
Setelah sholat berjamaah aku rebahan di kasur dan Anto duduk di sebelahku.
"Za, aku boleh tanya sesuatu?" Ucapnya sambil menatapku.
"Tanya aja bang, memang abang mau tanya apa?" Masih dengan posisi rebahan.
"Ratih sudah lama pacaran sama Bagas?" Tanya nya.
"Enam bulanan bang, kenapa?" Lalu aku bangun dari rebahan dan duduk menghadap Anto.
"Kamu bilang kan dia bekerja di kantor Prayoga grup sebagai manajer?"ucapnya.
" Iya, Ranti bilang sih begitu"jawabku.
"Apa sebaiknya Ratih atau bapak pastikan dulu takutnya dia bohong lo" Ujarnya.
"Aku nggak berani bang, takut nanti Ratih bilang aku iri karena dia dapet calon suami kerja di kantoran sedangkan abang kan cuman di bengkel" Ujarku dengan hati-hati karena takut Anto tersinggung. Tapi Anto hanya tersenyum lalu berkata "tapi kamu tidak nyesel kan sudah pilih aku jadi suami kamu?"
"Aku tidak akan menyesal bang karena ini sudah pilihan aku" Jawabku yakin.
"Kapan keluarga Bagas akan datang ke rumah?"
"Minggu depan bang"
"Jadi masih ada waktu" Ucapnya.
"Ada waktu apa bang?" Tanyaku karena penasaran.
"Oh tidak, rencana nya aku mau ke Jakarta beli stok barang buat di bengkel" Jawabnya.
"Oh kirain apa" Sambil beranjak dari tempat tidur.
"Mau kemana?" Tanya nya saat melihat aku pergi.
"Beli baso barusan aku dengar ada bunyinya, abang mau?" Tawarku.
"Boleh deh" Sambil mengikutiku.
Hari-hari ku selalu di rebutin sama Ratih dan teh Melda mereka suka membeda-bedakan Anto dan Bagas yang notabene Bagas masih calon belum jadi keluarga. Tapi aku diam kan saja karena aku tidak mau ribut. Hari ini aku mulai masuk kerja lagi setelah libur satu minggu dan hari ini juga Anto harus ke Jakarta beli barang buat stok di bengkel.
"Abang pergi sama siapa?" Tanyaku saat kami sedang bersiap.
"Sendiri karena Tyo harus jaga bengkel" Jawabnya sambil memasukan baju ke dalam tas.
"Em… kok bawa bajunya banyak? Memeng berapa hari?" Tanyaku karena ku lihat dia bawa baju banyak juga.
__ADS_1
"Aku pulang hari jumat, karena banyak yang harus aku beli, kamu tenang saja aku disana menginap di rumah teman ko" Ujarnya sambil menatapku.
Kami pun berangkat bareng karena aku akan kerja lagi di butik dan Anto ke bengkel. Setelah pamit Anto pergi ke bengkel dan langsung berangkat ke Jakarta.
"Assalamualaikum"saat pertama masuk.
" Waalaikumsalam"jawab semua orang.
"Teh Za akhirnya masuk juga aku kangen lo" Ujar Tika sambil memelukku.
"Aku juga kangen kerja lagi bosen di rumah terus" Kataku sambil melepaskan pelukan Tika.
"Za, kamu sudah masuk, memang Anto ijinin?" Tanya mbak Rina saat melihatku.
"Dia ngijinin ko mbak, dia sekarang berangkat ke Jakarta.
" Ke Jakarta?"tanya mbak Rina.
"Iya mbak, kenapa?"
"Nggak apa kok, cuman kaget saja pengantin baru sudah di tinggal saja" Sindirnya
"Ih mbak apaan sih" Ucapku sedikit malu juga.
Selama Anto pergi dia tidak pernah lupa mengirim pesan padaku dan memberi perhatian. Aku mulai sedikit ada rasa suka sama dia bahkan aku kangen deket dia walau kami sudah menikah satu minggu tapi kami masih seperti orang asing bahkan Anto belum menyentuhku sama sekali dia ingin membuat aku mencintainya seperti dia mencintaiku. Ada rasa kagum aku padanya karena dia bisa sabar untuk mendapatkan perhatian aku dan mau menunggu ku sampai aku bisa mencintainya. Lamunanku buyar saat mendengar pintu diketuk.
