Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Pernikahan bang Romi.


__ADS_3

Setelah pesanan dari koleganya Davin selesai kami tidak terlalu sibuk karena aku hanya membuat untuk pajangan di butik saja. Namun setelah satu minggu berlalu tiba-tiba aku kedatangan seorang wanita cantik tinggi dan berwajah bule. Kalau kata karyawan ku dia itu seorang model yang saat ini sedang naik daun dan dia bernama Verika. Saat dilayani oleh karyawan ku dia menanyakan aku dan aku pun menemuinya. 


"Ada apa ya mbak, bisa saya bantu?" Tanyaku saat menemuinya. 


Namun dia bukannya menjawab malah menatapku dari atas sampai bawah. 


"Maaf mbak" Ucapku Mencoba menyadarkan nya. 


"Saya ingin kamu membuat gaun pengantin seperti di gambar ini". Ucapnya sambil menunjukan gambar sebuah gaun pengantin yang menurutku sangat elegan. 


"Maaf mbak, kalau boleh saya tahu, kenapa mbak ingin saya membuat yang seperti ini?" Tanyaku karena aku sedikit takut kalau harus membuat sama persis dengan karya orang lain. 


"Saya suka sama modelnya tapi saya ingin kamu yang membuatnya" Jawabnya dengan angkuh. 


Aku baru melihatnya saja sudah tidak terlalu suka namun dia kan pembeli suka gak suka harus aku layani. 


"Sebaiknya mbak lain gambar lain saja punya ku siapa tahu mbak suka" Ucapku mencoba menawarinya. 


"Aku gak mau, aku cuman ingin seperti gambar ini" Kekeh Nya. 


"Baik mbak, mari kita ukur dulu"ucapku mencoba mengalah. 


Setelah semuanya selesai dia pun pergi dan tiba-tiba Dina menghampiriku. 


" Teh, teteh yakin mau buat yang seperti itu?"tanya nya. 


"Aku juga bingung Din, orang nya kekeh mau yang seperti ini" Jawabku. 


"Aku kok punya perasaan gak enak ya mbak" Ucapnya. 


"Sudah lah kita coba saja dulu" Putus ku. 


Dina pun kembali keluar dan aku mencoba menggambar pola dan gambarnya untuk di jahit. Namun saat menggambar aku punya ide modelnya sedikit berbeda dengan foto yang cewek tadi tunjukan. Saat aku asyik menggambar tiba-tiba Davin datang dan ngagetin aku dengan memelukku dari belakang. 

__ADS_1


"Masya allah bang, aku kaget lo" Ucapku saat berbalik. 


"Habis kamu gak dengar aku masuk" Ucapnya lalu mencium keningku. 


"Maaf mas aku lagi fokus membuat gambar" Jawabku. 


"Hana mana?" Tanya Davin. 


"Lagi tidur, dari tadi agak rewel" Beritahu ku. 


Davin pun masuk kamar melihat Hana tak lama dia keluar dengan menggendong Hana. 


"Kamu lanjutkan saja, aku mau ajak dia main" Ucapnya. Aku pun tersenyum. 


Saat sore kami pulang dan sesampainya dirumah ternyata ada tamu dan saat kami masuk ternyata bang Romi kakak ku. 


"Bang Romi" Ucapku saat melihatnya. 


Bang Romi pun bangun dan aku langsung menghampirinya mencium tangannya. 


"Baik, kalian gimana?" Jawabnya dan balik. Nanya. 


"Alhamdulillah baik bang"jawabku sambil duduk. 


Namun tiba-tiba mama mengambil alih Hana dari gendongan Davin dan membawanya ke dapur bersama pengasuhnya. Kami bertiga berbicara dan tujuan bang Romi kesini adalah ada beberapa hal yang dibicarakan dengan ku dan Davin. 


"Abang cuman ingin memberitahu kamu kalau abang akan menikah berapa hari lagi" Ucapnya. 


"Bagus dong bang, kalau abang mau nikah" Ucapku dengan tersenyum. 


"Abang terpaksa menikahi dia karena dia hamil anak abang" Ujarnya. 


