Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Bersama mama mertua dan kedua sahabatnya.


__ADS_3

Aku sudah siap dengan memakai gamis yang simpel dan kerudung pasmina. Kami langsung berangkat ke acara makan malam itu yang diadakan di sebuah restoran mewah. Kadang aku malu kalau harus menghadiri acara seperti ini namun mamanya Anto sudah menyiapkan baju untuk ku yang menurutnya pantas untuk menghadapi acara seperti ini. Saat masuk ternyata kami sudah ditunggu oleh kliennya Anto. 


"Malam bu, pak Wijaya" Ucap Anto sambil salaman. Aku hanya mengikutinya dan kami langsung duduk. Namun disana ada seorang gadis cantik dengan baju yang menurutku mewah banget bahkan gayanya modis. 


"Ini Azizah istri saya" Ucap Anto memperkenalkan ku. 


"Istri" Ucap gadis itu kaget. 


"Bukannya kamu belum menikah?" Tanya istrinya pak Wijaya. 


Anto cuman tersenyum lalu berkata "mungkin semua orang belum tahu kalau saya sudah menikah karena baru keluarga dan orang terdekat saja yang tahu kalau saya menikah, mungkin kedepannya akan diumumkan"


"Saya pikir kamu belum punya istri dan niat saya tadinya mau memperkenalkan kamu dengan anak saya Yunita" Ucap pak Wijaya. 


Hatiku sakit mendengar itu semua, jadi maksud mamanya Anto ingin mengadakan resepsi di Jakarta apa untuk ini. 


"Bulan depan kami akan mengadakan resepsi di Jakarta, sekarang masih persiapan" Ucap Anto. 


Ku lihat cewek itu langsung murung setelah mendengar itu semua. Kami pun makan dan aku tidak tahu apa yang Anto bicarakan sama pak Wijaya karena itu masalh kerjaan. Setelah selesai kami pulang dan saat di jalan Anto berkata "gimana sekarang apa kamu akan menolak acara yang akan mama adakan?"


Aku menunduk lalu menjawab "kalau acara itu untuk kebaikan pernikahan kita aku ikut saja"


"Kalau tidak diumumkan nanti akan banyak cewek yang deketin aku Za, kamu mau suamimu yang ganteng ini di rebut orang?"ucapnya dengan percaya diri. 


Aku hanya memutar bola mata malas. 


Anto malah tertawa dan mengusap pipiku. 


" Aku sayang kamu Za, karena cuman kamu cewek yang bisa buat aku tergila-gila"ucapnya.


"Iya, iya aku tahu" Jawabku. 


Kami pun sampai dan langsung istirahat. 


Berapa hari setelah acara makan malam itu tiba-tiba mamanya Anto datang ke apartemen kami bersama dengan sahabat-sahabatnya yaitu tante Nadia dan Tante Audy. 

__ADS_1


"Jadi ini anaknya si Amel cantik banget" Ucap tante Nadia. 


Aku cuman tersenyum. 


"Ya udah sekarang ajak dia bawa kita ke rumahnya Amel, gue kangen sama dia" Ucap tante Audy. 


"Sabar dulu napa kita kan baru sampai" Ucap mama. 


"Ya gue udah gak sabar" Ucap tante Nadia. 


Aku pun pergi ke dapur untuk membuatkan mereka minuman. Setelah selesai aku langsung membawanya dan memberikannya pada mereka. 


"Za, kamu harus bersyukur punya mertua seperti Naya, dia itu baik banget" Ucap tante Nadia. 


"Iya tante, mama memang baik, dia bahkan tiap bulan belikan aku baju mahal padahal beli di tanah abang aja aku pakai" Ucap ku namun membuat mereka tertawa dan aku bingung apa lucunya. 


"Za, kamu ini sekarang sudah jadi menantu dari keluarga Prayoga orang terpandang di negeri ini jadi kamu harus tampil mewah biar gak di rendahin"ucap tante Audy. 


