
Aku masuk kamar dan sampai kamar aku langsung menuju kaca dan melihat penampilanku dari atas sampai bawah. Aku memakai kerudung biasa, baju aku cuman baju tidur, ya semenjak aku hamil aku memakai baju tidur di rumah atau gamis. Aku pun terus memikirkannya karena ada rasa takut kalau Davin ninggalin aku. Sore hari Davin pulang dan aku masih tiduran dan gak bersemangat untuk menyambutnya pulang. Davin menghampiriku lalu mencium pipiku aku hanya diam saja.
"Kamu sudah mandi?" Tanya nya.
Aku hanya diam saja tak menjawab pertanyaannya.
"Aku turun dulu mau bertemu papa" Ucapnya lalu turun. Entah kenapa aku malah menangis.
Sikap ku pada Davin terus berlanjut sampai malam dan Davin baru menyadari perubahan sikap ku ini.
"Za, kamu kenapa sih? Dari aku pulang kamu diam terus, ada masalah?" Tanya nya.
Aku masih diam.
"Za aku mohon bicara bukan seperti ini" Ucapnya sedikit tinggi.
"Maura siapa?" Tanyaku.
"Maura, siapa?" Ucapnya balik tanya.
"Cewek cantik yang mau di jodohkan sama kamu" Ucapku.
"Oh, dia anaknya tante Audy teman mama, memang kenapa?" Tanya nya.
"Dia kesini bertemu sama mama dan dia bilang dia cewek yang sempat akan di jodohkan sama kamu" Ujarku.
Davin langsung memelukku dan berkata "jadi kamu cemburu sama dia"
Aku hanya diam karena aku mengakuinya.
"Wanita yang aku suka itu kamu, bukan yang lain" Ucapnya lalu mencium kepalaku.
"Tapi dia lebih cantik dan modis di bandingkan aku" Ucapku sambil menatapku.
Davin hanya tersenyum lalu mengecup bibirku.
"Abang ih" Ucapku.
Akhirnya aku baikan juga dan aku merasa tenang saat mendengar jawabannya namun besoknya mama mengajakku bicara dan ternyata Davin memberitahu mama kalau aku cemburu sama Maura.
__ADS_1
"Za, mama boleh bicara" Tanya nya saat menghampiriku yang sedang duduk di gazebo belakang sambil menggambar.
"Boleh ma" Jawabmu sambil tersenyum.
"Mama cuman minta maaf kalau sudah buat kamu salah paham dengan kedatangan Maura" Ucapnya.
Aku hanya menunduk karena malu.
"Maura itu dulu memang sempat mau mama jodohkan sama Davin karena mama kesel sama dia, dia tu terlalu dingin sama cewek jadi mama takut kalau dia nyimpang" Ucap mama.
Aku hanya menatapnya.
"Tapi saat mama dengar dia ngejar kamu dari Rina mama senang dan mama langsung batalkan rencana mama buat jodohin Davin dan Maura" Ucapnya lagi dan mengusap tanganku.
Aku pun mengangguk dan mama mengajakku berbelanja untuk keperluan lahiran ku nanti. Kami pergi belanja dan saat menjelang sore mama mengajakku ke kantor Davin dan aku ikut saja. Namun sesampainya disana aku mendapatkan kejutan yang tak terduga. Saat aku membuka pintu ruangan Davin aku melihat Davin sedang di pelukan Maura dan hatiku sakit. Aku langsung mundur dan keluar lagi dan mama sedang berbicara dengan sekretaris Davin.
"Za, kamu kenapa?" Tanya mama.
Karena saat ini aku sudah menangis dan aku tak menjawab pertanyaan mama.
"Za" Panggil Davin.
Aku melirik nya dan langsung pergi begitu saja, aku tahu Davin mengejarku. Beruntung lift terbuka dan aku langsung masuk jadi Davin tidak bisa mengejarku. Sesampainya di lobi aku lari keluar dan aku terus berjalan tanpa tujuan. Sampai aku bisa mendengar azan magrib dan aku masuk ke sebuah masjid untuk melaksanakan sholat. Setelah sholat aku bingung harus kemana karena aku tidak terlalu kenal jalanan sini. Aku hanya diam di masjid sambil mengusap perutku yang sedang hamil.
