
Saat aku dan Anto berada di teras rumah tiba-tiba sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah aku dan Anto melihat siapa yang keluar dari mobil dan yang pertama keluar adalah Dina dan dari sebelahnya Hasan.
"Dina, Hasan" Ucapku.
Anto pun melirik ke arahku.
"Mbak, apa kabar?" Tanya Dina saat menghampiriku.
"Aku baik Din" Jawabku.
Hasna dan Anto berjabat tangan. Aku hanya menatap Dina meminta penjelasannya walau aku sudah sedikit tahu kalau Hasan suka sama Dina namun untuk kelanjutannya aku tidak tahu.
"Nanti Dina cerita" Ucapnya mengerti maksud tatapanku.
Hasan pun menanyakan kabarku dan setelah berbasa basi aku mempersilahkan mereka masuk. Saat di dalam banyak yang kami bicarakan. Karena sudah waktunya makan siang, aku mengajak Dina untuk membantuku karena ibu sedang ke sawah jadi cuman ada aku dan Anto di rumah. Saat di dapur aku minta Dina menjelaskan kenapa dia bisa datang bareng dengan Hasan. Dina pun menceritakan ternyata selama ini dia juga suka sama Hasan cuman karena dia pikir Hasan suka sama aku jadi dia bersikap dingin namun setelah kejadian kesalahpahaman itu Hasan jujur sama Dina dan dia minta untuk jadi pacarnya namun Dina menantangnya buat datang ke rumah orang tuanya dan Hasan menyetujuinya. Namun dia kaget karena ternyata Hasan orang kaya seperti Davin. Aku pun mencoba memberinya saran agar dia tidak merasa rendah. Setelah siap makanan nya baru aku memanggil Anto dan Hasan untuk makan. Kami semua pun makan.
"Masakan kamu enak Za, ajarin Dina ya" Ucap Hasan.
"Ini semua gak semua aku yang masak ko, Dina juga bantu" Ucapku berkata jujur karena memang Dina yang lebih banyak masak.
"Ini memang bukan masakan Azizah, pasti Dina yang masak ya?" Tanya Anto.
Dina hanya tersenyum.
__ADS_1
"Aku berharap hubungan kalian sampai pernikahan" Ucapku dan di aamiin kan mereka.
Setelah makan aku menyuruh mereka istirahat, Dina aku ajak ke kamar ku untuk istirahat kalau Hasan aku suruh istirahat di depan saja. Aku berbicara bersama Anto di belakang dan dia memberitahukan kalau Hasan akan bekerja sama dengan perusahan Anto untuk pembangunan Hotel di Bandung tapi dia minta Anto yang mengurus semuanya. Aku bersyukur karena di saat aku ada masalah dan Anto sedang kesulitan banyak orang yang mau membantu bahkan semua sahabatnya pun ikut membantu. Bahkan ada yang menyarankan kalau Anto buat perusahaan sendiri namun Anto menolak karena di kasihan pada orang tuanya. Dia cuman berharap masalah ini cepat selesai. Saat sore hari Hasan dan Dina pamit mereka mau ke rumah neneknya Hasan yang di kampung sebelah dan menginap disana.
Akhirnya aku putuskan untuk kembali ke rumah Mama dan disana aku disambut baik oleh mama dan papa, bahkan mereka langsung mengajak Hana bermain mungkin mereka kangen dengan cucunya.
"Za kamu istirahat saja, aku mau ke kantor sebentar, aku ingin selesaikan masalah ini" Ucapnya.
Aku pun mengangguk dan Anto langsung pergi. Namun tak lama om Ilham datang dan dia langsung berkata padaku "Za, aku minta maaf sudah membuat kamu sakit hati, om saat ini sudah bingung harus bagaimana karena om tidak mau kalah dengan musuh om"
Aku hanya menatapnya karena kaget juga tiba-tiba dia langsung berkata seperti itu.
"Abang ngapain kesini?" Tanya mama tiba-tiba.
"Nay, aku cuman ingin minta maaf" Jawabnya.
"Aku tahu aku salah Nay" Ucapnya dengan lirih.
"Abang egois, abang lebih mengutamakan kebahagian abang daripada orang lain" Ucap mama lagi.
"Udah sayang" Ucap papa menenangkan mama.
Akhirnya karena aku tidak mau melihat mereka berdebat akhirnya aku memaafkan om Ilham dan setelah om Ilham pergi mama bercerita kalau dia hampir saja kehilangan anaknya karena ulah suaminya yang melakukan KDRT.
__ADS_1
Aku kaget mendengar itu dan tidak hanya itu bahkan dia hampir kehilangan segalanya kalau saja Mengikuti kemauan rekan bisnisnya namun Hasan yang sudah menggagalkan nya.
Aku tidak tahu apa saja yang sudah di perbuat Hasan untuk keluarga ku dan aku hanya bisa membalasnya dengan mendoakannya agar dia bahagia.
Malamnya Anto pulang dengan wajah lelah dan aku menyiapkan bajunya dan langsung membuatkan dia makan malam karena dia pulang telat. Setelah mandi Anto turun dan aku langsung menyiapkan nasi goreng pesanannya.
"Aku dengar tadi ayah kesini?" Tanya Anto.
Aku pun mengangguk.
"Dia bicara apa saja?" Tanya nya lagi setelah mengunyah makanannya.
Aku pun menceritakan semuanya dan dia kaget saat aku bilang anaknya om Ilham mengalami KDRT.
"Kok aku gak tau ya masalah ini" Ujarnya.
"Kamu sibuk mikirin aku kaki ya"godaku.
" Kok kamu tahu"ucapnya.
Aku kira dia akan kaget aku bicara gitu eh dia malah membalasnya.karena sudah selesai kami pun tidur. Besoknya aku izin ke butik untuk melihat keadaan butik dan Anto menyuruh pak Udin yang mengantarkan aku. Aku pun diantar pak Udin dan sesampainya di butik ternyata tidak ada berubah setelah aku tinggalkan hampir dua bulan. Aku pun mengajak karyawan disini untuk meeting membicarakan bagaimana selama aku tinggal. Setelah beres aku langsung memberitahu kalau mulai besok aku akan membuat gaun model baru jadi aku harap mereka siap. Setelah jam makan siang aku pamit pulang karena aku tidak enak kalau harus menitipkan Hana pada neneknya lama lama. Namun saat pulang ternyata mereka gak ada dan bibi bilang Hana di bawa mama dan ayah jalan-jalan. Akhirnya aku putuskan untuk istirahat karena lumayan capek juga. Namun entah kenapa aku tiba-tiba ingat bang Tyo dan aku pun menghubungi Tika untuk merayakan kabar bang Tyo. Tika pun mengangkat telponku, setelah basa basi aku langsung menanyakan kabar bang Tyo dan ternyata bang Tyo saat ini sedang ada masalah karena bengkelnya hampir saja ada yang mau membakarnya. Setelah puas menelepon Tika aku pun putuskan untuk mandi agar nanti saat Hana pulang aku sudah bersih. Benar saja tak lama Hana pulang dan dia memegang sebuah boneka barbie baru dan Hana pun sepertinya senang karena dapet mainan baru.
"Za kamu sudah pulang, mama pikir kamu pulang sore makannya Hana mama ajak jalan-jalan" ucap mama.
__ADS_1
"Za cuman melihat saja gak ada kerjaan juga di butik, makasih ya ma sudah ajak Hana jalan" ucapku.
"Mama senang karena bisa main bersama cucu mama padahal dari dulu mama ingin ajak dia main, cuman kan dulu dia masih kecil" ucap mama dengan senyum bahagia.