Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Ke Guguran.


__ADS_3

Aku tidak memakan makanan yang dibawa Niko karena aku menunggu Anto datang tapi sampai jam sepuluh dia belum datang bahkan Ratih sudah tertidur dan Niko dia entah kemana. Karena ngantuk akhirnya akupun tertidur. 


Pagi nya saat aku bangun aku melihat Anto tertidur di sopa di ruanganku dengan masih memakai baju kerja. Ada rasa kesal tapi aku kasian juga karena sepertinya dia capek. Akhirnya aku mencoba bangun sendiri karena harus ke kamar mandi untuk melaksanakan sholat subuh. Namun baru saja aku turun Anto langsung ke bangun dan langsung membantuku. 


"Kenapa nggak bangunin aku?" Tanyanya. 


"Aku nggak tega bangunin kamu karena sepertinya kamu capek banget" Jawabku. 


"Terus kamu mau biarkan aku nggak sholat?" Kesalnya. 


"Aku bukan bermaksud begitu, mungkin nanti kalau aku sudah beres baru aku bangunin kamu" Ujarku. 


"Ya sudah"


Akhirnya aku di bantu Anto dan setelah beres aku langsung sholat Anto langsung pergi ke mushola rumah sakit untuk melaksanakan sholat disana. Aku setelah selesai langsung tidur lagi sampai aku tidak tahu Anto pergi kerja karena saat aku bangun yang ada di ruanganku adalah Ibu. 


"Bu" Panggilku. 


"Iya" Jawab ibu. 


"Bang Anto kemana?" Tanyaku. 


"Dia berangkat kerja karena ada hal penting yang harus dia selesaikan" Jawab ibu. 


Akhirnya aku harus pasrah karena hanya sebentar bertemu Anto. 


Saat siang dokter memberitahuku kalau hari ini aku bisa pulang. Aku pun segera menghubungi Anto namun teleponku tak diangkat sama sekali. Akhirnya aku menghubungi Ratih untuk menanyakan keberadaan Anto. 


"Ra, kamu liat bang Anto?" Saat teleponku terhubung ke Ratih. 


… . … … … 


"Nggak ada" Ucapku. 


… … … … .. 


"Ya sudah Ra makasih" Tutup ku. 


Aku memikirkan kemana dia, nggak mungkin dia di bengkel kang Tyo. Namun tiba-tiba perasaanku tak enak entah apa yang akan terjadi. 


Akhirnya aku pulang bersama ibu dan aku pulang ke rumah ibu karena aku tidak mau pulang ke apartemen. Namun saat baru sampai rumah ibu tiba-tiba teh Melda datang dengan terburu-buru lalu saat sampai depan aku dan ibu teteh langsung berkata "Za, kamu masuk rumah sakit gara-gara berantem sama Anto ya?"


Aku tak berkata karena memang ada benarnya. 


"Kenapa nggak jawab? Oh berarti benar ya, gosip Anto dekat dengan cewek cantik model terkenal itu! " Ujarnya dan itu membuat aku bingung. 

__ADS_1


"Maksud teteh?" Tanyaku. 


"Nih liat" Teh Melda menunjukan sebuah foto di ponselnya yang menunjukan Anto sedang berjalan bersama seorang cewek cantik dan **** dan hatiku tiba-tiba sakit. 


"Aku masuk bu" Pamit ku dan aku langsung masuk kamar dan menangis. 


Aku mencoba menghubungi dia lagi namun hasilnya nol karena teleponku tak diangkat sama sekali. Karena penasaran akhirnya aku mencoba membuka sosial media dan aku menemukan sebuah artikel yang berjudul "seorang pengusaha muda Davin Julianto Prayoga berjalan bersama seorang perempuan cantik menuju sebuah hotel"


Hatiku hancur membaca semua itu. 


"Ya Allah cobaan apa lagi ini semua, apa hamba bisa melewatinya" Ucapku dalam hati. 


Sorenya Ratih pulang dan dia langsung masuk kamarku. 


"Teh" Panggilnya. 


"Ada apa Ra?" Jawabku. 


"Teteh nggak apa-apa kan?" Ucapnya dengan khawatir. 


Aku hanya menggeleng. 


