Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Persiapan acara resepsi.


__ADS_3

Aku pun langsung menghampiri Ratih dan asistennya Anto. Aku langsung menepuk pundak Ratih. Ratih pun berbalik "teteh" Ucapnya kaget. 


"Bu Azizah" Ucap Asistennya Anto. 


"Kalian ngapain di sini?" Tanyaku. 


"Aku lagi makan siang teh, kami habis ketemu klien" Ucap Ratih. 


"Kamu jangan bohong deh Ra, teteh lihat kalian tadi pegangan tangan" Ujarku. 


Ratih dan cowok itu saling lirik lalu Ratih berkata "teteh bisa ikut Ratih bentar"


Ratih membawaku sedikit jauh dari cowok itu. 


"Teteh bisa gak, jangan bilang semua ini sama bang Anto" Ucapnya. 


"Kenapa?" Tanyaku heran. 


"Andika takut kalau bang Anto tahu dia akan marah" Ucapnya. 


"Ngapain marah, kalau kamu sama dia sama-sama suka kenapa harus takut, kecuali kalian ada yang di sembunyikan" Ucapku. 


"Tapi teh, di kantor jangan ada yang pacaran karena ada peraturannya" Ucapnya. 


"Ya sudah nanti teteh coba tanya bang Anto" Ucapku. 


"Makasih teh"


Aku ou  kembali ke meja untuk memakan makanan ku dan tak lama mama dan para sahabatnya sudah kembali dan kami pulang. 


Sesampai nya di rumah aku langsung masak untuk Anto. Setelah Anto pulang kami makan dan setelah makan aku mengajak Anto berbicara dan menanyakan yang di bilang Ratih. 


"Bang, memang di kantor ada peraturan larangan pacaran sesama karyawan ya?" Tanyaku. 


"Siapa bilang?" Anto balik Nanya. 


"Ratih" Jawabku. 

__ADS_1


"Gak ada kok, kamu lihat Ratih jalan sama Andika?" Tanya nya. 


"Eh kok tahu?" Tanya ku. 


"Kamu lupa kalau kamu ini ada yang jaga dan akan ada yang lapor sama aku, jadi aku tahu tadi kamu ngapain saja" Ucapnya. 


"Terus sekarang gimana?" Tanyaku. 


"Ya sudah biarkan saja mereka jalani kita cuman bisa awasi saja" Ucapnya. 


Akhirnya aku bisa lega karena Anto tidak marah masalh itu. 


Acara resepsi pernikahanku dengan Anto tinggal dia minggu lagi dan kami akan berangkat ke Jakarta satu minggu sebelumnya. Aku merasa belum siap memperkenalkan jati diriku sebagai istri dari Davin julianto Prayoga seorang pewaris perusahaan Prayoga grup. 


Tak terasa waktu begitu cepat pagi ini aku dan Anto akan berangkat ke Jakarta untuk acara itu. Sampai nya di Jakarta aku di sambut oleh keluarga besar Anto mulai dari nenek dan om tantenya semuanya sudah ada di rumah Anto. Aku langsung di suruh mencoba baju pengantinnya yang sudah mereka siapkan. Namun entah kenapa ada seorang wanita paruh baya yang menatapku dengan tatapan tak suka. Namun aku tidak menghiraukannya karena aku disibukan oleh para gadis yang ingin mengenalku. Saat selesai makan malam tiba-tiba Amel mengajakku bicara di belakang rumah. 


"Ada apa mbak?" Tanyaku 


"Kalian mengundang Tyo gak?" Tanya nya. 


"Iya pasti, memang kenapa?"tanyaku.


Aku hanya mengusap bahu nya agar dia sabar. 


"Andai saja aku dan dia seperti kamu dan Davin mungkin sekarang aku sudah bahagia."


Ucapnya. 


"Kamu sabar saja kalau kalian berjodoh pasti akan ada jalan terbaik" Ucapku. 


Setelah puasa bicara dengan Amel aku tidur dan ternyata Anto sudah ada di kamar. 


"Kamu bicara apa sama Amel?" Tanya nya saat aku naik ke atas tempat tidur. 


