
Saat malam hari setelah makan malam, aku dan Anto langsung masuk kamar dan melihat Anto sedang santai akhirnya aku tanya kan masalah bang Tyo.
"Bang, aku tadi menelpon Tika dan menanyakan bang Tyo, aku dengar dia sedang ada masalah ya?" Tanya ku.
Anto menatapku lalu dia berkata "dia seperti itu karena masih ada sangkut pautnya dengan Ayah Ilham"
"Kok bisa" Ucapku.
"Awalnya Ayah mengira kalau Aurel berantem dengan suaminya gara-gara Tyo karena dari awak Aurel hanya mencintai Tyo tapi karena status sosial mereka yang berbeda membuat keluarga Aurel tidak merestui dan Aurel terpaksa menerima perjodohan itu" Cerita Anto.
"Sekarang gimana bang?" Tanyaku lagi.
"Ayah sudah tahu semuanya makanya dia tidak mempermasalahkan kita karena ini semua rencana suaminya Aurel yang ingin menguasai semua harta keluarga kita, sekarang Aurel sudah pulang ke rumah Ayah" Jawabnya.
"Bang Tyo gimana?" Tanyaku lagi sambil bermain dengan Hana.
"Aku yakin dia masih mencintai Aurel dan akan mau terima keadaan Aurel sekarang" Jawabnya sambil turun menghampiriku dan Hana karena tadi dia rebahan di tempat tidur.
"Za, rencana kita liburan jadi kan?" Tanya nya.
Aku hanya tersenyum lalu mengangguk.
"Kapan?" Tanya nya dengan wajah bahagia.
"Terserah kamu saja bang" Jawabku.
Anto pun langsung beranjak dari duduknya lalu mengambil ponsel.
__ADS_1
"Abang mau ngapain?" Tanyaku.
"Mau menghubungi sekretaris ku menanyakan jadwal ku agar aku bisa liburan dengan tenang.
Akhirnya kami pergi liburan dan aku hanya minta di dalam negeri saja, Anto mengajakku ke Bali dan rencana kami disini selama satu minggu. Saat naik pesawat perasaanku khawatir karena ini pertama kali aku naik pesawat dan selama di pesawat aku tidak pernah melepaskan genggaman tanganku pada Anto. Aku gak peduli disebut kampungan juga karena aku benar-benar takut.
"Aku gak akan kemana-mana jadi kamu tenang saja" Ucapnya sambil mengusap kepalaku.
Akhirnya kami sampai di bandara dan Anto langsung mengajakku ke hotel untuk istirahat. Sorenya dia mengajakku untuk keliling sambil mencari makan. Anto benar-benar memperlakukan dengan baik bahkan aku merasakan seolah-olah pacaran apalagi aku dan Anto tidak pacaran dulu sebelum menikah.
Namun malamnya aku benar-benar dibuat tak berdaya. Paginya badanku benar-benar sakit semua bahkan untuk ke kamar mandi pun aku harus minta bantuan Anto. Sarapan pun aku diambilkan. Jadi hari kedua aku di sini hanya bisa rebahan tak kemana-mana karena badanku yang sangat capek. Anto bilang ini pembalasan selama dua bulan ini.
Hari ketiganya baru aku bisa jalan-jalan lagi dan aku benar-benar menikmati liburan ini. Namun saat malam kami mendapat telepon dari mama kalau Hana sakit akhirnya kami memutuskan untuk kembali malam ini juga, beruntungnya masih ada pesawat dan tiket. Kami sampai jam sepuluh malam dan langsung ke rumah sakit. Hana dirawat di rumah sakit dan Anto langsung memarahi pengasuh dan mama karena mama bilang Hana sakit setelah di kasih ikan. Padahal dari awal dia sudah tahu kalau Hana alergi ikan.
"Kamu kenapa ini seperti baru kerja sama kita saja, kenapa kamu Hana kasih makan ikan" Bentaknya.
Aku langsung mencoba menenangkannya karena ini di rumah sakit.
