Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Acara syukuran.


__ADS_3

Setelah pembicaraan ku dengan mama dan papa malam itu aku semakin semangat dan hari ini hari pertama memulai proses pembuatan baju. Aku saat ini sedang berdiskusi dengan para pemain ku karena aku akan membuat baju hanya nominal sedikit karena nantinya kita akan membuat baju pengantin sesuai pesanan. Pekerjaku tidak banyak untuk saat ini hanya lima orang tukang jahit dan 3 orang yang memotong kain dan itu masih aku awasi. Aku mengawasi mereka sambil membawa Hana, walau Hana sudah punya pengasuh tapi aku tetep di bawah pengawasan ku karena aku membutuhkan orang untuk menjaga Hana jika aku sedang benar-benar sibuk. Baju pertamaku sudah jadi dan alhamdulillah sama persis dengan gambar. 


Hari ini aku berhasil membuat sepuluh pcs baju untuk nanti aku pajang di patung dan disimpan di etalase toko. Karena hari sudah sore semua pekerja pulang dan aku sedang menunggu Anto menjemputku. 


"Mbak, aku suka deh sama baju yang itu" Ucap pengasuh Hana. 


"Kenapa suka yang itu?" Tanyaku 


"Simple mba, sederhana jadi cocok buat orang-orang kecil seperti ku" Jawabnya. 


"Nanti deh kalau kamu nikah mbak buatin buat kamu" Ucapku sambil tersenyum. 


"Makasih banget lo mbak sebelumnya" Ucapnya. 


Aku pun hanya tersenyum. Kami sambil menunggu Anto sambil ngobrol dan tak lama Anto datang. 


"Maaf sayang aku telat, jalannya macet" Ucapnya setelah menghampiriku. 


"Tidak apa bang" Jawabku setelah mencium tangannya. 


Kami pun pulang, sebenarnya aku bisa saja pulang dengan naik taksi namun Anto melarang jadi aku harus nunggu dia jemput dulu. Sesampainya di rumah kami bersih-bersih lalu kami makan malam. Aku masih tinggal bersama orang tuanya Anto karena mereka tidak mau kalau kami pindah rumah karena akan sepi. Mama selalu menyuruhku makan duluan biar Hana dia yang pegang. Aku senang punya mertua yang baik dan pengertian seperti nya. 


Setelah berapa hari persiapan butikku beres akhirnya hari ini butikku pertama buka dan kami mengadakan syukuran dengan membagikan makanan kepada orang yang lewat atau orang yang di sekitar. Saat pembukaan Anto mengundang semua sahabatnya dan hari ini juga aku pertama kali melihat istrinya mas Arga dia cantik dan sederhana. 


"Hai mbak" Sapa ku. 


"Hai" Balasnya. 


"Mbak istrinya mas Arga ya?" Tanyaku. 


"Iya, kamu Azizah istrinya Davin?" Jawabnya. 


"Iya mbak, mbak kenapa diam saja disini kenapa gak ikut disana" Ucapku sambil menunjuk Arga. 

__ADS_1


Dia hanya tersenyum dan sepertinya dia sedikit risih dengan yang lain. 


"Udah ayo sama saya, jangan disini sendirian" Ucapku dan mengajaknya bergabung dengan suaminya. 


Dia pun akhirnya mau dan aku menyuruhnya duduk di sebelah Arga. Semua orang menatap ke arahku namun tak aku hiraukan. Aku pun duduk di sebelah Davin. 


Setelah acara syukuran itu semua tamu sudah pulang tinggal keluarga saja. Saat aku sedang membantu membereskan bekas makan tiba-tiba temannya nenek Naira menghampiriku dan berkata "aku salut sama kamu,gadis kampung seperti kamu bisa menghasilkan karya sebagus itu" Sambil menunjuk kebaya yang ada di patung. Namun aku tidak mengerti maksudnya apa dia itu menghina atau memuji ku jadi aku hanya tersenyum saja. Lalu dia langsung pergi begitu saja dan aku hanya menatapnya. 


"Kamu lihatin apa?" Tanya mbak Rina sambil menepuk pundakku. 


