Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Kelahiran Hana.


__ADS_3

Selama di jalan aku diam saja bahkan aku tahu kalau Davin terus melirikku namun aku hanya diam. Akhirnya kami sampai dan aku masuk mengikuti Davin namun di ruang keluarga ada mama dan papa, mama langsung menghampiriku dan berkata "sayang kamu baik-baik saja kan? "


Aku hanya mengangguk, namun tiba-tiba papa berkata "kalau ada masalh itu bicarakan bukan malah kabur"


Aku langsung menunduk karena malu juga. 


"Papa" Tegur mama. 


"Ma, aku ajak Azizah masuk kamar dukungan ya untuk istirahat" Ucap Davin dan langsung menuntunku. 


Sesampainya di kamar Davin langsung menyuruhku duduk dan di berlutut di depan ku. 


"Aku minta maaf, aku tidak maksud bikin kamu cemburu dan marah" Ucapnya sambil menatapku. 


Aku bukannya menjawab malah menangis. 


"Za, jangan menangis dong, jangan buat aku makin bersalah" Ucap Davin. 


"Abang senang kan di peluk sama dia?" Tanya ku. 


"Ya nggak sayang, abang gak tahu kalau dia tiba-tiba peluk abang, karena saat itu abang sedang berdebat sama dia" Ucap Davin. 


"Kalau abang sedang berdebat kenapa dia peluk abang?" Tanya ku. 


"Aku juga gak tahu, mungkin dia mau bikin kamu marah sama abang" Jawabnya. 


"Tapi.. " Davin langsung menghentikan ucapanku. 


"Asal kamu tahu abang sayang kamu, abang gak akan pernah duain kamu" Janjinya. 


"Walau aku tak secantik dia?" Tanyaku. 


"Kamu tu cantik dengan persi kamu, bukan seperti orang lain karena belum tentu kamu cantik jika berpenampilan seperti Maura" Ucapnya. 


Aku pun berpikir dan langsung tersenyum. Setelah semuanya jelas kami pun tidur. Besoknya aku beraktivitas seperti biasa namun tiba-tiba aku merasa perutku sakit. Aku pun diam merasakan sakit di perutku. 

__ADS_1


"Ya allah kenapa sakit banget " Gumamku. 


Aku pun mencoba berjalan ke kamar namun belum sempat ke kamar perut ku semakin saku. 


"Masya Allah" Gumamku sambil duduk di dekat tangga. 


Tiba-tiba bibi datang dan langsung berteriak. 


"Aduh neng kenapa?" 


"BI perutku sakit" Jawabku. 


Bibi langsung melihat ke bawah dan dia langsung memanggil mama dan tak lama mama datang. Ternyata air ketuban nya sudah pecah karena di tempat dudukku basah. Aku pun dibawa ke rumah sakit dan melakukan pertolongan dengan segera melakukan operasi. Aku sudah tak tahu lagi apa yang terjadi karena saat aku bangun aku sudah tak merasakan sakit lagi namun aku haus banget dan hanya diberi sedikit dan itu membuat aku kesal. 


"Aku dimana?" Tanyaku. 


"Kamu di rumah sakit sayang" Jawab Anto atau Davin. 


"Aku kenapa?" Tanyaku lagi. 


"Kamu baru saja lahiran sayang, anak kita wanita, kamu mau beri nama apandia?" Tanya nya. 


Anto pun mengangguk. Namun bayinya harus mendapatkan perawatan khusus karena lahir nya belum waktunya. Karena kondisiku belum baik jadi aku pun belum bisa melihat keadaan anakku. Aku hanya baru bisa melihat dari foto saja yang dari ponsel Anto. Setelah berapa hari baru aku bisa melihatnya dan kondisi anakku sudah mulai membaik walau masih dalam inkubator. 


"Bang dia cantik ya seperti abang ganteng" Ucapku. 


"Kalau cantik ya seperti kamu" Ucap Anto. 


