Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Kedatangan Bang Romi.


__ADS_3

Ibu masuk bersama Ratih dan langsung menghampiri ku. Karena melihat aku sudah sadar Ratih langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaanku. Setelah diperiksa aku pun bertanya pada ibu dan Ratih. 


"Aku kenapa bu?"


Ibu tidak langsung menjawab dia malah melirik ke arah Anto dan aku lihat Anto mengangguk. 


"Za, ibu mau tanya, kamu tau kalau kamu sedang hamil?" Tanya ibu. 


Aku pun menggelengkan kepala lalu ibu berkata lagi "kamu keguguran Za"


"Maksud ibu?" Tanyaku karena tidak mengerti. 


"Kamu kenapa bisa disini itu karena kamu keguguran sayang" Ucap ibu lagi dengan lembut. 


"Aku gak ngerasa hamil bu, tapi kenapa aku bisa keguguran" Lirih ku. 


"Kapan terakhir teteh datang bulan?" Tanya Ratih. 


"Aku lupa" Jawabku. 


Anto hanya diam saja entah apa yang ada dalam pikirannya. 


"Ya sudah yang penting sekarang kamu sehat dulu sayang, kasihan Hana" Ucap ibu. 


"Iya bu" Jawabku walau ada rasa sedih karena aku tidak bisa menjaganya dan bahkan aku tidak tahu kalau aku sedang hamil. 


Ibu dan Ratih pamit pulang karena sudah malam juga dan aku di temani Anto. Setelah ibu dan Ratih pulang tiba-tiba Anto berkata "aku minta maaf Za"


Aku menatapnya karena tidak mengerti. 


"Aku yang sudah buat kamu seperti ini, kalau saja aku tidak keras kepala dan mau mendengarkan penjelasan kamu mungkin semua ini tidak akan terjadi" Selanjutnya. 


"Bang, sesuatu yang terjadi pada kita pasti ada hikmahnya buktinya sekarang, aku mengalami keguguran dan kamu mau memaafkan aku dan kembali di sisiku" Ucapku lalu mengusap wajahnya. 


"Saat aku diberi tahu kalau kamu masuk rumah sakit, saat itu aku sedang bersama Hasan, dia menjelaskan semuanya padaku, alasan dia sering datang ke butik itu karena dia menyukai Dina"ucapnya dan aku tidak tahu tentang itu. 


" Hasan bilang begitu?"tanyaku.


"Iya, kamu tidak menceritakan kalau dia lagi mendekati Dina" Jawabnya. 

__ADS_1


"Aku gak tahu bang kalau Hasan suka sama Dina" Ucapku jujur. 


Akhirnya Anto menceritakan semuanya dan untuk kabar kalau dia akan dijodohkan, itu om Ilham yang membuatnya dan kalau masalah surat cerai dia tidak tahu menahu bahkan dia kaget kalau om dan opah nya melakukan itu. Dia juga memberitahuku kalau Hasan yang akan membantunya untuk masalah kantor. Namun ada syaratnya dia ingin aku membantunya untuk mendekatkan nya dengan Dina. 


Besoknya aku diperbolehkan pulang dan saat sampai rumah Hana sangat senang bertemu dengan papanya Dan dia langsung berlari memeluknya. Ada rasa bahagia karena akhirnya kami dipertemukan lagi setelah masalah yang menimpa kami ini. Aku langsung masuk kamar dan istirahat karena kondisiku masih lemas. Anto dan Hana mereka bermain di kamar dan aku rebahan melihat mereka bermain. Namun saat sore tiba-tiba bang Romi datang dan saat melihat Anto dia langsung memukul nya dan berkata "ngapain lo disini?"


"Bang" Panggil ku dan mencoba melepaskan tangannya dari kerahasiaan baju Anto. 


"Romi" Bentak bapak. 


Bang Romi pun melepaskan cengkramannya dari baju Anto. Kalau bapak sudah bicara semua orang pasti akan diam semuanya. 


"Kamu gak perlu ikut campur dalam urusan rumah tangga adikmu, karena kamu juga belum tentu lebih baik dari dia" Ucap bapak. 


"Aku tau pak, tapi yang membuat aku marah kenapa dia gak percaya sama Azizah istrinya sendiri" Ucap bang Romi. 


