
"Sweeetyy.. sweetyy, aku minta maaf.. sweetyy " Kata Tajuk berusaha menghentikan Taksi dengan cara memukul mukul kaca jendela namun taksi itu tidak berhenti dan terus melajukan mobilnya.
Tajuk tampak menyesal atas apa yang di katakannya tadi pada Rindu, dia menendang ke udara dan tampak frustasi, Tajuk pun kembali masuk ke dalam mobilnya berniat untuk mengejar taksi yang di naiki Rindu
Tajuk tetap fokus dengan taksi yang kini ada di depannya, mata tajamnya terus mengamati taksi tersebut, dan ternyata taksi itu menuju ke kantornya, dan terlihat Rindu dengan santai keluar dari taksi itu, setelah membayar ongkos taksi Rindu memasuki kantor.
'Kalau itu yang ada di pikiran mas Tajuk, ok akan aku buat itu jadi nyata seperti keinginannya, sekalian biar dia puas dan tidak lagi mengusikku' Batin Rindu yang teramat emosi saat ini.
"Rindu, kamu sudah datang rupanya, nich tugas kamu hari ini" Kata Mitha ketika melihat Rindu datang, karena tadi Mitha beralasan dengan Bu Inggrid kalau Rindu datang terlambat karena di suruh big Boss menyelesaikan sesuatu.
"Ok Mith, segera aku selesaikan" Jawab Rindu lalu dia duduk di kursi kerjanya dan memulai aktifitasnya, dan itu lah Rindu walaupun dia ada masalah pribadi namun dia tetap profesional dalam bekerja.
Rindu sedang sibuk dengan komputer di depannya, bahkan jarinya dengan cepat mengetik huruf dan angka, sehingga dia tidak menyadari kedatangan Tajuk yang kini sudah ada di belakangnya, tadinya Mitha dan karyawan yang lain akan memberitahu Rindu bahwa Tajuk di belakangnya, namun Tajuk melarang melalui isyarat matanya, sehingga semuanya pada kicep dan penuh tanya ada apa dan kenapa.
Drrt... drrtt... drrtt..
Hp di mejanya bergetar mungkin ada pesan masuk atau panggilan masuk, Rindu pun meliriknya sekilas, dan meraih Hp nya untuk di lihat siapa yang mengganggu jam kerjanya.
"Bram," Gumam Rindu lalu dia membuka isi pesan itu
'Beb, sepulang kerja nonton yuk, sekalian ada yang mau gue omongin sama Loe' Isi pesan dari Bram.
__ADS_1
Tajuk yang sudah terbakar api cemburu langsung meraih Hp itu dari tangan Rindu, betapa terkejutnya Rindu dengan sikap Tajuk yang tiba-tiba merebut Hpnya sedangkan dia tidak tahu sejak kapan Tajuk sudah ada di belakangnya.
"Mas, ech Boss" Kata Rindu yang terkejut sampai-sampai detak jantungnya berpacu sangat kuat,
'Aduh bagaimana ini, kalau sampai mas Tajuk lepas kendali dan membuat heboh seisi kantor bisa ketahuan hubungan kami' Batin Rindu.
"Ke ruanganku sekarang" Kata Tajuk datar, sambil memasukkan ponsel Rindu di saku celananya, lalu dia berlalu meninggalkan Rindu yang masih mematung.
"Tunggu apa lagi" Kata Tajuk menekankan supaya Rindu mengikutinya.
"Baik Boss" Kata Rindu sambil menunduk dan kemudian dia berjalan di belakang Tajuk.
Semua karyawan menatap ke arah Rindu seakan mereka penuh tanya dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, ada apa dan kenapa sampai Boss besarnya memanggil Rindu ke ruangannya, Namun Mitha yang sudah tahu hubungan mereka merasa tidak aneh lagi dengan Tajuk yang sangat posesif terhadap Rindu.
Sedangkan Tajuk yang sudah di kuasai oleh api cemburu itu seakan tidak mau memberi toleransi lagi terhadap Rindu, dia benar-benar sudah hilang kendali saat ini, apa lagi dia melihat sendiri bagaimana isi Sms dari Bram yang dengan jelas sedang mengejar Rindu.
Rindu menyapa Nia sekretaris Tajuk di depan pintu masuk ruangan Boss besar pemilik perusahaan ini, Tajuk memasuki ruangannya, dan setelah Rindu menyusul masuk dengan segera Tajuk mengunci pintunya, dia tidak mau ada yang mengganggu pembicaraannya dengan Rindu saat ini.
Di tariknya tangan Rindu menuju ke arah sofa, dan di dudukkannya Rindu di sofa tersebut,
"Apa kamu lupa dengan status kamu, kenapa masih dekat dengan Bram, aku masih suami kamu sweety" Kata Tajuk seakan memaksa Rindu supaya mengerti akan posisinya saat ini.
__ADS_1
Bukannya menjawab Rindu hanya diam tidak ingin mengklarifikasi apa pun pada Tajuk, dia masih kesal dengan Tajuk saat ini, kata-kata tajam dari Tajuk membuat harga dirinya terluka, serendah itu Tajuk menilai dirinya yang dia bilang cinta padanya.
"Kalau surat yang tadi memang palsu adanya, maka segeralah mengurus yang asli mas, aku akan menunggu" Kata Rindu memecah keheningan di antara mereka.
Mendengar Ucapan Rindu seakan menjadi cambuk buat Tajuk, dia sangat terkejut dengan ucapan Rindu itu, bahkan dia tidak habis pikir kenapa Rindu bilang begitu
"Apa, coba katakan sekali lagi," Kata Tajuk yang terlihat emosi
"Mungkin akan lebih baik jika aku tidak mengetahui kebenarannya dari pada aku tahu dan mas terus menghinaku seperti ini, atau sebaiknya mas buatlah yang palsu itu menjadi asli dengan begitu aku..--"
Ccuupp..
Tajuk langsung menarik tubuh Rindu ke arahnya, dan dengan mulutnya dia membungkam omongan Rindu yang mulai melantur kemana mana, Tajuk mencium bibir Rindu melumatnya dengan lembut, dengan sebelah tangan yang melingkar di pinggang Rindu sedangkan tangannya yang lain menekan tengkuk Rindu supaya dia bisa memperdalam ciumannya
Rindu yang tidak siaga sama sekali itu sangat terkejut dengan ulah Tajuk yang tiba tiba menciumnya, bahkan Tajuk semakin erat memeluk Rindu seakan takut kehilangan dia, tanpa Rindu sadari dia pun membalas ciuman dan pelukan dari Tajuk.
"Aku tidak siap kehilanganmu Sweety, dan aku tidak mau kita berpisah lagi" Bisik Tajuk tepat di bibir Rindu
Rindu hanya tersenyum tipis menanggapi omongan Tajuk barusan, dia pun memeluk erat Tajuk seakan menandakan bahwa dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Tajuk rasakan saat ini.
☆Bersambung ke eps 18 ya ☆
__ADS_1
Jangan Lupa Like Komen Tip serta Rating bintang 5 nya ya..