Aku langsung meliriknya dan menjawab "aku tersesat dan tidak tahu jalan pulang."
"Neng sudah makan?" Tanya nya lagi.
Aku hanya menggelengkan kepala.
"Ayo ikut ibu, ibu tinggal di sekitar sini di rumah majikan ibu"ucapnya.
" Tapi apa tidak apa-apa?"tanyaku karena tidak enak juga.
"Tidak apa-apa dia baik ko, ayo daripada diluar kasian bayinya"ucapnya.
Akhirnya aku ikut ibu itu ke rumah majikannya yang besarnya hampir sama dengan rumah Davin. Kami masuk lewat belakang dan sampai di dapur ibu memberikanku makan. Setelah makan dia menyuruhku mengganti baju karena bajuku kotor. Aku tidur di kamar bibi karena lelah aku langsung tidur. Tengah malam aku terbangun dan lapar karena gak berani minta akhirnya aku cuman ngambil air putih. Aku keluar kamar menuju dapur namun saat aku akan menuangkan air aku melihat ada seseorang yang masuk dengan mengendap-ngendap.
"Ngapain dia, mau maling kali ya" Pikirku dan aku langsung mengambil sapu lalu memukulnya.
__ADS_1
"Aw" Rintihnya.
"Kamu mau maling ya?" Tanyaku.
Dia langsung merebut sapu yang aku pakai untuk memukulnya dan berkata "siapa yang maling? Yang ada kamu malingnya, kamu siapa? "
"Aku… . " Ucapanku tergantung namun tiba-tiba ada orang yang menyalakan lampu dan berkata "ada apa ini? "
"Aduh neng kamu ngapain memukul den Angga"tanya ibu Minah.
" Maaf Bu, aku pikir maling karena dia jalannya kaya maling"jawabku.
"Lagian kamu Angga kenapa baru balik jam segini" Tanya nyonya rumah ini.
"Aku kumpul sama teman dulu" Jawabnya dingin.
Namun tiba-tiba ada yang menyebut nama ku "Azizah" Aku langsung melirik nya dan ternyata itu Arga.
"Bang Arga" Ucapku kaget.
"Ga kamu kenal sama gadis ini?" Tanya nyonya rumah.
"Dia istrinya Davin ma" Jawab Arga.
"Terus kamu kenapa keluyuran?" Tanya nya pada ku.
Aku hanya menunduk.
"Aku telpon dulu Davin ma, dia pasti nyariin istrinya. " Ucapnya lalu pergi.
"Ikut saya kamu" Ucap mamanya bang Arga. Aku pun mengikutinya dan ternyata dia menanyakan kenapa aku kabur dari rumah. Aku pun menceritakannya pada mama bang Arga, dia pun menasehati ku dan aku mendengarkan nya. Arga menghampiri kami dan berkata "Davin akan menjemput kamu jadi kamu bersiap-siap untuk pulang, selesaikan masalah kalian di rumah bukan dengan kabur seperti ini"
Aku hanya menunduk karena malu juga. Namun Arga berkata lagi "lo masih beruntung bibi yang menemukan kami kalau orang jahat gimana? Kamu juga harus pikirkan bayi yang ada di perutmu itu"
"Iya bang maaf" Ucapku.
Tak lama terdengar suara mobil dan Arga langsung melihatnya dan tak lama dia kembali bersama Davin. Davin langsung menghampiriku dan memelukku.
"sayang aku senang kamu baik-baik saja" ucapnya namun aku hanya diam saja.
__ADS_1
"kita pulang ya" ucapnya.
Aku pun hanya mengangguk pasrah karena tidak mungkin aku tinggal disini. Aku pun mengucapkan Terima kasih pada bu Minah dan mamanya Bang Arga lalu aku minta sampaikan maaf ku pada kakaknya bang Arga karena sudah memukulinya tadi.