
Setahu kondisi Azizah aku pun pergi dari tempat ini karena percuma aku disini karena semua orang menyalahkanku. Aku pulang ke apartemen dengan hati gelisah karena istriku saat ini terbaring lemah di sana. Tiba-tiba bel apartemenku berbunyi dan aku pun segera membukanya dan ternyata itu Adik ku Clara.
"Abang kenapa? " Tanya nya
Aku tak menjawab dan langsung masuk kamar lagi. Clara pun mengikutiku.
"Bang lo kenapa sih, gue tanya bukannya jawab malah diam"omelnya.
" Istri gue keguguran Ra"jawabku.
"Kok bisa?" Sahutnya.
Aku tidak menjawab lagi pertanyaannya karena males juga. Clara pun pergi keluar dan sekarang aku hanya menangis.
"Siapa orang yang membuat berita itu, itu foto satu tahun lalu" Pikirku.
Aku pun segera mengambil ponsel dan menghubungi salah satu temanku untuk memintanya bantuan agar mencari tahu siapa yang menyebarkan berita itu. Setelah menghubunginya aku langsung bangun dan mengambil kunci mobil. Saat di luar aku melihat Clara sedang duduk manis.
"Abang mau kemana?" Tanya nya.
"Gue pergi dulu, lo tunggu sini" Ucapku lalu aku pergi.
Aku pergi ke sebuah markas teman-temanku. Aku datang kesini untuk meminta bantuan mereka untuk mencari tahu informasi tentang Andini mantan pacarku. Setelah satu jam aku mendapatkan pesan dari temanku yang mencari tahu berita itu dan ternyata orang yang menyebarkan berita itu adalah Andini sendiri.
Paginya aku pergi ke kantor karena hari ini ada rapat yang akan di hadiri oleh papa jadi aku harus hadir. Setelah rapat papa memintaku untuk datang ke ruangannya. Aku pun masuk dan ternyata papa sudah mengetahui kalau kakak dari Azizah adalah Romi Wijaya seorang pengusaha yang terkenal kejam. Papa minta sama aku agar segera membereskan masalah ku dan Azizah. Akhirnya saat makan siang aku mencoba datang ke rumah sakit lagi dan ternyata disana cuman ada ibunya Azizah dan dia pun mengizinkan aku masuk. Aku masuk dan aku lihat Azizah sedang tertidur.
"Za, aku minta maaf akhir-akhir ini aku buat kamu menderita, masalah berita itu aku tidak melakukannya karena itu foto setahun yang lalu sebelum aku mengenalmu, itu pun kami tidak melakukan apa-apa, kami hanya menghadiri acara pernikahan" Ucapku.
__ADS_1
Aku terus menunduk dan tak sadar kalau Azizah sudah bangun.
"Bang" Panggilnya.
Aku pun segera mengangkat kepalaku dan berkata "iya Za"
"Abang bisa kan mulai sekarang jujur sama aku, jangan sampai kejadian ini terjadi lagi, jujur aku merasa tidak mengenal sama sekali suamiku" Lirih nya.
"Aku janji akan cerita dan jujur sama kamu, aku juga akan menjawab semua yang ingin kamu ketahui" Ucapku.
"Aku sudah minta kak Romi untuk tidak membuat masalah dan berbuat sesuatu sama kamu" Ujarnya.
Aku pun hanya tersenyum.
Akhirnya aku dan Za sudah baikan lagi kami akan bersama lagi. Dan aku sudah menjelaskan kenapa hari itu aku tidak mengangkat panggilannya karena aku sedang berada di sebuah proyek yang tidak ada sinyal bahkan aku menunjukkan fotonya.
Rumah ku jadi rame karena mereka mau jenguk Azizah. Malamnya rumahku sepi karena mereka pulang dan aku masuk kamar bersama Azizah. Sebelum tidur aku menceritakan semua tentangku karena aku tidak mau ada kesalahan lagi dan aku berjanji akan mengenalkannya dengan teman-temanku.
Aku bekerja seperti biasa dan ternyata banyak masalah yang harus aku selesaikan bahkan harus aku yang turun tangan. Aku pulang pun selalu lebih dari jam delapan karena saking sibuknya.
"Bang, jangan terlalu sibuk aku takut nanti malah sakit" Ucap Azizah.
"Aku tahu Za, tapi mau gimana lagi, kalau aku gak turun tangan bisa tidak selesai semua proyeknya" Jawabku.
Aku pun masuk kamar mandi untuk membersihkan badanku karena seharian ini aku turun ke lapangan. Hari minggu ini aku sudah berjanji akan membawa Azizah jalan-jalan jadi aku harus kan bereskan proyek ini. Akhirnya aku bisa membereskan kekacauan di kantor hari besok aku bisa bawa Azizah jalan-jalan.
Paginya aku bangun lebih dulu dan ku lihat Azizah masih tertidur, aku mencoba mengganggunya.
__ADS_1
"Abang jangan ganggu Azizah" Gumamnya.
"Bangun sayang, kamu mau ikut gak?" Tanyaku.
Azizah langsung membuka matanya dan bertanya "mau kemana bang?"
"Kita jalan-jalan" Beritahu ku.
"Serius bang, Za mandi dulu ya" Ucapnya.
Aku pun hanya mengangguk.
Aku senang melihat senyum Azizah lagi setelah akhir-akhir ini selalu sedih. Aku hari ini cuman akan membawanya ke tempat wisata dalam kota saja karena aku takut kondisi Azizah masih belum fit kalau di bawa jauh.
"Bang Za, udah siap" Ucapnya memberitahuku.
Aku pun menghampirinya dan mencium keningnya "ayo kita berangkat" Ajakku.
Akhirnya kami pun berangkat dan aku membawa Azizah ke sebuah tempat wisata yang udaranya segar agar dia merasakan udara segar. Azizah terus tersenyum karena dia merasa bahagia namun saat melihat seseorang menggendong bayi dia langsung terdiam yang tadinya tidak mau berhenti bicara.
"Kamu kenapa?" Tanyaku.
"Bang apa aku bisa hamil lagi?" Tanya nya.
"Bisa sayang, abang sudah tanya sama dokter, cuman dokter bilang harus di kasih jarak dulu jangan langsung hamil lagi takut ada apa-apa." Jawabku.
Azizah langsung memelukku padahal selama ini dia tidak pernah seperti ini. Aku pun membalasnya. Kami pun melanjutkan perjalanan kami dan saat jam makan siang kami mampir ke sebuah restoran karena kami harus makan dulu. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan kami menuju tempat wisata berikutnya. Namun belum sampai Azizah ketiduran jadi aku menunggunya bangun kasian kalau di bangunkan. Ku tatap wajah cantik di hadapanku, wanita yang sudah membuat aku jatuh cinta dan memberikan rasa sakit saat akan kehilangannya. Walau pernikahan kami di awali dengan paksaan karena saat itu Azizah tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapku, tapi sekarang aku mendapatkan balasan yang lebih darinya, dia mencintaiku apa adanya tanpa ada iming-iming harta atau jabatan yang dia mau. Aku bersyukur memilikinya. karena terlalu lama menunggu akhirnya aku putuskan untuk menggangunya, perta a aku cium keningnya lalu kedua pipinya dan saat aku akan mencium bibirnya dia langsung menutupnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1