
Karena usia kehamilan ku sudah meni jak empat bulan jadi mama mau mengadakan syukuran empat bulanan. Sekarang mama sibuk menyiapkan semua keperluannya, mulai dari makanan dan berapa orang yang akan di undang. Aku merasa semuanya sangat meriah padahal kalau di kampungku paling cuman mengadakan pengajian saja. Tapi disini lebih dari pengajian bahkan mama memberi anak yatim juga, maklum orang kaya. Setelah acara selesai aku langsung istirahat karena capek juga. Anto masuk dan langsung membangunkan aku karena aku belum melakukan sholat isya.
"Za, sayang bangun sholat dulu yu, baru nanti tidur lagi" Ucapnya dengan lembut.
Aku pun bangun dan langsung ke kamar mandi. Kalau dulu aku yang selalu mengingatkan Anto untuk sholat tapi sekarang malah ke balik. Setelah sholat aku langsung kembali ke tempat tidur masih dengan menggunakan mukena. Namun aku bisa merasakan Anto membukanya dan aku hanya diam saja.
"Tidur yang nyenyak ya sayang" Ucapnya lalu mencium keningku.
Walau hanya perhatian seperti itu bisa membuat aku senang, karena aku merasa ada seseorang yang memperhatikan aku.
Saat pagi hari aku tak sengaja melihat ponsel Anto yang menyala karena ada pesan masuk. Anto sedang di kamar mandi. Aku tak membukanya namun sekilas aku bisa membacanya dan isi nya masalah kerjaan dan ada sangkut pautnya dengan bang Romi kakak ku. Aku langsung merasa ada sesuatu yang terjadi. Anto pun keluar dari kamar mandi dan langsung memakai bajunya, karena penasaran akhirnya aku bertanya "abang lagi ada masalah ya di kantor?"
Anto langsing berbalik menatapku lalu berkata "tidak ada kenapa?"
"Tidak apa-apa, kalau abang ada masalh abang bisa cerita sama aku" Ucapku.
Aku terpaksa berbohong karena tidak mungkin aku mengatakan sebenarnya.
"Iya sayang"
Anto pun selesai dan sudah rapi kami turun dan Papa sudah ada di meja makan dan sudah rapi juga biasanya papa tidak serapi ini.
"Papa mau kemana?" Tanyaku.
"Mau ke kantor" Jawabnya.
Aku langsung berpikir pasti ada masalah karena papa tidak biasanya ke kantor kecuali ada hal penting.
Aku pun ikut sarapan bersama, setelah selesai Anto dan papa langsung berangkat. Karena penasaran akhirnya aku bertanya pada mama.,
"Ma, papa kenapa ke kantor, ada masalah ya?"
__ADS_1
"Mama juga tidak mengerti, cuma mama dengar sedang ada kesalah pahaman saja" Jawab mama.
Aku pun langsung memikirkan sesuatu karena aku takut terjadi hal yang tak diinginkan, apalagi kak Romi tidak datang saat acara syukuran kemarin. Perasaanku semakin tak karuan saat menjelang malam Anto belum pulang dan papa sudah, papa cuman bilang kalau Anto sedang bertemu klien. Aku makan malam bersama mama dan papa namun tiba-tiba gelas yang aku pegang jatuh begitu saja.
"Astaghfirullah" Ucapku.
"Hati-hati Za" Ucap mama sambil menghampiruku.
"Iya ma" Jawabku.
Setelah makan malam aku naik ke atas dan aku terus menunggu Anto sampai jam 10 dia belum pulang dan itu semakin membuat aku khawatir. Aku sampai ketiduran bahkan aku tidak tahu kapan Anto pulang. Karena saat pagi aku bangun dia sudah ada di sampingku. Aku bahagia karena khawatiran ku salah. Aku bangun dan langsung sholat, lalu aku membangun kan Anto untuk sholat juga. Setelah sholat akhirnya aku bertanya karena penasaran juga "bang aku boleh tanya sesuatu?"