"Tok, tok, tok"
"Bentar" Jawabku sambil bangun dari rebahan.
Saat dibuka ternyata Irfan adik laki-laki ku.
"Ada apa Fan?" Tanyaku.
"Teh, teh di panggil ibu" Ucapnya.
"Oh, nanti teteh kesana" Jawabku lalu Irfan pergi dan aku mengambil kerudung dulu baru keluar. Saat aku samperin ibu ternyata disana sudah ada Ratih.
"Kamu kenapa nangis?" Tanyaku saat menghampiri mereka.
"Bagas Za" Ucap Ibu.
"Bagas kenapa bu?"
"Dia udah bohong sama Ratih, ternyata dia bukan manajer tapi OB" Ujar ibu dengan menatapku.
__ADS_1
"OB? Tapi kan selama ini dia selalu bawa mobil kalau nganterin kamu Ra" Ujarku sambil duduk di sebelah mereka.
"Iya teh, tadi aku dapat telepon dari perusahaan Prayoga grup untuk interview dan saat aku kesana aku lihat Bagas memakai seragam OB dan aku langsung minta penjelasannya ternyata benar dia cuman sekedar OB" Ceritanya yang membuat aku kaget dan aku langsung ingat pembicaraan Anto di telepon hari itu.
"Sekarang kamu gimana? Mau lanjut atau mau menerima dia apa adanya?" Tanyaku
"Aku tidak tahu teh"
Aku jadi kasihan juga sama Ratih kalau begini padahal selama ini dia sangat senang bisa punya pacar yang pakai mobil tapi ternyata dia malah di bohongi.
"Aku takut buat bilang sama bapak teh" Lirih nya.
"Biar nanti teteh yang bilang sama bapak, sekarang keputusanmu apa?"tanyaku agar pasti juga.
" Aku udah mutusin dia juga teh"
"Ya sudah kalau begitu berarti teteh udah tahu apa yang harus teteh bilang sama bapak" Ujarku sambil mengusap rambutnya.
"Aku minta maaf teh, karena sudah mendesak teteh buat cepat menikah" Lirihnya
"Nggak apa Ra, semuanya pasti ada hikmahnya juga jadi tak usah disesali" Kataku dengan lembut.
"Sekarang kamu istirahat dulu saja nanti teteh yang bicara sama bapak"
Ratih pun pergi istirahat sekarang tinggal aku dan ibu lalu ibu menatapku. Aku hanya tersenyum agar ibu bisa tenang karena aku tahu pasti ibu merasa bersalah sama aku karena menyuruh cepat-cepat menikah.
Tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada telepon masuk dan ternyata itu Anto.
"Bu aku ke kamar dulu ya, mau angkat telepon dari Anto" Pamitku.
"Ya Za, ibu juga mau masak dulu buat bapak" Ucap ibu dan aku pun pergi ke kamar dan langsung mengangkat teleponnya. Cukup lama aku berbicara sama Anto dan dia bilang dia akan pulang besok karena urusannya sudah selesai. Aku tak memberi tahu masalah Ratih mungkin nanti saja kalau dia sudah pulang. setelah selesai aku keluar kamar untuk berbicara sama bapak karena sepertinya dia sudah pulang. Tapi tiba-tiba Irfan memanggilku.
"Teh"
Aku pun meliriknya dan dia menyuruhku mendekat.
"ada apa?"tanya ku.
" teteh mau bicara sama bapak?"tanya nya.
"iya kenapa?"
"bapak sudah tahu teh, beberapa hari lalu aku lihat bapak sedang berbicara dengan kang Bagas dan bapak marah banget, sepertinya bapak bakal menyuruh teh Ratih batalin juga" ucapnya panjang lebar.
"Ya kalau sudah tahu kan tinggal memperjelas saja Fan"Ujarku.
__ADS_1