Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Di jenguk Keluarga Anto.


__ADS_3

POV Azizah. 


Setelah kejadian aku mengalami kehilangan calon anakku, aku dan Anto kembali baikan dan sekarang Anto membawaku ke apartemennya lagi. Anto melayaniku dengan baik bahkan hari ini orangtuanya akan datang kesini menjenguk ku. Anto menjelaskan kalau foto itu diambil sebelum aku mengenalnya. Bahkan foto itu diambil saat acara pertunangan temannya Romi. Pagi ini Anto memberiku sarapan bubur dan itu dia beli dari bawah. 


"Kamu sarapan dulu ya, aku suapi!" Ucapnya. 


Aku hanya mengangguk dan menerima suap nya. Ada rasa bahagia di hatiku melihat Anto perhatian seperti ini, aku memang sudah sangat mencintainya walau aku tidak pernah mengungkapnya pada Anti tapi aku yakin dia juga bisa merasakannya. Tak lama pintu apartemen di ketuk dan Anti langsung membukanya. Keluarganya sudah datang dari mulai mama Naya papa Dika, Naomi adiknya dan mbak Rina beserta anaknya. Anto masuk kamar dan memberitahuku. Aku pun keluar dengan dibantu Anto. 


"Aduh sayang kenapa keluar, istirahat saja di kamar" Ucap mama Naya sambil mengusap tanganku saat aku salim. 


"Tidak apa mah, aku harus banyak gerak biar cepat sembuh" Jawabku. 


"Ya sudah kalau gitu kamu duduk" Ucapnya sambil membantuku duduk. 


Aku pun menyalami papa Dika dan mbak Rina yang sekarang menjadi kakak iparku. 


Aku hanya memperhatikan mereka yang sedang asik ngobrol dan bicara apa lagi melihat Anto dan Naomi yang tidak pernah akur. 


"Mereka kalau bertemu pasti begitu tapi mama tahu kalau Davin sayang banget sama adiknya" Ucap mama tiba-tiba saat aku sedang memperhatikan Naomi dan Anto. 


Suamiku di rumah panggilnya Davin karena nama aslinya memang Davin Julianto Prayoga. Dia mengenalkan diri menjadi Anto karena jika mengenalkan dirinya Davin tidak akan ada yang percaya kalau dia orang gak punya. Dan aku benar-benar tertipu sama dia. 


"Mama harap kamu jangan pernah ada pikiran buat ninggalin Davin karena mama tahu dia sayang mencintai dan sayang banget sama kamu, Davin itu susah untuk menyukai seorang cewek, dulu saja saat mama tahu kalau Davin sedang deketin kamu mama bahagia banget karena akhirnya anak mama suka sama cewek" Ujarnya lalu tersenyum. 


"Iya mah, Zizah akan berusaha tetap sayang sama An, eh Davin" Jawabku. 

__ADS_1


"Tidak apa kalau kamu mau panggil dia Anti toh dia ngenalin nya begitu"ucap mama. 


Akhirnya Anti memesan makanan dari luar untuk makan siang karena di apartemen kami tidak ada bahan makanan belum sempat belanja juga. Kami semua makan bersama. Tak lama mereka pulang kembali ke hotel masing-masing karena apartemen ini cuman ada satu kamar. Saat akan tidur tiba-tiba Anto berkata "Za, ada yang mau aku bicarakan sama kamu"


"Apa bang?" Tanyaku.


Anto menarik nafas lalu mengeluarkannya dengan kasar "papa ingin aku yang mengurus kantor pusat" Ucapnya. 


"Mungkin papa lebih percaya sama kamu yang menjadi anaknya" Kataku. 


"Tapi masalahnya kalau kita harus tinggal di Jakarta karena tidak mungkin aku ninggalin kamu disini, walau bersama orang tuamu karena aku tidak mau jauh dari kamu" Ucapnya dengan sedih. 