Anto pun langsung masuk ke ruangan Hana.
"Sekarang kamu pulang saja, biar kami yang nunggu Hana disini" Kataku pada pengasuh Hana.
Dia pun langsung pamit dan pulang. Namun entah kenapa aku merasa ada sesuatu sama dia tapi entah apa. Aku pun langsung masuk menyusul Anto ke ruangan Han. Kulihat Hana sudah tidur dan Anto tidur di sopa. Aku kasihan juga melihat dia tidur disana tapi kalau aku suruh pulang pasti tidak mau.
Paginya Hana sudah baikan dan Anto pulang untuk mengambil bajuku dan menyimpan barang yang kami bawa. Saat sedang menyuapi Hana kuajak dia bicara dan menanyakan kenapa dia bisa makan ikan.
"Mbak yang ngasih ma"ucapnya.
__ADS_1
" Lain kali kalau ada orang atau siapa saja yang ngasih kamu ikan jangan mau ya sayang"ucapku lembut memberitahunya.
Hana pun mengangguk.
(Hana harusnya bicaranya masih kurang jelas ya, tapi karena susah menulisnya jadi begitu saja)
Setelah beres makan Hana ku beri obat dan langsung ku suruh istirahat. Kadang aku juga merasa ada yang aneh dengan sikap pengasuhnya Hana namun aku tidak mau berburuk sangka. Mama datang dan membawakan aku sarapan.
"Sayang mama Minta maaf ya, karena kurang memperhatikan Hana, sampai dia sakit begini" Ucap mama dengan rasa bersalah.
"Tidak apa ma, ini bukan salah mama juga mungkin memang sudah waktunya Hana sakit juga" Jawabku dengan lembut.
"Sudah dikasih obat dia?" Tanya mama.
"Sudah ma, jadi dia langsung tidur" Jawabku.
"Kamu makan dulu biar Hana mama yang tungguin" Ucap mama menyuruhku makan. Aku pun pergi makan dan mama yang gantian nunggu Hana. Aku makan masih di ruangan ini juga. Mama juga memberitahuku kalau Anto tidak kembali ke rumah sakit karena dia harus ke kantor ada yang harus dia selesaikan dia kesini paling nanti sore.
Sorenya Anto benar-benar datang dia dari kantor langsung kesini dan bertepatan dengan kedatangan Om Ilham dan istrinya. Mereka menjenguk Hana dan sikap mereka benar-benar berubah padaku yang dulunya sedikit jutek sekarang mereka ramah. Aku senang perubahan mereka namun aku harus tetap tahu batasan karena posisiku disini hanya menantu.
"Za, tante harap kamu bisa jadi temannya Aurel, tante kasihan melihat dia murung terus"ucap istrinya om Ilham.
" Za mau saja tante, tapi Za gak yakin Aurel mau jadi teman Za"jawabku.
"Tante yakin dia pasti mau jadi teman kamu dan dengerin kamu ngomong" Ucapnya.
"Ya sudah nanti kalau Hana sudah sembuh Za coba bicara sama Aurel" Ucapku dengan tersenyum. Tak lama mereka pun pamit pulang dan sekarang tinggal aku dan Anto di ruangan Hana. Hana dari tadi bermain dengan papanya banyak yang Hana ceritakan pada Anto.
__ADS_1
Aku berharap sikap Anto tidak akan berubah dan dia selalu mencintai keluarganya. Namun aku harus siap dengan rintangan dan cobaan di depan sana karena aku yakin untuk jadi istri dari seorang Davin julianto prayoga yang statusnya seorang pewaris dari keluarga Prayoga dan Nugraha pasti banyak yang menginginkan posisi ini. Aku bersyukur bisa menjadi wanita yang harus mendampinginya.
Besoknya Hana sudah di izinkan pulang karena kondisinya sudah benar-benar baik dan Hana sangat senang akhirnya dia bisa pulang karena dia sudah kangen sama kucing peliharaannya.