"Kamu pikirkan kalau kamu ada diposisi Anto bagaimana reaksimu?" Ucap bapak lagi. 


Bang Romi langsung diam dan menunduk. 


"Za, obati Anto, kamu Romi ada yang mau bicarakan sama kamu"ujar bapak. 


" Abang kenapa gak melawan? "Tanyaku.


" Aku salah Za, jadi aku Terima saja"jawabnya.


Tiba-tiba Ratih datang dan langsung berkata sambil duduk "tumben bapak mau bicara sama vang Romi, biasa kalau ada dia kesini bapak diam saja"


"Kamu ini Ra, datang-datang langsung berkicau" Ucapku. 


"Berkicauan memang aku burung apa" Kesalnya. 


"Ya habis kamu, datang-dagang ngomong gitu, ya aku mana tu" Ujarku. 


Ratih malah mencabikan bibirnya dan langsung main ponsel. 


Anto meliriknya lalu berkata "Ra, kamu suruh pacar kamu kesini"


"Maksud abang?" Tanya nya. 

__ADS_1


"Gak usah pura-pura gak ngerti, udah bilangin saja" Ucapnya lagi. 


Ratih cuman memutar bola mata malas. 


Aku cuman tersenyum melihat Ratih di kerjain Anto. 


"Sudah,  bentar lagi dia kesini" Ujarnya lalu pergi. Anto cuman tersenyum melihat Ratih pergi sambil cemberut. 


Yang dimaksud Anto adalah Dika sekretarisnya waktu disini, sekarang dia jadi sekretarisnya bang Aldi karena dia yang jadi atasan nya sekarang. Tak lama bapak dan bang Romi datang dari belakang lalu duduk bersama kami, ibu dari dapur membawa minuman dan makanan. Bapak memberitahu kami kalau akan menjual ladangnya karena ingin memperbaiki rumah dan biaya buat Ratih menikah. Alasan bapak menjual ladangnya karena dia tidak mau merepotkan Anto atau bang Romi apalagi keadaan Anto saat ini. Tapi Anto langsung melarang bapak untuk menjualnya karena kalau hanya untuk rumah dia masih bisa bantu, untuk biaya nikah Ratih nanti dia akan bicarakan dengan Dika selalu mempelai prianya. 


Sorenya Dika benar-benar datang dia langsung berbicara dengan Anto dan aku hanya di belakang bersama ibu dan Ratih untuk menyiapkan makan malam. 


"Za, ibu bangga sama kamu, kamu bisa melalui masalah ini dengan sabar" Ucap ibu. 


"Bu, Azizah sayang sama bang Anto dan Azizah gak mau kalau harus benar-benar pisah sama dia, walau dulu Za terpaksa nikah sama dia, tapi lambat laun Za sayang sama dia"ucapku.


" Teteh nyindir aku ya?"tanya Ratih. 


"Nyindir apaan?" Tanyaku balik. 


"Ya itu ngingetin kejadian dulu" Ucapnya. 


Aku dan ibu hanya tersenyum dan itu membuat Ratih marah. 


"Ya elah Ra, gitu saja kamu udah ke singgung, teteh gak bermaksud" Ujarku. 


Karena makanan sudah siap kami pun makan malam bersama tanpa bang Romi karena dia sudah pulang sore tadi. Aku langsung melayani Anto dan entah kenapa aku senang saja karena berapa bulan ini aku tidak melakukan ini karena dia sibuk. 


Saat akan tidur Anto berkata "Za, kita liburan berdua yu"


"Berdua, Hana gimana bang?" Tanyaku. 


"Hana titip ibu atau mama saja, aku ingin ngabisin waktu berdua sama kamu" Ujarnya sambil menatapku. 


"Sekarang aja berdua bang" Ucapku. 


"Ayolah Za, aku kangen kamu" Bujuknya. 


"Oke tapi nanti ya nunggu aku datang bulan lagi baru kita pergi" Ucapku. 

__ADS_1


Anti pun mengangguk lalu menciumku dan dia langsung tidur dengan memelukku. Aku kangen banget suasana seperti ini karena sejak perusahaan mengalami masalah Anto selalu sibuk dengan pekerjaannya. 


__ADS_2