
Tak terasa hari pernikahanku sudah di depan mata sekarang aku sedang di rias oleh temanku Mela. Aku tidak menyewa tukang rias aku hanya meminta temanku saja. Setelah selesai di risa aku menunggu kedatangan rombongan Anto dan tak lama aku mendengar Ranti memanggil ibu dan bapa kalau Anto sudah datang.
"Teteh tegang ya?" Tanya Tika karena aku ditemani Tika.
"Ya pasti lah Ti, orang mau menikah" Jawabku.
Aku tak pernah menyangka kalau aku akan menikah dalam waktu dekat ini dan aku menikah dengan laki-laki yang baru aku kenal kurang lebih sebulan ini. Padahal aku tak berniat menanggapi ucapannya apa lagi kalau dia lagi merayuku. Tapi sekarang aku menikah dengan nya dan aku tidak tahu keluarganya kecuali ibu nya kang Tio.
"Teh, teteh melamun ya?" Panggil Tika.
Aku langsung terperangah karena kaget.
"Eh Ti maaf aku lagi tidak fokus"
"Teteh mikirin apa?"
"Aku cuman tak menyangka saja kalau sebentar lagi aku akan jadi istri orang Ti"
"Oh, tapi apa teteh udah yakin dengan semua ini?"
"Maksud kamu?"
"Teteh kan dulu cuek banget sama Bang Anto tapi sekarang teteh menikah sama dia, apa teteh nggak di pelet?" Tanya nya.
Aku sampai tertawa mendengar ucapan Tika.
"Tika, Tika kamu ini pikirannya kemana saja" Uajrku.
"He… he… bukan gitu teh aneh saja" Jawabnya.
Tak lama ibu masuk dan menyuruhku keluar karena ijab kabulnya sudah beres. Aku keluar dengan di bantu mama dan Tika saat keluar aku melihat banyak orang dan saat melihat ke arah Anto aku di buat kaget karena rambut Anto di potong dan dia terlihat ganteng banget. Aku sampai kagum melihatnya.
"Silahkan duduk mempelai wanitanya" Titah penghulu dan aku duduk di sebelah Anto. Aku mengikuti rangkaian acara apa saja yang harus aku lakukan sampai akhirnya aku menandatangani sebuah buku Nikah. Setelah beres semua orang menyalami aku dan mengucapkan selamat.
"Zizah kamu cantik banget mbak sampai nggak kenal" Ucap mbak Rina.
Dia datang bersama suaminya.
"Mbak bisa aja"
"Aku kasih kamu libur satu minggu buat bulan madu biar kamu cepat ngasih adik buat Aurel" Ucapnya.
"Ih mbak ini"
Mbak Rina pun turun untuk makan dan aku langsung menyalami yang lain. Namun saat giliran Ranti dan Bagas. Aku melihat tatapan Bagas pada Anto sidik berbeda sebelum dia berkata "kamu kalau dilihat-lihat mirip sama CEO perusahan Prayoga grup"
__ADS_1
"Kamu kamu sayang, bos tempat kerja kamu?"
"Iya"
"Ah nggak mungkin dia kan cuman kerja di bengkel" Ucap Ranti.
Namun saat aku melirik ke arah Anto dia cuman diam saja merasa tak tersinggung malahan aku melihat dia menatap terus Bagas.
Acara pun selesai karena hanya acara sederhana jadi dzuhur pun sudah selesai. Aku pamit masuk kamar untuk melaksanakan shalat. Ku hapus riasan di wajahku dan ku ganti gaun pengantin ini dengan baju sederhana. Aku masuk kamar mandi untuk membersihkan badan dan berwudhu. Lalu aku melaksanakan shalat namun saat aku membuka mukena yang aku pakai untuk shalat aku kaget melihat Anto ada di kamar ku dan menatapku.
"Abang liatin apa?" Tanyaku.
"Em… Aku… " Ucapnya gugup namun tiba-tiba aku ingat kalau aku tidak pakai kerudung.
"Masa Allah aku lupa" Ujarku lalu ku tutup dengan mukena.