"Mau tanya apa?" Jawabnya.
"Abang ada masalah apa sama bang Romi?" Tanya ku
Anto langsung kaget mendengar aku bertanya itu lalu dia menjawab "kamu tahu dari mana?, ada orang yang mengadu domba kan kami dan masalahnya sudah selesai"
"Aku sengaja tak memberitahumu karena aku takut kamu kepikiran"ucapnya sambil mengusap pipiku.
" Aku boleh bertemu bang Romi?"tanyaku sedikit takut.
"Ya boleh kenapa tidak, mau kapan?" Jawabnya.
"Nanti siang" Jawabku.
"Kamu di antar sopir saja ya, aku gak bisa nganter karena ada rapat setelah makan siang" Ucapnya.
"Iya aku tidak masalah"
Aku ingin bertemu sama bang Romi karena aku ingin tahu sebenarnya ada apa.
__ADS_1
Siang nya aku benar-benar dia antar sopir dan Anto bilang nanti pulang nya di jemput.
Aku datang ke kantornya bang Romi dan sesampainya di sana aku langsung langsung masuk ke ruangan bang Romi karena di luar tidak ada orang, namun saat masuk aku tak sengaja mendengar bang Romi menelepon seseorang dan dia mengatakan "aku tidak peduli meski dia suami dari adik ku aku cuman ingin melihat dia menderita karena telah mempermainkan aku, lagian aku sama dia beda ayah"
Hatiku sakit saat mendengar bang Romi berkata seperti itu, aku merasa dia tidak menghargai aku. Bang Romi langsung berbalik dan dia kaget melihat aku berdiri di hadapannya.
"Azizah" Ucapnya kaget.
"Abang tega sama aku, aku pikir selama ini abang sayang sama kami semua tapi ternyata abang gak pernah sayang, walau sebenarnya dari dulu abang tidak pernah menganggap kami ada" Ucapku sambil menangis.
"Za, dengerin dulu abang" Ucapnya namun aku langsung keluar begitu saja.
Aku langsung naik taksi setelah sampai lobi dan pulang. Aku tak peduli walau bang Romi terus mencoba menghubungiku. Sesampainya dirumah aku mengirim pesan pada Anto kalau aku sudah pulang karena bang Romi nya tidak ada. Aku menangis di kamar sampai aku ketiduran dan saat bangun Anto sudah pulang dan dia sangat khawatir dengan keadaanku.
"Kamu sudah bangun sayang?" Tanya nya.
Aku pun mengangguk lalu bangun dari tidurku.
"Abang kenapa sudah pulang?" Tanyaku karena ini baru jam tiga.
"Bang Romi menelponku dia bilang kamu marah sama dia" Jawabnya.
"Kenapa dia memberitahu abang?"tanyaku.
" Karena kamu salah paham sama dia, abang memang lagi ada masalah sama dan abang bilang kan itu cuman salah paham dan orang yang membuat abang dan bang Romi ada masalah ada suami dari adiknya bang Romi Vincent"ucapnya menceritakan semuanya.
Aku diam karena tidak mengerti.
"Vincent itu suaminya Maura adik tiri abang mu" Ucapnya.
Kalau Maura aku kenal karena dulu kami pernah bertemu. Sekarang kamu hubungi bang Romi dia mengkhawatirkan kamu. Aku pun mengangguk dan langsung men hubungi nya dan meminta maaf. Bang Romi lega karena aku sudah tidak marah lagi, aku tahu dia sangat sayang banget sama aku, dia lebih mementingkan kebahagiaanku dari pada dirinya sendiri. Bahkan sampai sekarang dia belum menikah karena ingin melihat aku bahagia dulu. Anto pun memberitahu semua masalahnya dengan bang Romi yang membuat mereka salah paham namun itu tak berlangsung lama karena bang Romi tidak percaya kalau Anto melakukan kecurangan.
__ADS_1