku ingin jalan-jalan" Ucapku.
"Memang kamu sudah merasa baikan?" Tanya mama.
Aku pun mengangguk.
"Ya sudah kalau begitu besok kita cek up dulu kita tanya sama dokter ya sayang, kalau kamu sudah benar-benar baik-baik saja baru kamu bisa pergi jalan-jalan" Ucap mama lembut.
"Iya mah" Jawabku.
Aku pun makan di suapi mama, kadang aku merasa kalau mama ini bukan mama mertuaku tapi seperti mama sendiri. Setelah beres makan aku langsung istirahat dan tetidur. Namun aku terbangun saat tengah malam dan aku melihat Anto sudah tertidur di sebelahku sambil memelukku. Ku tatap wajahnya dari mulai maya hidung bibir dan aku langsung memeluknya. Entah lah aku sekarang makin sayang sama dia padahal dulu aku sangat tidak menyukai gayanya yang seperti preman pasar. Namun alasan dia berpenampilan seperti itu agar memudahkannya mendekatiku.
Paginya Anto sudah bersiap untuk pergi ke kantor dan aku menemaninya sarapan aku sudah di bolehkan mama untuk naik turun tangga. Siangnya aku dan mama pergi chek up kandunganku dan kesahatanku dan hasilnya baik dan aku tidak perlu istirahat total lagi aku bisa beraktifitas seperti biasa hanya saja tidak boleh yang berat. Saat jalan pulang aku tak sengaja melihat yang jualan rujak dan aku minta sopir untuk berhenti.
"Kenapa Za?" Tanya mama.
"Za mau rujak ma" Jawabku.
"Oh, ya sudah suruh pak sopir yang beli saja" Ucap mama.
Tapi aku tidak mau karena aku ingin beli sendiri, akhirnya aku turun dan langsung menghampiri penjual rujak, tapi ternyata disana banyak yang berjualan jadi aku mencicipi semuanya. Sampai aku lupa kalau mama menungguku di mobil.
"Za kami sedang apa?" Tanya mama menghampiriku.
"Ma, Za lupa kalau mama nunggu Za" Ucapku lirih.
__ADS_1
"Kamu ini, sekarang sudah selesai?" Tanya mama.
"Bentar ma, aku mau bawa kerumah buat Anto" Ucapku dan memesan rujak. Setelah selesai aku pun kembali ke mobil bersama mama. Sesampainya di rumah aku langsung masuk kamara dan istirahat, sorenya Anto pulang dan aku langsung menyuruhnya makan rujak namun aku baru tahu kalau dia tidak suka pedas.
"Za, jangan rujak deh yang lain saja"ucapnya menolak makan rujak.
" Kalau kamu gak makan rujak nanti bayinya nangis"ujarku.
"Tapi, Za" Ucapnya.
"Ya udah kalau gak mau, jangan tidur di kamar" Marahku.
"Oke, oke aku makan ni" Ujarnya lalu memakan rujak namun baru juga habis dia langsung ke kamar mandi bahkan sampai malam dia masih terus bolak-balik ke kamar mandi. Aku menangis melihat keadaannya yang kemas seperti itu.
"Bang aku minta maaf" Ucapku
Zudah gak apa-apa Za, nanti juga sembuh kok"ucapnya menenangkan aku.
Akhirnya Anto bisa istirahat dan tidak bulak balik lagi ke kamar mandi. Paginya Anto sudah sehat dan itu membuat aku senang padahal semalam keadaannya lemas banget.
Kami sarapa namun mama menyadari mataku yang bengakak karena semalam aku menangis.
"Za kami kenapa?" Tanya nya.
"Kamu nangis?" Tanya nya.
Aku langsung melirik Anto dan Anto langsung menjawab pertanyaan mama "semalam Za minta di buatkan sesuatu tapi Anto nolak jadi dia nangis dan marah"
"Kenapa kamu gak turuti kan dia lagi hamil jadi pasti ngidam" Ucap mama mengomeli Anto.
"Anto ngantuk ma, lain kali Anto janji gak gitu" Ucapnya.
Aku hanya menunduk karena merasa bersalah.
Setelah jadian itu aku gak berani lagi menyuruh Anto untuk makan, makanan pedas namun malam ini entah kenapa tiba-tiba aku menangis dan aku tidak tahu kenapa. Anto sampai pusing melihat aku menangis tak henti.
"Za, ayo bilang kamu mau apa jangan bikin aku khawatir" Ucapnya dengan prustasi.
Aku tak menjawab malah terus menangis. Anto akhirnya memelukku dan entah kenapa aku langsung berhenti menangis dan tertidur di pelukannya. Selama empat bulan ini banyak hal yang aneh yang selalu aku minta sama Anto bahkan sekarang aku ngajak Anto untuk bertemu Arga sahabatnya, aku hanya ingin menatapnya saja itu saja namun membuat Anto uring-uringan.
"Za yang benar saja dong masa kamu ingin bertemu Arga, cowok play boy kaya dia" Ucapnya.
"Ya aku gak tahu bang, Tiba-tiba saja aku ingin bertemu dengannya" Jawabku.
__ADS_1
"Oke kalau kamu maksa tapi aku minta semua sahabatku datang tidak hanya Arga" Ucapnya.
"Iya bang"
Akhirnya Anto menghubungi Arga, Rivaldi dan Romi untuk bertemu di sebuah restoran. Aku dan Anto pun pergi dan saat sampai disana semuanya sudah berkumpul. Aku langsung memghampiri Arga dan yang lain hanya menertawakan Anto karena tingkah aku kalau Arga dia sudah salah tingkah.
"Vin istri lo aneh-aneh saja sih, padahal suaminya gak kalah ganteng sama Arga" Ucap Romi.
"Gak tau gue" Jawab Anto acuh.
Namun tiba-tiba ada seorang cewek yang datang dan langsung menumpahkan minuman ke kepalaku. Aku langsung bangkit dan menatap wanita itu, seorang wanita dengan pakaian minim dan dandanan yang sangat mencolok.
"Eh cewek gatel, lo ngapain berduaan sama cowok gue?" Tanya tu cewek.
Aku langsung menatapnya kesal lalu berkata "cowok lo, jangan mimpi deh dia itu ayah dari bayi yang aku aku kandung, kamu gak lihat apa perutku?".
Cewek itu langsung kaget mendengar ucapan ku. Arga dia malah santai saja, dan aku langsung menatapnya tajam.
" Sar, dari awal kan gue sudah bilang kalau gue gak bisa sama lo dan sekarang lo lihat kan gue harus tanggung jawab sama dia"ucapnya menunjuk ku.
"Berengaek lo Ga" Teriaknya dan langsung menapar Arga. Lalu wanita itu pergi.
Aku langsung menghampiri Anto.
"Abang baju aku basah" Ucapku manja.
Mereka malah menertawakan aku.
"Ya sudah gak apa-apa kita pulang saja" Ucapnya.
"Za" Panggil Arga.
Aku pun meliriknya.
"Makasih ya lo udah nolongin gue bebas dari cewek tadi" Ucapnya
Aku hanya tersenyum.
"itu balasan istri gue karena lo sudah mau di ajak makan sama dia walau gue cemburu di sini" Icap Anto.
"Ya sudah lo ajak dia balik kasian tu kerudungnya basah" Titah Arga.
Kami pun pulang dan sesampainya di rumah aku langsung membersihkan badan dan langsung tidur.
__ADS_1