Aku tersenyum lalu menggenggam tangan nya dan berkata "aku akan ikut denganmu"


Aku pun mengangguk. Anto langsung memelukku dan berkata "makasih"


Aku hanya tersenyum. 


Paginya aku mencoba bangun sendiri tanpa bantuan Anto karena aku merasa sudah baikan. Tak lama Anto bangun dan dia marah saat melihat aku sedang di dapur membuatkan dia kopi, tapi aku menjelaskan kalau aku sudah baik-baik saja dan aku tidak mau kalau seperti orang sakit. Anto pun pergi mandi karena hari ini dia harus ke kantor untuk rapat dan aku akan di temani mama karena Anto takut aku kenapa-napa. Mama datang dengan membawa banyak makanan dan sayuran. Dia tidak mau kalau aku sampai kekurangan makanan agar aku cepat sehat. Siangnya ibu datang sendirian dan mama senang banget kalau ibuku atau sahabatnya akan datang jadi dia bisa mengobrol banyak. Ternyata benar setelah ibu datang mama langsung mengajak ibu mengobrol di balkon dan dia lupa kalau tadi dia mau masak dan akhirnya aku yang lanjutkan dan aku tidak masalah. Aku pun masak dan membiarkan mereka melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu. Ibu dan mama adalah sahabat saat SMA dan teman satu komplek namun mereka terpisah saat pergaulan ibu mulai berubah, tapi mama tidak pernah membenci ibu walau ibu sudah tidak bareng sama mereka lagi. Saat jam makan siang aku panggil mereka. 


"Ma, bu kita makan siang dulu"panggil ku. 


Mereka melirikku lalu mama berkata " Masya Allah mama lupa kalau tadi mau masak"sambil mukul kening. 


Aku tersenyum lalu berkata "sudah aku masakan mah"

__ADS_1


"Duh kok jadi kamu yang masak, kamu kan masih sakit" Ucapnya tidak enak. 


"Aku udah sehat kok mah" Jawabku. 


"Iya Nay, Za harus banyak gerak biar cepat sehat jangan terlalu di manjakan juga, kalau dia capek juga nanti istirahat"ucap Ibu. 


" Ya sudah ayo makan"


Akhirnya kita makan bertiga dan saat makan tiba-tiba Anto dan papa pulang. Mereka pun ikut makan. Aku merasa ada yang berbeda melihat ibu bersama mama, aku merasa ibu sangat bahagia bertemu dengan mama. 


"Kamu liatin apa?" Bisik Anto. 


Aku hanya menggelengkan kepala. 


Aku melihat ibu juga banyak bicara sama papa mungkin mereka memang saling kenal. Setelah Sore Ibu pulang karena bapak sebentar lagi pulang. Sekarang tinggal kami berempat namun papa dan Anto mereka berada di balkon entah sedang apa. Aku bersama mama dan tiba-tiba mama berkata "Za, ibu mu itu bukan orang susah kakek nenekmu orang ada tapi karena ibu mu membuat kesalahan jadi mereka mengusirnya dari rumah"


Aku hanya diam. 


"Nanti setelah di Jakarta mama akan bawa kamu ke nenek dan kakekmu mereka pasti senang melihat kamu cucunya" Lanjut mama. 


"Aku ikut mama saja, tapi ibu pernah bilang kalau dia juga kangen sama orang tuanya" Ucapku. 


"Nanti setelah kamu mengenal mereka baru kamu bawa ibumu ke hadapan mereka" Ucap mama sambil mengusap rambutku. 


Aku memang tidak mengenal keluarga dari ibuku hanya keluarga bapak yang aku tahu, itu pun mereka tidak menyukai ibu karena mereka selalu bilang kalau ibu wanita tidak baik. Namun selama ini juga aku tidak tahu kenapa mereka menyebut ibu seperti itu, aku ingin bertanya sama mama namun aku tak berani karena aku takut mendengar berita yang tidak baik tentang ibu.

__ADS_1


__ADS_2