Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Mempertemukan ibu dengan istri bang Romi.


__ADS_3

Sepulang dari pemakaman nenek aku melihat ibu murung mungkin dia sangat sedih dengan kepergian nenek. Aku pun menghampirinya dan mengajaknya bicara agar dia tidak terlalu sedih. 


"Bu, jangan sedih terus kasian nenek kalau ibu sedih begini" Ucapku saat duduk di sebelahnya. 


Ibu pun melihat ke arahku dan berkata "ibu sedih karena telah membuat nenek mu malu dengan perbuatan ibu dulu dan ibu belum sempat membuatnya bahagia"


Aku pun mengusap tangannya memberikan kekuatan. 


"Aku berharap bisa membuat ibu dan bapak bahagia, bangga denganku" Ujarku. 


"Kamu sudah membuat ibu bangga dengan memberi ibu menantu orang kaya" Ucapnya sambil tersenyum. 


"Ibu ih, bukan itu" Kesalku. 


"Ibu bercanda sayang" Ucapnya sambil menyentuh pipiku. 


Akhirnya aku bisa melihat senyumannya lagi padahal dari tadi dia murung. Tiba-tiba aku teringat dengan bang Romi dan aku pun mencoba membicarakan nya. Ibu bisa mengerti dengan keputusan bang Romi,dia menikah tanpa memberitahu ibu karena walaupun ibi di beritahu belum tentu dia datang. Namun dia cuman minta sama aku untuk bertemu dengan istrinya sebelum ibu pulang kembali ke kampung. Aku nanti akan mencoba berbicara sama bang Romi masalah ini. Aku pun sempat terdiam sampai akhirnya aku ingat tentang keluarga Anto yang dulu sempat tidak setuju denganku. 


"Bu, ibu kan teman nya mama, ibu pasti tahu kan tentang keluarga mama?" Tanya ku. 


"Lumayan sih, memang kenapa?" Tanya mama. 


"Mama kenal dengan oma Ayu?" Ucapku menanyakan wanita paruh baya yang dulu sempat menghinaku. 

__ADS_1


"Oh, itu teman nya nenek Naira dan ibu mertua dari bang Ilham om nya Anto, memang kenapa?" Jawab mama. 


"Dia sempat tidak suka sama aku" Ucapku lirih. 


Ibu langsung memelukku dan mengusap punggungku dan berkata "maafin ibu ya sayang"


Aku sebenarnya tidak mengerti kenapa ibu berkata seperti itu. Ibu bahkan menguatkan aku agar jangan mengambil hati ucapan oma Ayu karena dia berkata seperti itu pasti ada hubungannya dengan ibu. 


Malam nua setelah makan malam aku langsung rebahan dan memainkan ponsel namun tiba-tiba Anto ikut rebahan dan dia pun menanyakan hal yang tadi aku bicarakan dengan ibu dan aku pun menceritakannya. Namun tiba-tiba Anto berkata "kamu kenapa gak pernah cerita kalau oma Ayu pernah menghina kamu?"


Aku langsung menatap ke arahnya. 


"Aku tadi dengar kamu berbicara dengan ibu" Ucapnya lagi. 


"Aku cuman tidak ingin membuat kamu marah dengan ucapan dari oma Ayu" Ucapku. 


"Aku minta maaf bang" Lirih ku. 


Anto membalikan tubuhnya menghadap ku dan berkata "kamu itu istriku dan kamu adalah pilihanku jadi kalau ada orang yang menghina atau macem-macam sama kamu, orang itu harus berurusan denganku" Ucapnya dengan kesal. 


Ini yang membuat aku tidak menceritakannya pada Anto karena dia pasti akan marah banget. 


"Dia boleh ikut campur dengan urusan cucunya tapi kalau ikut campur dengan urusan ku aku tidak akan tinggal diam" Ujarnya. 