Aku pun kembali ke ruangan ku dan kembali istirahat. Namun disini yang paling senang dengan kehadiran anakku adalah mama karena dia yang selama ini pengen banget aku cepat punya anak. Namun hari ini aku di buat kaget dengan kedatangan tante Audy dan anaknya Maura. 


"Hallo Za, gimana keadaan kamu?" Tanya nya. 


"Baik tante" Jawabku namun aku melihat Maura hanya diam saja sepertinya dia terpaksa datang kesini. 


"Ra, cepatan kamu minta maaf sama Aziza! " Titah tante Audy.

__ADS_1


Maura pun mendekat ke arahku lalu berkata "Za, aku minta maaf ya atas kejadian berapa hari lalu, aku udah buat kamu cemburu"


Aku pun tersenyum lalu berkata "iya aku maafin kok"


"Makasih ya udah maafin aku, aku tidak akan lakukan itu lagi, kemarin aku hanya ngerjain kamu saja karena sebenarnya aku tidak ada perasaan apa-apa sama Davin karena aku juga sudah punya cowok" Ucapnya. 


Aku pun mengangguk. 


Akhirnya aku dan anakku sudah diizinkan pulang karena dia sudah sehat. Aku di buat terkejut saat sampai rumah karena ternyata mama mbuat acara penyambutan aku dan anakku yang diberi nama Hanan Aulia Azahra Prayoga. Semua keluarga besar dari mama hadir bahkan om Ilham yang selama ini aku kenal sanggar dia juga hadir. 


"Selamat datang sayang" Ucap mama sambil menggendong Hana anakku. 


Mama langsung membawa Hana ke depan semua keluarga besar. Ada rasa bahagia dalam diriku karena aku yang dulunya bukan siapa-siapa tapi bisa di Terima di keluarga suamiku yang terkenal kaya. Namun kadang ada yang membuat aku tak nyaman jika harus berkumpul dengan keluarga Davin karena mereka yang selalu tampil modis dan aku hanya berpenampilan sederhana dengan jilbab yang menurutku nyaman. Kadang aku suka diberi baju-baju yang menurut mereka cocok untuk aku yang merupakan istri dari seorang pengusaha. 


"Za, kamu melamun?" Tanya tante Mila istri dari kakak mamanya Davin. 


"Eh tante, nggak ko cuman senang saja lihat mama bahagia seperti itu" Jawabku berbohong. 


"Mama mertuamu itu dia pengen banget cepat punya cucu karena temannya Nadia sudah punya cucu, jadi dia ngebet banget sampai-sampai Davin akan di jodohkan karena takut dia gak suka cewek" Ujarnya. Setelah acara selesai aku masuk kamar bersama anakku karena aku merasa lelah bahkan Hana sudah rewel. 


"Kamu istirahat saja aku mau mengerjakan sesuatu dulu" Ucap Davin setelah mengantarkan aku ke kamar. 


"Iya bang" Jawabku. 


Aku pun langsung merebahkan tubuhku yang lelah ini karena selama di rumah sakit aku kurang tidur. 


Namun saat aku bangun ternyata Davin belum kembali dan aku pun mencoba mencarinya dan saat di ruang kerja aku tak sengaja mendengar percakapan yang membuat aku sakit hati.


"Vin, jujur opa gak pernah habis pikir kenapa kamu harus mendapatkan wanita yang statusnya tidak sama dengan kita?"


"Karena dia wanita yang Davin cinta Opa" ucap Davin.


"Cinta kamu bilang? apa kamu yakin dia mencintai kamu, dengan mendengar cerita kamu saja opa gak yakin kalau dia benar-benar cinta sama kamu, bisa saja dia hanya ingin hidup enak" ucapnya lagi.


Aku langsung berbalik namun ternyata ada nenek.

__ADS_1


"Kamu jangan ambil hati ucapan Opa, dulu juga nenek pernah di posisi kamu tapi kalau kita menu bukan kalau kita benar-benar tulus cinta sama pasangan kita Opa pasti akan luntur, dia hanya kecewa karena Davin menikah tanpa kehadirannya" ucap Nenek.


Aku hanya mengangguk.


__ADS_2