
Akhirnya setelah Hana pulang aku pun menepati janji ku untuk bertemu Aurel anak dari om Ilham. Saat ini aku sedang berada di sebuah kafe milik keluarga mama juga. Aku melihat Aurel sepertinya banyak yang dia pikirkan dan aku mencoba mencari cara bagaimana aku bicara sama dia. Namun belum sempat aku bicara Aurel sudah lebih dulu bicara.
"Kamu tahu kabar Tyo?"tanya nya.
" Bang Tyo, kemarin aku dengar dia lagi ada masalah sama bengkelnya tapi aku tidak tahu jelas juga"jawabku.
"itu ulah Ayah, karena ayah pikir kalau aku masih ada hubungan sama dia" Ucapnya dengan lirih.
"Aku boleh tanya?" Ucapku.
Aurel pun mengangguk.
"Kamu masih suka sama dia?" Tanyaku.
"Dia pria pertama yang aku suka dan cinta tidak mudah aku lupakan dia, karena dia yang bisa membuat aku berubah dari gadis manja menjadi mandiri" Jawabnya.
Aku menatapnya dan aku bisa merasakan ada kesedihan di wajahnya.
"Dia juga yang menyuruhku untuk mengikuti kemauan ayah dan mama agar aku mau dijodohkan, aku yakin dia juga menyesal setelah tahu apa yang aku alami sekarang." Ucapnya.
Aku terdiam karena aku pikir bang Tyo tidak tahu apa-apa. Apa ini juga alasan bang Tyo tidak mau menikah karena dia menunggu Aurel.
"Aku tahu kamu menemuiku ini pasti ayah yang suruh, maka dari itu aku akan ceritakan semuanya padamu" Lanjutnya.
"Tapi kalau kamu tidak nyaman, gak usah kamu ceritakan" Ucapku.
"Aku tidak masalah ko"ucapnya.
Aurel benar-benar ngeluarin semua unek-uneknya dan aku bisa melihat dia sedikit lega dengan apa yang sudah dikeluarkan dan ceritakan sama aku. Aku cuman bisa memberinya kekuatan agar dia bisa menjalani ini semua. Setelah cukup lama akhir ya kami pulang dan aku sudah bisa melihat senyum Aurel saat dia melihat tingkah Hana yang lucu. Sesampainya di rumah aku dan Aurel terkejut dengan kehadiran bang Tyo. Dia sedang berbicara dengan Anto, Anto tadi pagi cuman pamit ke kantor dan dia gak bilang kalau bang Tyo akan ke rumah. Aku pun menghampiri mereka dan Aurel mengikuti dari belakang. Aku menyapa bang Tyo dan Aurel hanya diam saja. Sampai akhirnya dia pamit masuk dan membawa Hana ke belakang. Sekarang tinggalah kami bertiga.
"Kami dari mana sama Aurel?" Tanya bang Anto.
__ADS_1
"Dari kafe om Dimas" Jawabku.
"Oh, tadi aku bertemu Tyo di jalan dan aku suruh dia mampir untuk bertemu Hana" Ucapnya.
"Oh, kalau gitu aku masuk dulu bang" Pamitku.
Aku pun langsung masuk dan di hadang Aurel di tangga.
"Kamu kenapa gak bilang kalau Tyo mau kesini" Ucapnya.
"Aku gak tahu dan bang Anto bilang kalau dia ketemu di jalan" Ucapku menjelaskan.
"Serius?"
"Aku gak bohong Aurel, aku saja kaget saat turun dari mobil." Ucapku.
Aurel pun langsung memberikan jalan untuk naik tangga namun aku ada niatan untuk ngerjain dia.
"Azizah, yang benar kamu" Teriaknya sambil mengejarku.