Aku dan Davin saling lirik dan akhirnya abang menceritakan semuanya. Ada rasa penyesalan di wajahnya karena sudah berbuat seperti itu namun dia tidak bisa mengelak karena ini salah dia yang mabuk saat itu. 

__ADS_1


"Abang ajak dia temui aku, aku ingin tahu gadis itu" Ucapku. 


Abang pun mengangguk. Setelah cukup dia pamit pulang. 


Setelah abang pulang aku dan Davin bersih-bersih dulu setelah itu baru kami turun lagi untuk makan malam dan Hana dimandikan oleh pengasuhnya. Besoknya bang Romi membawa calon istrinya menemui ku di butik sesuai perjanjiannya. Aku pun berkenalan dengannya dia dan umurnya hanya berbeda dua tahun denganku. 


Berapa hari setelah kedatangan bang Romi kini aku dan Davin sedang menghadiri pernikahan bang Romi di rumahnya. Gadis yang dinikahi adalah anak dari sang sopir yang bekerja di rumahnya sebagai pembantu. Namun dari tatapan bang Romi sepertinya dia menyukai gadis itu. Setelah ijab kabul selesai dan semua tamu dipersilahkan makan aku pergi menghampiri gadis itu. 


"Permisi mbak" Ucapku saat di depannya. 


"Eh, siapa ya?" Tanya nya. 


"Aku adiknya bang Romi Azizah" Jawabku mengenalkan diri. 


"Oh, ayo duduk" Ucapnya. 


Aku pun duduk di sebelahnya dan berbicara sama dia kalau aku harap dia bisa Terima bang Romi dan mencintainya karena aku yakin kalau dia wanita baik-baik. 


"Aku akan berusaha mbak, karena pak Romi memang baik orangnya" Ucapnya dengan lembut. Saat melihat dia aku merasa melihat aku yang dulu saat baru bertemu dengan keluarga Davin. Setelah acara selesai kami pulang dan saat di jalan aku hanya diam sambil menggendong Hana. 


"Kamu kenapa diam saja sayang?" Tanya Davin. 


"Aku cuman sedih saja bang, ibu gak bisa hadir di acara pernikahan bang Romi karena pihak keluarga ayah bang Romi melarang ibu hadir" Jawabku. 


"Ya kamu harus memaklumi nya karena kamu tahu hubungan ibumu dengan keluarga dari ayah Abang mu tidak baik" Ucapnya dengan lembut. 


Bang Romi dan aku memang beda ayah, ibu dulu simpanan ayahnya bang Romi dan mereka menikah siri dan ibu punya anak yaitu bang Romi namun istri sahnya dari ayah bang Romi mengetahuinya dan dia marah besar namun karena dia tidak mempunyai anak, makan dia mau merawat bang Romi asalkan ibu meninggalkan suaminya. Kadang jika aku ingat itu semua aku ikut sakit namun karena itu salah ibu juga jadi aku tidak bisa menyalahkan keadaan. Tak terasa kami sudah sampai di rumah dan aku langsung masuk, namun saat aku sedang menidurkan Hana tiba-tiba ponselku berbunyi dan saat aku lihat ternyata dari Ratih adikku yang tinggal di bersama Ibu. Aku pun mengangkatnya dan dia marah karena mereka tidak diberitahu mengenai pernikahan bang Romi. Akhirnya aku pun menjelaskan dan alhamdulillah mereka bisa mengerti namun aku bisa melihat raut wajah ibu yang sepertinya sedih karena dia tahu banget alasan kenapa bang Romi tidak memberitahunya. "Ibu jangan sedih nanti aku kirimkan video saat bang Romi menikah, tadi aku sempat di video kan" Ucapku agar ibu bisa senang. 


"Iya makasih Za, nanti kamu kirim ke ponselnya Ratih ya" Jawab ibu dengan senyum yang menurutku dipaksakan. 


"Oya bu, minggu depan aku suruh bang Anti buat jemput ibu, karena nenek disini sakit, ibu mau kan jenguk nenek?" Tanyaku pada ibu saat ingat keadaan nenek. 


"Iya Za, nanti ibu ke sana" Jawab ibu. 

__ADS_1


Akhirnya telepon pun diakhiri dan aku langsung menutupnya.


__ADS_2