__ADS_1


Aku sedikit tahu kalau oma Ayu menentang hubungan cucu nya dengan bang Tyo karena bang Tyo hanya seorang montir bukan pengusaha atau apa. 


Akhirnya aku pun menceritakan semuanya pada Anto apa saja yang diucapkan oma Ayu dan apa alasanku ingin membuka butik dan Anto langsung menarikku dalam pelukannya. 


Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Anto karena aku tahu saat ini Anto sedang marah banget. Setelah itu kami pun tidur dan saat pagi aku bangun dan langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Setelah semuanya beres baru aku kembali ke kamar dan menyiapkan baju untuk bang Anto kerja. Kalau pagi begini Hana biasanya belum bangun jadi aku bisa menyiapkan semuanya. 


Semua orang sudah berada di meja makan dan hari ini aku akan ke butik bersama ibu karena ibu mau bertemu dengan istrinya bang Romi dan kami janjian di butik. Kami berangkat jam sembilan dan cuman butuh waktu setengah jam untuk ke butik dan sekarang aku sudah punya sopir sendiri jadi tidak usah diantar Anto. Sesampainya di butik ternyata sudah ada pengunjung dan dia adalah istri kliennya Anto, aku pun menghampirinya dan mengajaknya ke ruangan ku untuk membicarakan baju apa yang ingin dia pesan. Cukup lama kami berbicara sampai akhirnya dia sudah memilih baju seperti apa dan setelah dia pamit aku kembali melihat ibu dan ternyata bang Romi sudah datang bersama istrinya. Aku tidak menghampirinya hanya melihat dari kejauhan dan aku melihat sepertinya bang Romi sedih karena ibu tidak datang di acara pernikahannya. Aku bisa mengerti dengan posisinya karena saat ini dia adalah cucu laki-laki satu-satunya di keluarga Wijaya. Bang Romi langsung memeluk ibu dan ibu membalas pelukannya. 


"Sedih ya kak" Ucap Dina tiba-tiba. 


"Kamu ini Din, ngagetin saja" Kesal ku. 


"Maaf mbak" Ucapnya. 


"Bang Romi itu sayang banget sama ibu namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sudah berjanji pada ibu tirinya untuk tidak menemui ibu lagi setelah dia memilih keluarga ayahnya dibanding ibu" Ucapku memberitahu Dina. 


Bang Romi dulu tidak mau ikut sama ibu karena saat itu kehidupan ibu susah dan saat itu juga ibu harus bekerja untuk memberi bang Romi dan teh Melda makan. Namun saat Bang Romi bertemu dengan Ayahnya dan di tawari tinggal bersama nya dia pun mau namun dia harus berjanji untuk tidak menemui ibu lagi. 


Setelah melihat suasananya tidak begitu menegangkan aku pun menghampiri mereka dan ikut bergabung. Kami pun membicarakan tentang butik ku yang baru saja berdiri berapa bulan dan mengajak Hana bercanda agar ibu tidak sedih lagi. Setelah cukup lama bang Romi pamit setelah mendapatkan telepon dari asistennya kalau dia harus menghadiri rapat setelah jam makan siang. Dia pun pamit dan langsung pergi bersama dengan istrinya. 


"Dia cantik ya ibu" Ujar Ku. 


"Kamu juga cantik ko Za" Ucap ibu. 

__ADS_1


"Aku serius ibu" Kesal ku. 


Ibu hanya tersenyum lalu masuk kedalam lagi setelah bang Romi pergi. Aku pun mengikuti ibu dan ibu pergi menghampiri Dina dan mengobrol dengan Dina, aku pun pergi ke ruangan ku dan melihat ponselku ternyata ada banyak panggilan dari bang Anto dan aku pun langsung menghubunginya. Ternyata dia cuman menanyakan aku pulang jam berapa tapi seperti ada yang penting saja. Kadang aku bingung sama dia karena dia terlalu oper banget sama aku dan itu membuat aku suka dan sayang banget sama dia.


__ADS_2