Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Akhir perjalanan.


__ADS_3

Aku memang tak bisa marah lama apa lagi pada orang-orang yang sangat aku sayangi makanya saat aku ada masalah lebih baik aku langsung perjelas dari pada di diamkan saja. Akhirnya semua warga kampung ku sudah tahu kalau suamiku Davin orang kaya bahkan tetanggaku banyak yang datang meminta kelurganya kerja di perusahaan. Sampai akhirnya aku harus kembali ke Jakarta karena Davin harus kembali kerja dan tugasnya di Bandung sudah selesai.


"Besok kita kembali ke Jakarta kamu gak masalahkan?" tanya nya saat aku sedang membereskan baju.


"Ya gak masalah aku kan harus ikut kemana saja suamiku pergi" jawabku.


"Makasih ya kamu udah mau tetap di sisi ku" ucapnya sambil memelukku dari belakang.


Aku hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaanku.


Aku terkadang sering berpikir wanita seperti ku bisa mendapatkan suami yang kaya dan dari kelurga yang baik yang tidak melihat status ekonomi aku. Walau ibu temannya mama tapi tetap saja kalau dari awal mereka melihat status ekonomi mereka pasti tidak akan Terima aku.


Besok paginya kami langsung berangkat agar sampai Jakarta tidak malam. Selama perjalanan Hana diam saja sepertinya dia enggan untuk pulang karena dia betah tinggal di sana.


"Sayang, nanti kalau liburan lagi kita ke rumah nenek lagi ya" ucapku membujuknya agar tidak sedih.


"Benar ya ma? " ucapnya.

__ADS_1


"Iya sayang" jawabku.


Akhirnya Hana pun sudah tidak sedih dia sudah cerewet seperti biasa. Kami sampai di Jakarta siang hari dan kami mampir dulu untuk makan siang sebelum ke rumah. Davin masuk ke sebuah restoran ayam kesukaan Hana.


Hana langsung turun dan lari ke dalam karena dia senang banget kalau makan ayam. Di dalam Hana diam sambil melihat ke arah kumpulan anak laki-laki.


"Ada apa sayang?" tanya ku.


Hana menunjuk pada sekumpulan anak-anak yang sedang makan. Saat aku lihat ternyata di sana ada Ali anak tetangga kami. Hana pun menghampirinya dan langsung memanggil Ali.


Semua anak melirik ke arah Hana yang berdiri tepat di belakang Ali.


"Hana" kaget Ali.


"Abang lagi ngapain di sini?" tanya nya.


"Abang lagi main sama temen-temen abang" jawab Ali.

__ADS_1


"Terus cewek itu kenapa deket abang?" tanya nya lagi.


"Dia teman abang Hana" jawab Ali.


Aku pun langsung mendekati Hana karena aku takut dia bikin kegaduhan.


"Hana sini sayang papa udah pesan makannya" ucapku memberitahu Hana.


"Tante" panggil Ali.


"Maaf ya Li Hana udah ganggu kamu, kamu lanjut saja Hana tante bawa dia mau makan juga" ucapku.


Ali pun mengangguk. Hana aku tarik ke tempat duduk kami dengan wajah murung. Aku pun mencoba memberi pengertian pada Hana namun Hana malah semakin marah. Akhirnya Davin membutakan Hana seperti itu karena nanti juga dia akan baik sendiri. Setelah makan kami pulang dan langsung istirahat. Malamnya semua keluarga Davin datang mulai dari mama, papa, om Ilham dan kelurga om Dimas dan keluarga. Ruang tamu ku penuh dengan keluarga besar Davin. Kadang aku merasa tak pantas bersama mereka namun mama selalu memberitahuku untuk tidak merasa minder. Namun aku bersyukur karena bisa berada dalam keluarga ini dengan orang-orang yang tidak membedakan status sosial padahal mereka orang-orang terpandang.


Kelurga itu nomor satu dan dukungan dari orang-orang terdekat kita sangat lah berarti.


***tamat***

__ADS_1


__ADS_2