Aku pun langsung masuk kamar dan Aurel bisa mengejarku, saat dia dalam aurel bisa mengejarku dan kami akhirnya bercanda di kamar seperti anak kecil. Ternyata kelakuan kami ini gak luput dari perhatian om Ilham karena saat aku melihat ke arah pintu aku tak sengaja melihat om Ilham sedang melihat ke arah kami. Aku pun mulai berpikir kalau Tyo datang kesini juga ulahnya. Aku rasa dia mulai menyesal dengan apa yang sudah terjadi dama Aurel adalah gara-gara dia.
Akhirnya aku pun bertanya pada Aurel saat kami sedang rebahan.
"Kalau misalnya ayah kamu minta bang Tyo untuk mendekati kamu lagi gimana?" Tanyaku.
Aurel langsung melirikku dan berkata "gak mungkin, karena dari awal ayah tidak setuju aku dan Tyo" Jawabnya.
"Kalau ayahmu ingin memperbaiki kesalahannya yang telah membuat kamu seperti ini gimana dengan cara menyuruh bang Tyo menikahi kamu?" Tanyaku.
Aurel malah ketawa dan dia cuman berkata "gak mungkin Za, aku tahu siapa ayah, karena yang ada dalam pikirannya hanya kepentingan perusahaan bukan aku"ujarnya.
__ADS_1
" Kamu yakin? Mau taruhan gak?"tangtang ku dengan senyum miring.
Aurel terdiam dan berpikir. Aku pun bangkit karena harus mengurus Hana anakku. Saat aku keluar aku melihat om Ilham sedang berdiri lalu aku menghampirinya.
"Om sudah dengar sendiri kan, kalau Aurel hanya cinta sama bang Tyo tapi karena bang Tyo tidak mau Aurel jadi anak pbangkang jadi dia menyuruh Aurel untuk mengikuti mau om" Ucapku lalu pergi tanpa menunggu dia berkata. Sesampainya di bawah aku langsung mencari Hana karena ini sudah waktunya dia tidur siang. Ternyata Hana sedang bersama nenek nya di taman belakang.
"Sayang sedang apa?" Ucapku saat menghampiri Hana dan mama.
"Lagi main mama" Ucap mama.
"Mainnya sudah ya sayang, kita bobo dulu" Ucapku.
"Kamu bobo dulu ya sayang, nanti main lagi sama nenek" Ucap mama sambil mencium pipi Hana.
Aku pun membawa Hana ke kamarnya dan langsung membersihkannya lalu menidurkannya. Setelah Hana tidur aku keluar dan tak sengaja melihat Semua orang sedang berada di ruang keluarga termasuk Aurel dan bang Tyo. Aku tak berani menghampiri mereka jadi aku putuskan diam saja di kamar sambil membuat desain gaun. Cukup lama aku diam di kamar sampai akhirnya Anto datang dan langsung memelukku dari belakang.
"Bang aku kaget" Ucapku sambil menatapnya kesal.
"Kamu yang serius sampai gak dengar aku masuk" Ucapnya lalu duduk disebelah ku.
Dia pun menceritakan hasil barusan dan akhirnya Aurel mau menikah lagi dengan Tyo dan bang Tyo pun mau menerima keadaan Aurel saat ini karena dia masih sayang sama Aurel.
Karena Hana tidur akhirnya aku dan Anto ikut tidur di sebelahnya namun karena aku tidak bisa tidur aku bangun kembali dan keluar kamar dan saat di bawah aku tak sengaja bertemu dengan mama yang sepertinya dari dapur.
"Mama bangga sama kamu, karena akhirnya Aurel bisa bahagia dengan pilihannya" ucap mama.
"Aku gak lakukan apa-apa ma, aku cuman membantu mereka atas kemauan om itu saja" jawabku.
"Mama tahu tapi, mama gak percaya kalau Aurel akan terbuka sama kamu" lanjutnya.
aku pun tersenyum dan mama langsung pergi ke kamarnya dan aku pergi ke dapur untuk ngambil air.
__ADS_1
Ternyata mereka masih belum pulang dan sekarang mereka sedang ada di belakang rumah, aku melihat mereka malu-malu seperti baru kenal namun lucu juga aku melihatnya. Setelah selesai aku kembali ke kamar.