Aku hanya menunduk, namun mama tiba-tiba mendekat dan berucap " Jangan dengerin mereka, kamu tampil senyaman kamu saja jangan terlalu di paksakan yang penting kamu nyaman sayang"


Aku pun mengangguk. 


Sesampainya di rumah ternyata ada kakak perempuan ku dan saat dia melihat tante Audy dia langsung terkejut karena tante Audy ini seorang model jadi wajar kalau teteh mengenalnya. 


"Za kamu kenal dia dimana?" Bisik teteh. 


"Mereka itu temannya ibu teh" Jawabku. 


"Masa sih?" Ucapnya tak percaya. 


"Teteh lihat saja mereka langsung akrab gitu" Tunjuk ku pada kumpulan wanita dewasa itu. 


Teteh pun akhirnya mengerti dan aku membawa barang yang di bawa mama mertuaku dan teman-temannya ke dapur. 


Aku membuat minuman buat mereka dan ternyata mereka malah membicarakan acara resepsiku yang nanti akan diadakan di Jakarta. 

__ADS_1


"Aku terserah Azizah saja karena ini buat dia" Ucap Ibu saat aku mendekat. 


"Mel, dia mirip lo waktu sekolah, bedanya cuman dia pakai jilbab"ucap tante Nadia. 


" Dia kan anakku ya wajar mirip"jawab Ibu. 


"Ya tetep aja lo lihat saja kakaknya gak terlalu mirip lo kok" Ucap tante Nadia gak mau kalah. 


Aku cuman tersenyum saja melihat mereka yang berdebat. 


Saat sore aku di jemput Anto dan aku pulang bersamanya kalau mama dan temannya mereka diantar sopir ke hotel mereka menginap. 


"Mama ngapain saja di rumah ibu?" Tanya Anto. 


"Ya mereka cuman mengobrol saja dan membicarakan acara kita nanti" Jawabku. 


"Oh, bapak gimana sudah baikan?" Tanya nya lagi. 


"Sudah sekarang dia sudah bisa jalan juga tidak lemas lagi" Jawabku. 


Sesampainya di apartemen kami langsung membersihkan badan setelah selesai aku menyiapkan makan malam untuk kami berdua. Makanannya kami beli di jalan saat pulang tadi. 


Selesai makan malam Anto membereskan pekerjaannya dan aku menemaninya sambil menonton televisi namun karena ngantuk aku malah ke tiduran di samping Anto.


Malamnya aku kebangun karena aku ingat sedang menemani Anto namun saat bangun aku sudah berada di tempat tidur dan Anto memelukku.


"ada apa?" tanya Anto saat merasakan aku bangun.


"tidak apa-apa, kamu tidur lagi aja" ucapku sambil kembali tidur.


Paginya saat aku bangun Anto sudah bangun duluan dan dia baru keluar kamar mandi dan langsung menyuruhku ke kamar mandi untuk wudhu agar sholat berjamaah.


siangnya aku diajak jalan oleh mama mertuaku dan kedua sahabatnya dan aku benar-benar tidak bisa mengikuti cara mereka berbelanja karena mereka hampir semua toko disini di masuki dan itu capek banget.


"Ma, akibat istirahat di sana ya?" ucapku sambil menu bukan sebuah restoran.

__ADS_1


"ya sudah kalau kamu tidak mau ikut kami dan capek, istirahat saja" jawab mama.


aku pun segera ke restoran itu dan memesan makanan dan minuman karena lapar dan haus juga. Saat aku sedang asyik makan tiba-tiba aku melihat Ratih adikku jalan sama seorang pria dan pria itu sepertinya aku kenal tapi siapa karena tidak jelas. Ratih dan cowok itu jalan ke restoran yang sama denganku dan saat jelas wajah pria itu membuat kau kaget "itu kan asistennya Anto" gumam ku.


__ADS_2