Suamiku Pewaris Tunggal

Suamiku Pewaris Tunggal
Acara pernikahan Ratih.


__ADS_3

Saat ini semua orang sudah berada di ruang tamu kami semua berkumpul.


"Bapak minta kamu jelasin ucapan kamu tadi" ucap bapak pada Davin.


"Sebenarnya saat saya mendengar Ratih akan menikah jujur saya gak setuju karena saya tahu siapa calon nya, namun karena saya gak mau memberitahu kalian kalau tanpa bukti seperti waktu bersama Bagas" penjelasan Davin.


"Tapi kan kalau sudah begini kita akan malu" ucap bapak lagi.


"Saya sudah atur semuanya, pernikahan ini akan ada namun mempelai prianya saja yang berbeda dan untuk semua nya sudah saya siap kan dari satu minggu lalu dan kelurga pihak pria oun setuju" ucap Davin lagi.


"Tapi siapa pria itu? " tanya ibu dan mungkin aku juga penasaran.


"Dika" jawab Davin.


Aku langsung melirik ke arahnya dan menatapnya meminta penjelasan.


"Dika, dia asisten nya bang Al di kantor tempatnya Ratih kerja dan Ratih kenal dia, kenapa saya melakukan itu karena Dika menyukai Ratih jadi dia bersedia untuk menikahi Ratih" ucap Davin.


"Aku gak mau"teriak Ratih di depan pintu kamar.


Semua orang melihat ke arah dimana Ratih berdiri. Aku langsung menghampiri Ratih dan menenangkan nya.


" Teh aku gak mau"lirihnya dengan menangis.


"Kita masuk, kita bicara" ucap ku sambil mengajaknya masuk.


Ratih pun menurut dan aku langsung menyuruhnya duduk di atas tempat tidur.


"Ra, gak ada jalan lain lagi, kita gak mungkin nanggung malu untuk acara besok, jadi teteh harap kamu Terima" ucap ku.


"Tapi teh, aku gak suka sama Dika"ucap nya.


" Ra kamu ingatkan teteh juga dulu nikah awalnya gak suka sama kak Davin tapi sekarang teteh bukan hanya suka tapi cinta dan sayang, jadi kamu juga coba jalani dulu kalau setelah dijalani kamu tetap gak bisa maka terserah kamu"beritahu ku.


Ratih terdiam dia memikirkan apa yang aku ucapkan.


"Teteh cuman minta sama kamu jangan membuat ibu dan bapak malu besok, allah masih sayang sama kamu karena dia menunjukan betapa tidak baiknya dia buat kamu" ucap ku lagi.


"Iya teh" jawab nya.


"Sekarang kamu istirahat karena besok pagi kamu harus mempersiapkan diri untuk acara pernikahan kamu" kataku sambil mengusap rambutnya.


Setelah Ratih tenang aku pun keluar dan saat aku buka pintu aku di buat kaget dengan adanya Davin di hadapan pintu kamar Ratih.

__ADS_1


"Abang ngagetin saja" ucap ku.


"Yang tadi kamu ucap kan pada Ratih itu benarkan?"tanya nya.


" Yang mana?"bingung ku.


"Yang kamu bilang kalau sekarang kamu cinta sama aku" ucap nya sambil naik turunkan alisnya.


"Gak tau aku" ucapku lalu pergi dari hadapan nya.


"Za, Zizah" panggilnya sambil mengejar ku.


Aku semakin cepat melangkah karena jujur aku kaget dia bisa dengar. Namun saat di pintu dapur aku berpapasan dengan Ibu.


"Kamu kenapa Zaa? " tanya ibu.


"Eh ibu, gak apa-apa kok bu" jawabku sambil melihat ke belakang dan ternyata Davin sudah gak ada.


"Kamu udah bicara sama Ratih?" tanya ibu.


"Sudah bu, Ratih juga mau sepertinya" jawab ku.


"Ibu benar-benar takut kalau besok kelurga kita akan malu dengan batalnya pernikahan Ratih ini, apa lagi ini kedua kalinya dia seperti ini" ucap ibu dengan meneteskan air mata.