"Bang Anto nyoba telepon teteh tapi ponsel teteh nggak aktif!" Ujarnya 


"Mungkin habis batre karena lupa di cas" Ucapku berbohong 


"Nggak kok" Jawabku. 


"Teteh bohong aku bisa liat dari wajah teteh dan mata teteh yang sendu" Ujarnya. 


Aku hanya diam karena tidak mau membuat Ratih penasaran. 


"Ya sudah aku mandi dulu teh" Pamitnya. 


Aku pun bangun dan masuk kamar mandi. Aku mencoba menenangkan hati dan menunggu penjelasan Anto. 


Malamnya saat aku sedang mengaji tiba-tiba aku mendengar keributan di luar, aku langsung melihat ke luar dan disana ada kakak laki-laki yang kelihatan marah banget. Aku tidak tahu kapan dia datang karena setelah sampai rumah aku tak keluar lagi. 


"Lo ngapain datang ke sini?" Teriaknya. 


"Aku mau bertemu Zizah" Jawab orang yang tak asing suaranya di telingaku. 


Aku pun segera keluar dan ternyata itu Anto. 


"Buat apa lo menemui dia lagi, lo mau bikin dia tambah sakit hati dengan apa yang udah lo lakukan ha?" Teriak kakak ku lagi. 

__ADS_1


Aku akhirnya bersuara. 


"Biarkan dia masuk bang" Lirihku. 


Semua orang langsung melihat ke arahku. 


"Za" Ucap kakakku. 


"Bang, ini urusan rumah tangga ku, aku mohon abang jangan ikut campur dulu biarkan aku selesaikan sendiri" Ujarku dengan suara parau. 


"Tapi Za"


Namun tiba-tiba perutku sakit banget "aw" Rintihku sambil memegang  perut. 


"Za" Ucap Anto dan kakak barengan. 


Aku tak menjawab karena tiba-tiba aku merasakan sesuatu mengalir di pahaku. Ku angkat bawahan mukena yang aku pakai dan ternyata itu darah segar. Aku tiba-tiba pusing dan langsung limbung begitu saja, namun aku bisa merasakan ada seseorang yang menahan badanku dan memanggil nama ku "Za"


Aku langsung tak sadarkan diri. 


POV Anto/ Davin. 


Saat ini aku sedang berada di depan ruangan operasi dimana di dalamnya adalah Azizah istriku. Dia mengalami keguguran dan itu semua karena aku. Aku terduduk dengan badan lemas setelah mendengar kabar dari dokter kalau Azizah keguguran. 


"Puas sekarang lo hah?" Bentak kakaknya Azizah yang laki-laki, ini pertama kalinya aku bertemu dengannya dan aku tak pernah menyangka kalau kakak laki-laki nya Azizah adalah rival perusahaanku ia adalah Romi Wijaya. Seorang pengusaha muda yang dengan mudahnya menghancurkan perusahaan lawannya jika tidak sesuai dengan perjanjian. 


Aku hanya diam tidak tak menjawab karena percuma aku menjawab apalagi melawan karena yang ada akan membuat suasana semakin panas. 


"Bang udah dong" Ucap Ratih 


"Ini di rumah sakit nggak baik kalau kita ribut, apalagi teh Zizah masih di dalam" Lanjut Ratih. 


Akhirnya Bang Romi diam. Setelah satu jam dokter keluar dan kami semua menghampirinya. 


"Operasinya lancar dan kondisi pasien sudah stabil mungkin nunggu dipindahkan ke ruang inap"ucap Dokter. 


" Terimakasih Dok"ucap Ibu. 


Dokter pun berlalu dan tiba-tiba bang Romi berkata "aku urus administrasinya dulu" Lalu pergi. 


Aku hanya diam saja melihat semuanya sampai akhirnya bapak menghampiriku.


"Bapak harap kamu bisa memaklumi sikap Romi, karena dia sangat menyayangi Zizah, dia kesini setelah mengetahui berita itu" ucap bapak memberitahuku.


"Aku ngerti pak, aku minta maaf dan aku akan jelaskan semuanya, setelah menjelaskan semua itu, aku akan Terima keputusan Azizah pak" ujar ku.

__ADS_1


"Bapak harap kamu jujur" ujar bapak lalu meninggalkanku sendirian lagi dengan perasaan yang sulit aku jabarkan.


__ADS_2