"Kenapa di halangi lagi kamu cantik dan sekarang kita sudah halal" Jawabnya.
Seketika aku jadi malu karena lupa kalau dia sekarang suamiku.
"Kamu kenapa nggak ngajak sholat berjamaah?"tanya nya.
" Aku… . "
"Maaf" Lirih ku.
"Ya sudah aku mandi lalu aku sholat" Ujarnya lalu masuk kamar mandi.
Aku langsung membereskan bekas sholatku lalauemtediakan untuknya. Setelah siap aku keluar untuk mengambil makan siang.
Malamnya setelah makan dan sholat aku langsung naik ke atas tempat tidur namun Anto berbeda dia malah duduk di kursi rias ku lalu berkata "aku tidak akan meminta hakku sekarang, aku ingin saat kamu memberikan kewajibanmu sebagai istri kamu sudah cinta sama aku karena aku tidak mau ada keterpaksaan"
Aku hanya diam menunduk tidak sanggup menatapnya.
"Kamu anggap saja aku menikahi karena ingin membantumu walau sebenarnya hatiku sangat mencintaimu dan sayang banget sama kamu,sekarang aku tidur dimana? Ucapnya.
" Abang tidur di sebelahku karena tidak mungkin abang tidur terpisah denganku"jawabku.
Lalu Anto berdiri dan naik ke tempat tidur lalu tidur di sebelahku dengan memunggungiku.
Tapi kok aku sakit ya melihat perlakuannya seperti itu. Namun karena tak mau mengambil pusing akhirnya aku pun langsung terlelap karena capek juga.
Paginya aku bangun lalu masuk kamar mandi dan saat aku keluar Anto pun sudah bangun lalu dia beranjak ke kamar mandi namun sebelum masuk kamar mandi dia berkata "tunggu aku sholatnya"
Aku pun menunggunya agar sholat berjamaah.
__ADS_1
Selesai sholat aku keluar untuk melakukan aktivitas pagiku yaitu mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah waktunya sarapan aku memanggil Anto. "Bang bangun kita sarapan dulu setelah sarapan bantuin bapak beresin bekas kemarin"ucapku.
Anto pun bangun dan langsung mencuci wajahnya. Kami pun sarapan dan selama sarapan aku tak henti melirik Ranti terus menatap Anto. Karena penasaran saat Ratih berangkat kerja aku mengikutinya.
"Ranti tunggu" Panggilku.
"Ada apa teh?" Jawabnya.
"Kamu kenapa dari tadi terus menatap Bang Anto?" Tanyaku.
"Oh itu, aku cuman bingung aja cowok ganteng kaya dia kok mau ya sama teteh" Ejeknya.
Namun aku tidak merasa sakit hati karena aku tahu dia bohong aku terus menatapnya.
"Bukan itu yang aku tunggu jawaban dari mu" Ucapku.
"Lalu apa?"
"Tentang ucapan Bagas kemarin kalau apa yang dia ucapkan itu benar tidak"
"Oh kalau itu teteh tanya langsung dama orang nya" ucapnya lalu pergi dari hadapanku.
aku pun masuk dan baru saja aku mau cuci piring tiba-tiba teh Melda datang lalu menghampiriku.
"kamu lagi apa?'
" nge DJ teh"ucap aku ambigu.
"kalau jawab tu yang benar" kesalnya.
"lagian teteh tahu sendiri dan liat sendiri akku sedang apa"
"suami mu mana teteh mau ngobrol dikit sama dia"
"tar aku panggilan dulu."
Anto dan teh melda pun berbicara dan aku melanjutkan mencuci piring. Setelah semuanya beres aku masuk kamar dan ganti baju, saat aku melihat tas Anto dan ingin membukanya.
"biar aku yang bereskan kamu istirahat saja" ujarnya.
"aku pun duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan Anto membereskan bajunya ke dalam lemari yang sudah aku siapkan.
" Nanti siang aku ke bengkel dulu kamu mau titip apa?"
"tidak usah makasih"
__ADS_1