"Ibu tenang saja besok acara kan lancar karena aku percaya sama bang Davin kalau dia sudah atur semuanya makanya dia ngasih uang untuk acara ini" ucap ku sambil memeluk ibu.


"Ibu jangan muji dia nanti kalau dengar bisa besar kepala dia" ucap ku memberitahu ibu.


Ibu pun tersenyum sambil mengusap pipiku.


"Mama" panggil Hana dari arah luar bersama Irfan adik laki-laki ku.


"Loh kamu belum tidur sayang?" tanya ku pada Hana sambil mengendong nya.


"Hana ingin tidur bareng mama jadi Hana bangun lagi" jawab nya.


"Sudah sana ajak dia tidur sudah malam kasian sudah ngantuk" ucap Ibu pada ku.


"Ya sudah bu, aku masuk kamar dulu sama Hana" pamit ku lalu masuk kamar.


Saat masuk aku sudah melihat Davin berbaring di tempat tidur sambil main ponsel. Aku pun naik ke tempat tidur bersama Hana, Hana aku tidurkan di tengah kami.


"Kamu belum tidur bang?" tanya ku pada Davin.

__ADS_1


"Nunggu kamu" jawabnya tanpa melihat ke arah ku.


Aku cuman menggelengkan kepala.


Paginya kami semua sibuk dan aku menemani Ratih yang sedang di rias walau matanya sembab karena semalaman menangis pastinya. Ratih terus menggenggam tanganku dan aku hanya bisa membalasnya dengan mengusap tangannya.


"Semuanya sudah beres teh" ucap perias.


"Cantik" pujiku pada Ratih.


Ratih hanya tersenyum.


"Acaranya kapan teh?" tanya perias itu.


"Sebentar lagi" jawabku.


Tak lama kami mendengar kalau mempelai pria datang beserta rombongan. Ratih menatapku dan aku tersenyum dan berkata "teteh yakin semuanya akan baik-baik saja".


Ratih pun tersenyum.


Acara pun di mulai dan aku masih setia menemani Ratih sampai ijab kabul selesai. Tak lama ijab kabul pun selesai dan mbak Mela masuk menyuruh Ratih keluar. Aku menuntun Ratih keluar dia terus menunduk tidak mau mengangkat kepalanya karena aku tahu dia pasti menangis. Ku lihat Dika sudah menunggu di meja dengan senyum manis. Setelah sampai meja Dika mengambil alih tangan Ratih dariku dan menyuruhnya duduk.


Setelah beberapa acara selesai Ratih dan Dika di persilahkan untuk duduk di atas singgah sana yang sudah di siapkan.


" Maaf ya dulu kamu tidak seperti ini"bisik Davin di telingaku.


Aku langsung meliriknya dan posisi wajah kami sangat dekat dan entah kenapa debaran jantungku cepat sekali padahal ini bukan pertama kalinya aku berada di posisi seperti ini dengan Davin.


"Mama sama papa lagi ngapain hayo" teriak Hana di depan kami dan membuat aku dan Davin terkejut.


"pengantin lama gak usah ikut-ikutan mesra nanti saja di kamar" ucap Irfan adik ku.


Aku langsung mencubit tangan nya.


"Sakit teh" ucapnya sambil mengusap tangannya yang aku cubit.


"Abis bibir kamu tuh" kesal ku.


"Lah emang salah" balasnya.


"Sudah malu di dengar orang" ucap Davin yang sudah mengendong Hana.


Irfan oun pergi dan aku sudah dalam mode kesal juga sambil berpikir "kenapa aku bisa grogi ya tadi di tatap Davin seperti itu".

__ADS_1


Acara pun selesai dan saat ini aku sedang rebahan di kasur karena kaki ku pegel juga. Tiba-tiba Davin datang dan dia langsung berada di atas ku dan mencium ku.


Aku hanya bisa diam karena kalau sudah seperti ini aku gak akan bisa lepas.


__ADS_2