"Eh mbak ngagetin saja" Ucapku. 


"Ya lagian kamu malah bengong" Ujarnya. 


"Mbak tau gak orang itu" Ucapku sambil menu bukan wanita tadi. 


"Oh itu oma Ayu sahabatnya nenek" Jawabnya. 


"Orangnya nakutin ya mbak" Ucapku. 


Aku hanya membuang nafas saja. 


"Udah ah mbak mau ke kamar mandi" Ucapnya lalu pergi dan aku langsung melanjutkan pekerjaanku. 


Banyak yang belum aku ketahui tentang suamiku karena aku baru tahu kalau dia anak dari orang kaya itu saja. Bahkan semua keluarganya belum aku kenal semua dan sepertinya memang keluarga besar dan aku akan sulit menghafal. 


Setelah seharian di Toko kami pulang dan sampai rumah aku langsung rebahan dan Hana aku titipkan sama pengasuhnya dulu karena aku ingin bersih-bersih dahulu. Setelah beres aku baru mengurus Hana dan usia Hana saat ini sudah tiga bulan. Setelah beres mengurus Hana baru aku tiduran bersama Hana dan setelah Hana tidur baru aku turun untuk makan. Saat di ruang makan aku bertemu sama nenek Naira. 


"Za, kenapa baru turun?" Tanya nya. 


"Tadi nidurin dukungan Hana nek" Jawabku sambil duduk. 


"Vin kenapa kamu gak bawakan dia makan ke atas, kamu malah makan sendiri" Ucapnya pada Davin. 

__ADS_1


"Azizah nya gak mau nek, udah aku tawarin juga" Jawabnya. 


"Gak apa-apa nek, aku makan disini saja" Ucapku agar Davin tidak kena omel. 


Aku pun makan di temani Davin walau dia hanya temani saja. 


Usaha butikku sudah mulai ada pelanggan dan mereka semua merasa puas dengan hasil karyaku. Seperti hari ini aku kedatangan koleganya Davin yang akan menikahkan anaknya dan dia mau aku yang membuat gaun pengantinnya sesuai keinginannya. 


"Kamu yakin bisa sayang?" Tanya Davin saat aku sedang menggambar. 


"Aku coba dulu saja bang, kalau dia tidak suka berarti bukan rezekiku bang" Jawabku. 


"Abang bangga sama kamu, kamu selalu sabar"ucapnya.


Aku hanya tersenyum lalu melanjutkan kerjaanku. Aku sengaja membuatnya lebih cepat agar kalau dia tidak suka dia bisa cari orang lain untuk membuatnya. Aku tidak hanya membuat buat pengantin saja tapi untuk acara pesta atau bridesmaid nya pun aku buat.


Setelah jadi aku langsung menghubungi orangnya untuk mencoba dan melihat apa dia suka atau tidak. 


"Siang mbak" Sapa ku. 


"Siang" Balasnya. 


"Mbak yang mau coba gaun pengantin itu ya?" Tanyaku. 


"Iya" Jawabnya. 


"Mari mbak ikut saya" Ajak ku dan saat sampai dalam aku langsung menunjukan gaunnya dan dia langsung menyukainya dan saat dicoba ternyata pas banget dengan tubuhnya dan dia sangat puas dengan hasilnya. 


"Mbak kok bisa cepat membuatnya, baru seminggu lo" Ucapnya. 


"Aku sengaja karena jika anda tidak puas anda masih ada waktu buat cari tempat lain" Ujar ku. 


"Aku puas ko dengan hasilnya".ucapnya.

__ADS_1


Setelah itu dia pamit pulang dan sekarang tinggal membuat buat Bridesmaids nya. Karena pekerjaanku selesai aku sekarang bisa santai dan menghabiskan waktu untuk menemani Hana bermain. Aku pun mengajak Hana ke rumah nenek buyut nya sekalian menengoknya karena aku dengar dia sakit, aku sudah minta izin sama Davin jadi aku naik taksi saja nanti pulang nya baru dia yang jemput.


__ADS_2