"Dia menanyakan kang Tyo" Jawabku. 


"Oh, ayo tidur, besok kamu sama mama kan mau menemui orang tua dari ibu kamu" Ucapnya. 

__ADS_1


Aku pun hanya mengangguk lalu tidur di pelukannya. Paginya kami sarapan dan setelah sarapan Anto dan Papa pergi ke kantor sedangkan aku membantu bibi membereskan bekas sarapan, walau bibi melarang ku namun aku tak mendengarkannya. Tak lama mama datang dan langsung menyuruhku bersiap untuk bertemu nenek dan kakek dari ibu. Setelah siap aku langsung g turun dan mama langsung mengajak pergi. Tak butuh lama dari rumah mama untuk menuju rumah nenek karena hanya butuh waktu setengah jam juga sudah sampai. Kami masuk dan mengetik pintu dan yang membukanya seorang wanita paruh baya yang masih segar lalu dia memeluk mama dan aku hanya mencium tangannya. 


"Ayo masuk" Ucapnya mempersilahkan kami masuk. 


Saat masuk yang pertama aku lihat adalah foto keluarga dan disana terlihat jelas foto ibu yang masih remaja. 


"Tante saya kemari mau menepati janjiku dulu untuk mempertemukan tante dengan cucu tante anaknya Amelia." Ucap mama. 


"Sekarang mana anaknya?" Tanya nya. 


"Ini tante, dia bernama Azizah" Ucap mama memperkenalkan aku. 


Wanita itu menatapku cukup lama lalu memelukku dan menangis. 


"Maafkan nenek karena telah menelantarkan kakian" Ucapnya. 


Aku hanya bisa membalas pelukannya saja. Setelah cukup lama nenek terus menatapku karena dia sepertinya kangen banget sama mama. 


"Tante ini surat undangan untuk acara resepsi pernikahan Zizah sama Davin." Ucap mama sambil menyerahkan surat undangannya dan baju untuk mereka pakai saat acara nanti. Setelah dari rumah nenek kami langsung berbelanja makanan karena mama bilang stok di rumah habis. Namun entah kenapa saat di area daging tiba-tiba aku merasakan mual. 


"Ma aku permisi ke toilet dulu ya" Pamit ku. 


"Iya sayang" Jawab mama. 


Aku langsung g lari ke dalam toilet dan memuntahkan isi perutku. Setelah merasa baikan aku langsung kembali bersama mama. Setelah selesai berbelanja kami pulang dan sesampainya si rumah aku langsung g pergi ke kamar dan tiduran karena tubuhku lemas sekali. Aku ketiduran dan saat bangun Anto sudah ada di sampingku. 


"Bang, udah pulang?" Tanyaku. 


"Iya sayang, kamu mandi dulu gih nanti kita turun untuk makan" Ucapnya 


Aku pun langsung masuk kamar mandi, setelah selesai aku langsung g turun bersamaan Anto dan ternyata semua anggota keluarga sudah ada di tempat makan. selama makan aku hanya diam karena entah kenapa perutku tidka mau di isi makanan. Mama melihat gerak gerik ku lalu bertanya "kamu kenapa Za?"


aku hanya menggelengkan kepala karena tidak mau mereka tahu ko di siku saat ini. setelah makan aku langsung masuk kamar mandi dan memuntahkan semuanya. Beruntungnya Anto tidak ikut ke kamar jadi aku bisa urus sendiri. aku pun rebahan lagi dan karena lemas aku mengantuk cuman karena Anto belum masuk jadi aku tahan dulu. tak lama Anto masuk dan langsung naik ke tempat tidur dan aku langsing memeluknya.


paginya aki bangun dan hari ini aku sama mama mau lihat tempat acara itu di laksanakan. Sesampainya di hotel u tuk acara kami aku di buat kagum dengan bangunan hotel ini dan yang menyarankan untuk disini adalah Rival sahabatnya Anto karena dia pemilik hotel ini.


"gimana bu, apa ada ya g mau di rubah?" tanya pelayan itu.

__ADS_1


"Tidak usah i i juga sudah sangat bagus. jawbaku.


__ADS_2